Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Menko PMK : Ponpes Ngruki Harus Buka Lembaran Baru

GNRM, Penanaman Sepuluh JUta Pohon, Menko PMK
  • 21 Agustus 2022
  • 0 Komentar

Menko PMK : Ponpes Ngruki Harus Buka Lembaran Baru

Menko PMK berharap santri dan para alumni Ponpes Ngruki membuat lompatan ke depan untuk negeri. Dengan memperlakukan ponpes sebagai rahim kedua setelah ibunya.

Jakarta(21/08/2022), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri silaturahmi akbar dalam acara puncak Setengah Abad Khidmat Pondok Ngruki untuk Negeri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin atau lebih dikenal sebagai Ponpes Ngruki di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (21/8).

Muhadjir menjelaskan, dengan usia setengah abad ini diharapkan bisa menjadi titik tolak bagi Ponpes Al Mukmin Ngruki untuk membuka lembaran baru. Lembaran yang akan memberikan kesempatan para alumninya untuk memberikan yang terbaik untuk umat Islam, nusa, dan bangsa.

"Waktu 50 tahun itu merupakan waktu yang cukup untuk membuat lompatan ke depan. Maka saya berharap Ponpes Al Mukmin Ngruki ini membuat lembaran baru untuk mengisi masa depan," ungkap Muhadjir seraya berharap keterlibatan para alumni yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.

"Bentuknya semakin lebih terbuka , Alumninya  sudah 16 ribu. Alumni harus ikut membangun bersama-sama bangsa Indonesia, karena alumni ini harus memperlakukan pondok ini sebagai rahim kedua setelah ibunya," paparnya.

"Jadi kecintaan dia, pengabdiannya harus bagaimana dia mengabdi kepada kedua orang tuanya. Kenapa, karena ini adalah almamater atau rahim, itu yang saya tekannya kepada alumni," jelas dia.

Muhadjir juga meminta kepada para alumni Ponpes Ngruki untuk tidak malu-malu tapi harus berani. Muhadjir pun bercerita bahwa alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki memiliki dedikasi yang tinggi.

"Saya tahu para alumni Ponpes Ngruki memiliki dedikasi sangat tinggi. Kenapa demikian, saya katakan karena di kantor saya di Kemenko PMK juga ada alumni dari Ponpes Al Mukmin Ngruki ini," ujarnya. Alumni tersebut menurut Muhadjir memiliki tanggung jawab tugas yang tinggi. Dia mengurusi kerjasama luar negeri Kemenko PMK.

"Dan yang dia pegang sekarang tidak tanggung-tanggung. Kebetulan perempuan dan dia sekarang mengurusi mengurusi kerja sama luar negeri Kemenko PMK. Punya dedikasi yang tinggi," jelasnya.

Muhadjir pun mengaku baru tahu ada pegawainya dari Ponpes Ngruki setelah Muhadjir memimpin upacara kemerdekaan RI di Ponpes Ngruki.

"Setelah saya memimpin upacara (di Ngruki) baru ngaku (dia) kalau alumni ngruki. Kenapa kok kamu nggak bilang kalau dulu dari Ngruki, 'ah saya kira tahu sendiri'," kata Muhadjir menirukan percakapannya dengan alumni Ngruki tersebut. Jadi, menurut Muhadjir, para alumni harus percaya diri.

Penyerahan Bibit Buah

Muhadjir menambahkan, kedatangannya bukan atas keinginan pribadi. Tapi atas perintah Presiden Jokowi sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu bergotong-royong bersama para alumni serta pengurus pesantren membangun Ponpes Ngruki menjadi lebih baik.

"Saya diperintah untuk terus membantu dan memberikan dukungan. Atas nama pribadi maupun pemerintah saya menyampaikan  terima kasih kepada Ponpes Al Mukmin Ngruki atas dedikasinya yang telah berkontribusi mencerdaskan bangsa, pembentukan karakter, dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan nasional," pungkasnya.

Hadir bersama Menko PMK,  pendiri ponpes Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir dan pimpinan pondok modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal. Acara juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo Gunawan Wibisono, Wakil Kapolres Sukoharjo Teguh Prasetyo, Staf Khusus Menko PMK M Khoirul Muttaqin dan Ravik Karsidi, Deputi V Kemenko PMK Didik Suhardi.

Dalam acara tersebut Muhadjir juga turut menanam satu pohon sukun secara simbolis sebagai rangkain Aksi Penanaman Sepuluh Juta Pohon sebagai Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Aksi penanaman pohon buah di lingkungan ponpes diharapkan selain untuk penghijauan dan mengatasi perubahan iklim yang tercakup dalam Gerakan Indonesia Bersih juga bisa menjadi upaya swadaya pangan di lingkungan ponpes.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi menyebutkan penyediaan pangan selain bahan baku makanan, ketersediaan buah-buahan juga perlu diperhatikan. Hal ini karena banyaknya impor buah-buahan di Indonesia yang luar biasa.

“Hal ini agak ironis, Indonesia yang katanya negara agraris tapi disisi lain impor buah mencapai triliunan. Oleh karena itu Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon ini kita banyak menanam pohon buah. Dengan aksi ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan nilai gotong royong dan akan terjadi kemandirian pangan. Kita harus bangkit dan menuju kesejahteraan melalui GNRM,” ungkapnya.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo menyediakan 1200 bibit pohon yang disebar di berbagai pondok pesantren seputar Ngruki. Adapun tanaman pohon itu berupa tanaman buah yakni alpukat, nangka, pete, jengkol, durian, mangga, rambutan, jambu biji, jambu air,  matoa, sukun, juwet atau jamblang.

*ps

Foto :Dero/GTN GNRM

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: