Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Menko PMK Ajak MATAKIN Jadi Arus Utama Pembangunan

MATAKIN, Menko PMK, GNRM
  • 14 Agustus 2022
  • 0 Komentar

Menko PMK Ajak MATAKIN Jadi Arus Utama Pembangunan

Menko PMK mengapresiasi Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang tetap menjadi arus utama pembangunan Indonesia.

Jakarta (14/08/2022), Dinamika sosial di kalangan warga kita, ketika berada pada level nyaman, biasanya kehilangan kewaspadaan, kehilangan kesempatan belajar hidup, dan tidak kompetitif. Hal ini berbeda dengan mereka yang terpinggirkan, mereka memiliki motivasi tinggi untuk berjuang. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang tetap menjadi arus utama pembangunan Indonesia.

Dalam acara Penyerahan Bibit Pohon untuk Rumah Ibadah Konghucu dalam rangka Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon untuk Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Sabtu (13/8), Muhadjir mengakui bahwa kondisi bangsa  belum baik.

“Hal ini  tergambar pada kehidupan hierarki sosial maupun dalam hubungan mayoritas dan minoritas. Yang posisi mayoritas ada dalam zona nyaman, Yang  kecil harus berjuang keras sampai berhasil. Melihat minoritas berhasil yang besar kemudian mencari alat pembenar dengan politik identitas. Kenyataan ini menunjukkan tanda-tanda negara belum baik-baik saja,” urai Muhadjir.

Maka, salah satu tugas Kemenko PMK adalah  menghimpun semua elemen anak bangsa untuk menjadi arus utama membangun bangsa ini. “Jangan ada anak bangsa yang tertinggal, jadi outlier baik secara suku, agama, dan lain-lain. Untuk itu sebagai bangsa yang majemuk, saya senang sekali dengan kegigihan Bapak Ibu yang tergabung dalam Matakin menghilangkan outlier,” terang Muhadjir seraya memuji peranan MATAKIN dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Muhadjir juga mengucapkan terima kasih atas dukungan MATAKIN dalam Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon. Muhadjir menjelaskan, menanam pohon sama dengan memberi kehidupan bagi seluruh manusia. Hal itu dikarenakan pohon menghasilkan kebutuhan dasar manusia untuk hidup yaitu oksigen.

"Ketika kita menanam pohon pada dasarnya kita menghidupkan manusia. Karena apa yang dibuang pohon yaitu oksigen itu kebutuhan manusia, dan sebaliknya apa yang kita keluarkan yakni karbon dioksida itu makanan pohon," jelasnya.


Kata Muhadjir, melestarikan ekosistem dengan menanam pohon akan terus membuat kehidupan manusia tetap harmonis. Selain sebagai penghasil oksigen, dia memaparkan, pohon juga sangat memiliki peran besar seperti mencegah banjir dan longsor.

"Kita bergerak menanam pohon ini untuk membangun kehidupan. Ketika kita menanam pohon itu memperpanjang kehidupan kita sendiri," ucapnya.

Selain itu, yang paling vital juga, peran pohon juga sangat penting mencegah pemanasan global. Apalagi, dewasa ini karena maraknya deforestasi dan penebangan hutan membuat anomali cuaca dan efek rumah kaca semakin parah. Karenanya, dia menyebut menanam pohon ini dalam konteks global berkaitan dengan hidup matinya warga dunia.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat  MATAKIN,  Budi Santoso Tanuwibowo. Dalam sambutannya, Budi Santosa mengingatkan kerakusan manusia dalam mengeksploitasi alam sehingga ekosistem jadi rusak.

“Manusia itu, berlebihan tidak cukup. Kekurangan apalagi, tidak cukup. Sebaiknya tetaplah berada di tengah, jangan rakus. Sebab untuk mengoreksi kesalahan itu sangat mahal, apalagi lingkungan. Lingkungan rusak, alam tidak rugi, manusia lah yang mati,” urai Budi.

Selain penyerahan bibit pohon, kegiatan yang berlangsung di Hotel Hariston Jakarta itu juga diisi dengan seminar Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) dari MAKIN Provinsi DKI Jakarta, MAKIN Provinsi Banten, dan MAKIN Tangerang. Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Menko PMK, Prof Ravik Karsidi dan Asisten Deputi Revolusi Mental Katiman Kartowinomo memberikan materi GNRM kepada para peserta. *ps

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: