Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Menjadi Ibu yang Baik di Era Modern

Sebagai orangtua, ibu memiliki tanggung jawab dan peran khusus terhadap pola asuh anak
  • 15 September 2021
  • 0 Komentar

Menjadi Ibu yang Baik di Era Modern

Di era modern, tanggung jawab ibu dalam mengasuh anak tetap perlu dipenuhi karena memiliki peran khusus yang berpengaruh bagi tumbuh kembang anak.

 

Jakarta (07/09/2021) Sobat Revmen, di era modern saat ini kaum perempuan tak lagi dipandang sebelah mata dan hanya berkutat pada urusan domestik rumah belaka. Berkat semangat emansipasi, kaum perempuan mampu untuk berkiprah dan berkarier pula dalam berbagai bidang yang setara dengan laki-laki. Pun begitu halnya ketika menikah dan memiliki anak, banyak perempuan memilih tetap bekerja sembari mengemban tanggung jawab sebagai seorang ibu dalam mengasuh anak-anak. Ya, baik ibu maupun ayah memang memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak, tapi keduanya memiliki peran yang berbeda bagi perkembangan anak lho, sobat Revmen! Yuk, kita cari tahu lebih lanjut!

 

Alih-alih hanya sebatas memenuhi kebutuhan materiil anak dan melepaskan tanggung jawab pendidikan anak pada institusi sekolah formal, sejatinya dari kedua orangtuanya lah anak belajar berbagai macam nilai sebagai modal dasar pembentukan karakter dan kepribadian. Ayah dan ibu merupakan sosok penting dalam keluarga, sehingga peran keduanya harus dijalankan dengan selaras. Di mana baik ayah maupun ibu memiliki peran khususnya masing-masing dalam pengasuhan yang berpengaruh pada aspek tumbuh kembang anak. Sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat, keluarga juga menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan manusia. Oleh karenanya, penting kiranya untuk tetap menjaga kebersamaan keluarga di rumah yang menjadi wahana pendidikan pertama anak sebelum terjun di masyarakat.

 

Seorang ibu misalnya, memiliki peran untuk melahirkan dan memberikan ASI pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Di samping itu, ibu berperan untuk memberikan rasa aman pada anak yang merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan anak. Jika memiliki rasa aman, maka anak pun akan memiliki keamanan emosional, percaya diri dan memiliki gambaran yang positif terhadap dirinya, lebih kooperatif, serta dapat lebih mudah menyesuaikan diri. Sebaliknya, jika anak tidak memperoleh rasa aman, dapat menyebabkan anak mempunyai banyak masalah emosional maupun psikologis.

 

Setali tiga uang dengan hal di atas, seorang ibu berperan membangun dan mengembangkan ikatan emosional (emotional bonding) dengan anak. Ibu menjadi orang utama yang hadir di awal-awal kehidupan anak sehingga anak akan belajar emosi pertamanya kepada sosok ibu, yang nantinya mempengaruhi pula cara anak berperilaku dalam pengaturan sosial dan emosional di tahun-tahun berikutnya. Di samping aspek emosional, seorang ibu juga berperan untuk merangsang mental dan kemampuan kognitif anak agar kuat menghadapi dunia luar.

 

Di tengah kesibukan bekerja dan tuntutan zaman yang semakin kompleks, beberapa hal ini kiranya bisa menjadi tips yang perlu diperhatikan bagi ibu modern dalam pengasuhan anak. Pertama, sediakan porsi waktu untuk hadir secara langsung mengasuh dan mendampingi anak, sehingga memahami kondisi-kondisi yang dihadapi buah hati ___ alih-alih sekedar melepaskan atau menitipkannya pada tangan orang ketiga seperti pembantu ataupun mertua. Rasa aman pun dapat muncul dalam diri anak anak bila orangtua terlibat secara emosional dan responsif mengenai kebutuhan-kebutuhan anak.

 

Kedua, jadilah model dan teladan yang baik untuk anak ___ sehingga anak dapat lebih mudah mengerti ketimbang hanya lewat kata-kata. Dengan mencoba melibatkan anak dalam sebagian besar kegiatan baik di dalam ataupun di luar rumah, anak dapat melihat dan mempelajari contoh langsung bagaimana cara ibu mengelola berbagai hal. Teladan baik tersebut juga menyangkut nilai-nilai yang ingin ditanamkan pada anak seperti nilai-nilai kejujuran, ketulusan, dan kebaikan. Pun begitu halnya dengan tiga nilai Revolusi Mental yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong yang patut pula diinternalisasi pada anak sejak dini.

 

Ketiga, mengarahkan anak agar menggunakan gawai untuk hal yang positif, sekaligus mengawasi penggunaannya tanpa membuat anak merasa dikekang. Di mana di era modern saat ini, anak-anak dapat dengan mudahnya mengakses informasi apapun dalam genggaman ___ termasuk berbagai konten negatif. Oleh karenanya, di samping perlu memberikan alternatif kegiatan positif lain dan mengajarkan literasi digital pada anak, ibu selaku orangtua pun harus membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi, serta tren yang sedang digandrungi anak-anak. Sehingga dapat mengetahui dan mengantisipasi bahaya nyata dari penggunaan gawai dan media sosial pada anak itu sendiri. 

 

Wah, ternyata peran khusus ibu dalam mengasuh dan mendidik anak amat signifikan, bukan? Oleh karenanya, di tengah kesibukan era modern saat ini mari perkuat kembali kerjasama dan pembagian peran sebagai orangtua dalam mengasuh anak! Dengan begitu sobat Revmen sekaligus berpartisipasi dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh dan berkualitas, sebagaimana salah satu Kegiatan Prioritas (KP) yang dicanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, lho! Ingat, orangtua yang cerdas dalam mendidik anak, maka akan melahirkan pula generasi cerdas yang mampu mengembangkan potensi dirinya secara maksimal ___ baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Tentunya cerdas perlu dibarengi pula dengan karakter integritas, etos kerja, dan gotong royong yha, sobat Revmen! #AyoBerubah #KeluargaIndonesia

 

Sumber Foto:

https://www.orami.co.id/magazine/4-cara-agar-anak-perempuan-lebih-terbuka-pada-ibu

 

Referensi:

Parenting.co.id

Hellosehat.com, 02/06/21

Wolipop.detik.com, 27/05/16

Fimela.com, 19/09/19

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: