Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Menyulap Sampah Popok Jadi Pupuk

edukasi, sampah, sungai, sampah sungai, pencemaran
  • 14 Januari 2022
  • 0 Komentar

Menyulap Sampah Popok Jadi Pupuk

Menyulap Sampah Popok Jadi Pupuk

Inovasi menyulap sampah popok sekali pakai menjadi pupuk sudah selayaknya ditebar di masyarakat. Dengan cara sederhana, sampah dari rumah ini bisa dikelola secara mandiri.

Jakarta (13/1/2022) Sudah jamak kita ketahui, persoalan sampah popok sekali pakai (pospak) menimbulkan banyak masalah lingkungan. Hal inilah yang membuat para pejuang lingkungan bergeliat mencari solusi. Sebut saja, Irwan Budiyanto, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Madiun, Jawa Timur.  Lulusan Magister Managemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada  ini mengolah sampah pospak menjadi media tanam dan pupuk cair.

Lewat berbagai referensi, Irwan mengolah pospak bekas dengan peralatan sederhana. Ia mengambil kandungan gel di dalam pospak. Kemudian menyiapkan mikro organisme lokal atau mol yang diproduksi sendiri dari berbagai bahan yakni keong, air kelapa, dan glukosa. Bila tak ingin repot, ada mikro organisme lokal instan yang bisa dibeli di toko pertanian.

Selanjutnya, gel dicampur dengan air dan mikro organisme lokal yang telah disiapkan. Perbandingannya, 1 liter air dicampur dengan 1 gelas mol. Tahap berikutnya, proses fermentasi hingga 14 hari sebelum digunakan sebagai media tanam. Setelah 14 hari, gel dari pospak dapat digunakan sebagai media tanam. Sedangkan airnya digunakan sebagai pupuk tanaman.

Di tempat lain, di Kota Tangerang, Muhliyatun alias Atoen  pun memiliki kegelisahan yang sama dengan Imran. Maka lewat komunitas Sarana Olah Sampah (SOS) yang diketuainya, ia menyulap pospak menjadi media tanam dan pupuk. Tahapan pembuatannya,yang pertama dilakukan adalah melakukan pencucian dan pemilahan pospak.

Seperti dikutip dari Tangerangkota.go.id, setelah dicuci, lanjut Atoen, bagian pospak yang berupa gel dipisahkan dengan bungkus berupa  plastik. Kemudian, gel tersebut dimasukan ke dalam kolam penampungan pertama dan diberi senyawa kimia yang nantinya akan menghasilkan cairan yang otomatis mengalir ke kolam kedua.

Cairan berwarna coklat pekat yang sudah masuk ke kolam kedua, lalu dimasukan ke alat pengomposan selama tiga hingga empat hari. Setelah itu air berubah warna menjadi kuning cerah dan perlu didiamkan pada jangka waktu sekitar lima hari. “Setelah di drum selama lima hari cairan berubah warna menjadi bening dan itu tandanya sudah siap digunakan sebagai pupuk cair,” terang Atoen.

Dalam  sehari, Atoen bisa mengolah limbah pospak sebanyak 50 kg dan menghasilkan 70 liter pupuk cair yang sudah dikemas dan siap untuk dibagikan. Selain menjadi pupuk, limbah pospak juga diolah menjadi energi baru yaitu berupa gas dan dimanfaatkan di lokasi pengolahan yang bertempat di TPS3R Benua Hijau Indonesia. 

Edukasi

Sahabat Revmen,  upaya yang dilakukan Atoen dan Irwan itu, dilakukan juga oleh Komunitas Rumah Diapers. Komunitas ini digagas oleh pihak Puskesmas Pulowijen, Malang, Jawa Timur. Berbeda dengan Irwan dan Atoen, Rumah Diapers cenderung mengolah dengan cara yang lebih sederhana. Komunitas ini merangkul ibu rumah tangga agar bisa mandiri mengelola sampah popok sekali pakai untuk dijadikan media tanam dan kerajinan.

Komunitas ini diinisiasi oleh Anita Resky DS, Pelaksana Sanitarian di Puskemas Polowijen, Malang. Rumah Diapers juga telah mendapatkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 lalu. Menurut Anita, sampah pospak yang terkesan menjijikkan dapat dimanfaatkankan dalam bidang pertanian maupun didaur ulang. Dalam bidang pertanian, gel yang terdapat di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk media tanam. Selain itu, sampah pospak juga bisa didaur ulang untuk dijadikan pot bunga, tas, wadah, serta berbagai pernak-pernik rumah tangga lainnya.

Yang utama, edukasi terus dilakukan dengan membiasakan masyarakat meengelola sampah pospaknya. Rumah diapers memberikan edukasi tidak hanya pada warga sekitar tapi juga melalui literasi daring bahwa pospak bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk untuk keperluan tanaman di rumah. 

Caranya sangat mudah. Keluarkan gel sampah pospak dan gel ini bisa langsung dicampur tanah dan dipakai sebagai pupuk tanaman. Sebagai catatan pospak bekas BAK (Buang Air Kecil) bisa untuk semua tanaman. Pospak bekas BAB (Buang Air Besar) hanya untuk tanaman hias saja.

Di Rumah Diapers juga banyak sekali pospak bekas hasil hibahan dari para pasien maupun masyarakat. "Di sini kami juga mencuci pospak dari pasien Puskesmas. Sesekali kami juga mengajarkan orang tua pasien untuk mencuci Diapers setelah dipakai," ucap Anita. Nah, sahabat Revmen, yuk ikuti jejak mereka. Jangan segan memberi contoh dengan mengelola sampah kita sendiri. #Ayoberubah #revolusimental #GerakanIndonesiabersih

 Reporter : PS

Sumber

1.    Tangerangkota.go.id diakses 13 Januari 2022

2.    Regional.kompas.com diakses 13 Januari 2022.

3.    Suryamalang.com diakses 13 Januari 2022

4.    Foto : klikhijau.com

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: