Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Menko PMK : Tanam Pohon, Mental Sadar Mitigasi Bencana

Menko PMK, GNRM, AKsi Nyata
  • 27 Juli 2022
  • 0 Komentar

Menko PMK : Tanam Pohon, Mental Sadar Mitigasi Bencana

“Saya menghimbau agar seluruh rektor dan seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa pecinta alam, untuk mensosialisasikan gerakan menanam sepuluh juta pohon dalam rangka mencegah terjadinya pemanasan global.”

Makassar (27/07/2022), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, peran civitas akademika sangat besar dalam mencegah pemanasan global. Civitas akademika dinilai lebih mampu memahami dan mengerti tentang permasalahan serta efek yang terjadi akibat pemanasan global.

“Oleh karena itu kita mengajak segenap civitas akademika untuk ikut serta dalam Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui gerakan menanam 10 juta pohon,” ungkap Muhadjir saat memimpin langsung penanaman pohon di Universitas Hasanuddin, Makassar (26/7).

Menurut Muhadjir penanaman pohon merupakan investasi untuk masa depan dengan membangun mental yang sadar mitigasi bencana serta peduli terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, penanaman pohon buah khususnya, juga merupakan upaya membangun ketahanan pangan sekaligus sebagai instrumen tambahan untuk pengurangan stunting.

“Saya menghimbau kepada seluruh rektor dan seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa pecinta alam, untuk mensosialisasikan gerakan menanam sepuluh juta pohon dalam rangka mencegah terjadinya pemanasan global,” ucap Muhadjir

Dalam gerakan tersebut, Muhadjir juga mengatakan, penanaman 10 juta pohon tidak boleh sebatas aksi penanamannya saja namun pemeliharaannya juga harus terus berjalan. “Setelah ini jangan dibiarkan begitu saja sampai layu, harus dijaga dan dipelihara agar nanti kita bisa menuainya,” kata Menko PMK.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pertanian terus memberikan dukungan berupa bibit siap tanam. Kali ini, kegiatan penanaman didukung dengan 2.500 bibit yang disalurkan dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Beberapa jenis tanaman yang ditanam adalah pohon mahoni, eboni dan pohon buah.

Sementara itu Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa mengatakan pihaknya akan berkomitmen untuk terus melanjutkan gerakan penanaman pohon di lingkungan kampus, maupun di lingkungan masyarakat.

“Sebagai keluarga besar Unhas dan masyarakat Sulsel, kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari proses menggenapkan 10 juta pohon. Kedepan kita akan terus mendukung dan melestarikan budaya menanam pohon bukan hanya di Unhas tapi juga di berbagai kota di Sulsel,” ujarnya.

Berbagai jenis pohon seperti jati, matoa, mahoni, trembesi, tabe buya dan beberapa jenis pohon buah tumbuh subur di lahan kampus Unhas seluas 220 hektar. “Pohon-pohon tersebut kami pelihara dan rawat dengan baik sebagai warisan dari pendahulu kami yang merancang dan membangun kampus Unhas ini sebagai kampus hijau (green campus), yang pada akhirnya menjadi hutan kota dan menjadi bahagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Makassar,” imbuh Jamaluddin Jompa

Turut hadir dalam kegitan tersebut, Mantan Menteri Pertanian Periode 2014-2019 Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Muhammad Ansar, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo, Perwakilan dari Kemenpan RB, Kemendagri, Kemenko Perekonomian, Kemenko Polhukam, dan Kemenko Marves selaku Koordinator Program Gerakan GNRM.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: