Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

NILAI GOTONG ROYONG DALAM PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR

Anak sekolah sedang bermain Gobak Sodor
  • 20 Mei 2021
  • 0 Komentar

NILAI GOTONG ROYONG DALAM PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR

Kearifan lokal di Indonesia banyak memberikan referensi dan contoh baik (best practice) untuk memupuk dan mengembangkan tradisi gotong royong. Kearifan lokal itu salah satunya dapat ditemukan dalam permainan tradisional Gobak Sodor.

 

Jakarta (23/04/2021) Siapa di antara Sobat Revmen yang masih ingat permainan Gobak Sodor? Yup, betul banget, Gobak Sodor merupakan permainan tradisional yang banyak dimainkan di beberapa daerah di Indonesia, terutama Jawa Tengah. Di Jakarta permainan ini biasa disebut Galasin, di Jawa Barat disebut Galah Asin, di Kepulauan Natuna disebut dengan nama Galah, di Riau disebut dengan nama Galah Panjang, di Makassar disebut Asing dan di Toba disebut dengan nama Margala.

 

Permainan ini menggunakan tanah lapang berbentuk segi empat yang dibuat berpetak-petak. Petak-petak itu dibentuk menjadi garis-garis. Setiap garis dijaga oleh pemain yang disebut “penjaga.” Pihak yang ingin memasuki lokasi lawan harus melewati garis-garis tersebut tanpa terkena sentuhan penjaga. Jika tersentuh, maka pemain harus diganti.

 

Permainan ini harus dimainkan dalam grup. Dan setiap satu permainan selalu terdiri dari dua grup dan setiap grup terdiri dari tiga hingga lima pemain. Bagi grup yang kebetulan menjadi penjaga, maka mereka harus menjaga garis, baik garis horizontal maupun vertical, agar tidak dilewati lawan. Sementara grup dari pihak lawan harus berhasil melewati setiap garis dari garis awal menuju garis paling belakang dan kembali lagi ke garis awal. Jika berhasil, maka grup ini menang.

 

Selain menyenangkan, permainan ini menanamkan nilai-nilai penting bagi anak-anak, yang terkait dengan semangat gotong royong. Nilai-nilai itu dapat menjadi bekal kepada anak-anak secara individual dan sosial kemasyarakatan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Subuh Anggoro (2016) ada lima nilai yang menjadi indikator gotong royong dalam permainan Gobak Sodor. Pertama, nilai interdependensi atau saling bekertergantungan. Pada permainan Gobak Sodor, anak-anak harus saling bekerja sama dan bergantung kepada sesama anggota tim untuk mencapai kemenangan.

 

Kedua, nilai tanggung jawab. Dalam Gobag Sodor, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk membawa tim menuju kemenangan. Namun jika dalam prosesnya terdapat individu yang kena sentuh lawan, maka dia pun harus bertanggung jawab untuk menjadi penjaga dan itu harus dilakukan secara sportif.

Ketiga, nilai interaksi untuk saling membangun. Gobak Sodor juga menuntut seluruh pemain untuk saling berinteraksi secara langsung (face-to-face interaction). Anak saling melihat secara langsung bagaimana dia harus bertanggung jawab dan apa konsekuensinya jika dia tidak melakukan itu, anak dituntut untuk bekerjasama dan apa dampaknya jika tidak bekerja sama, dan anak juga dituntut untuk mengeluarkan skill individualnya demi kemenangan tim. Anak melihat semua itu secara nyata dalam interaksi yang mereka lakukan.

 

Keempat, nilai strategi. Dalam Gobak Sodor, strategi dianggap sangat penting. Salah satu strategi yang harus diterapkan adalah memanfaatkan keterampilan kolaboratif. Maksudnya, anak yang pandai berjaga, akan ditetapkan sebagai penjaga, anak yang pandai menyerang, akan ditetapkan sebagai penyerang. Semua ketetapan tersebut merupakan strategi demi memanfaatkan keterampilan kolaboratif.

 

Kelima, nilai kerja sama. Gobak Sodor juga mengharuskan adanya kerjasama tim. Setiap pemain dalam tim harus saling mendukung. Mereka juga harus saling melengkapi jika ada anggota tim yang memiliki kelemahan dalam perannya memainkan Gobak Sodor.

 

Selain Gobak Sodor, Indonesia masih memiliki banyak sekali permainan tradisional yang sarat akan nilai-nilai positif untuk mendidik karakter anak. Selain sarat dengan nilai-nilai positif, permainan tradisional, yang biasanya dilakukan di alam terbuka, juga punya manfaat bagi kesehatan dan perkembangan anak. Dikutip dari Motherandbaby.co.id, manfaat-manfaat itu antara lain dapat melatih motorik kasar dan halus, membantu perkembangan otak, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan keterampilan sosial dan meningkatkan ketahanan tulang anak. So, Sobat Revmen punya peran untuk melestarikan permainan tradisional demi generasi mendatang yang berkarakter, sehat dan kuat.  #AyoBerubah #GotongRoyong #IndonesiaBersatu #PermainanTradisional

 

Referensi:

Subuh Anggoro. 2016. Available at: http://digital.library.ump.ac.id/533/2/5.%20Full%20Paper-Gotong%20Royong%20Dalam%20Permainan%20Tradisional%20Gobag%20Sodor.pdf. Diakses tanggal 18 April 2021.

 

Kompas.com. 2020. Available at: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/02/210000469/mengenal-permainan-tradisional-gobak-sodor?page=all. Diakses tanggal 18 April 2021.

Motherandbaby.co.id. 2018. Available at: https://www.motherandbaby.co.id/article/2018/5/12/10065/Ini-Dia-Manfaat-Kenalkan-Alam-Bebas-Pada-Anak. Diakses tanggal 23 April 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: