Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Nadine : Hidup Sederhana, Jangan Buang Makanan!

GIBersih, Food waste
  • 06 Mei 2022
  • 0 Komentar

Nadine : Hidup Sederhana, Jangan Buang Makanan!

Sampah makanan atau food waste di Indonesia sangat tinggi. Hal ini membuat aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata prihatin. Buang-buang makanan percuma, selain mubazir juga membahayakan iklim dan lingkungan.

Jakarta (5/4/2022), Mungkin sebagian besar orang menganggap jika  sampah makanan atau food waste yang terbuang akan menjadi pupuk kompos, sehingga asal saja dibuang. Tapi tidak semudah itu loh, semuanya harus melalui proses dan menggunakan bahan-bahan tertentu.

Food waste dapat membahayakan lingkungan dan iklim karena menghasilakan karbodioksida (CO2) dan zat metana yang merusak lapisan ozon.

Akibat ketidakpahaman ini, data hasil kajian mendalam dilakukan Bappenas yang melibatkan sejumlah ahli menunjukkan angka 115 kilogram sampai 184 kilogram per orang per tahun membuang makanan atau mubazir makanan. Buang-buang makanan terjadi di Indonesia dalam rentang waktu tahun 2000- 2019.

Dikutip dari investor.id, disebutkan satu orang Indonesia ternyata membuang makanan sebanyak 0,5 kg per hari atau 184 kg per tahun. Apabila dikalikan dengan jumlah seluruh penduduk Indonesia, jumlah tersebut dapat memberi makan 125 juta orang kelaparan.

Melihat tren buang-buang makanan yang tinggi tersebut, selebriti Nadine Chandrawinata menbagikan gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari untuk tidak membuang-buang makanan secara percuma. Ada beberapa hal dilakukan Nadine dan sudah menjadi kebiasaan positif di dalam keluarganya.

Dilansir dari Jawapos.com, Nadine Chandrawinata membiasakan diri untuk hidup sederhana dengan memesan makanan sesuai kebutuhan. Dia nyaris tidak memesan makanan berdasarkan keinginan yang berpotensi mengakibatkan buang-buang makanan.

“Tinggal bagaimana kita menyederhanakan. Kalau pesan makanan tidak usah terhasut dengan promo beli 3 dapat berapa gitu. Menggiurkan sih memang,” ucap Nadine seraya memberi contoh bahwa dirinya biasa membuat nasi goreng untuk nasi sisa.

Nadine Chandrawinata juga menjadikan jus buah-buah di dalam kulkas yang sudah terlalu matang. Hal itu untuk mengantisipasi supaya tidak membuangnya secara percuma.

“Aku aku juga melakukan pengomposan. Aku sudah terapin pengomposan ini satu tahun terakhir karena aku pengin cari pupuk gratis dari sisa makananku. Kebetulan aku senang main tanaman. Lumayan jadi pupuk cair, pupuk padat, dapat dari sisa makanan,” tuturnya.

Lebih lanjut diungkapkan Nadine, membendung angka statistik food loss and waste memang susah-susah gampang karena ini berkaitan dengan kebiasaan banyak orang. Namun apabila benar-benar menyadari punya komitmen kuat dalam diri untuk tidak membuang makanan, ia yakin hal itu akan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Cari alasan dalam diri kenapa aku harus melakukan ini. Cari hal-hal yang bisa diterapkan dalam diri, sederhanakan semuanya dan balik lagi konsisten itu sangat penting,” tandas Nadine.

Nadine juga mengaku biasa membagi makanan atau bahan makanan agar tidak mubazir. “Contohnya aku tadi dapat sayuran hidroponik sangat banyak. Aku sampai berpikir itu bagaimana ngabisinnya ya? Di rumah kan cuma ada aku dan suami aja. Akhirnya selebihnya aku bagikan ke teman-teman dan keluarga,” ceritanya.

Ke depan, Nadine bertekad akan menyosialisasikan ke media sosial bagaimana menghabiskan makanan dan apa bahayanya jika terbuang menjadi sampah. “Ini peran kita semua. Jangan sampai pesan acara ini lewat begitu saja. Kita harus menyosialisasikan di medsos bagaimana menghabiskan makanan dan apa bahaya sampah makanan, “pungkasnya.

*PS

Sumber;

Jawapos.com diakses 4 Mei 2022

Investor.id diakses 4 Mei 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: