Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MENGHALANGI LAJU MOBIL AMBULANS BISA TERANCAM PIDANA

Ambulans Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • 27 Mei 2021
  • 0 Komentar

MENGHALANGI LAJU MOBIL AMBULANS BISA TERANCAM PIDANA

Banyak contoh pengendara masih belum taat pada aturan dan masih miskin empati di jalanan. Mereka menghalangi ambulans yang merupakan kendaraan prioritas untuk didahulukan.

 

Jakarta (22/05/2021) Sobat Revmen sudah tahu kan, bahwa ada beberapa kendaraan di jalan raya yang memiliki prioritas untuk didahulukan. Ambulans merupakan salah satu dari kendaraan yang memiliki prioritas tersebut. Sekedar mengingatkan kembali, berikut 7 jenis kendaraan yang mendapat prioritas berdasarkan peraturan yang berlaku.

 

Menurut UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada pasal 134 tertulis: “Pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut; a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas; b. ambulans yang mengangkut orang sakit; c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas; d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia; e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara; f. iring-iringan pengantar jenazah; dan g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

 

Masih menurut UU Nomor 22 Tahun 2009, pada Pasal 287 ayat 4, sanksi bagi pelanggar bisa berupa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda uang paling banyak Rp 250.000.. Pelanggar yang dimaksud misalnya adalah pengendara yang menghalangi laju mobil ambulans yang sudah memberikan tanda-tanda untuk diberikan prioritas, berupa sirine dan tanda-tanda lain.

 

Banyak contoh pengendara masih belum taat pada aturan dan masih miskin empati. Pada tahun 2020 misalnya sempat viral pengendara mobil Nissan Juke berwarna putih yang menghalangi laju ambulans di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Warga di sekitar lokasi sempat geram dan segera meminta pengendara untuk menepi dan membiarkan ambulans melaju. Belum lama ini juga sempat viral sebuah mobil Honda Brio putih menghalangi laju ambulans di Kabupaten Tangerang. Menurut laporan dari CNN Indonesia, mobil ambulans yang dihalangi sedang membawa ibu hamil menuju rumah sakit. Atas dua contoh kasus tersebut, polisi memastikan bahwa pengendara dapat dikenai pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009.

 

Masih terdapat beberapa kasus lain yang serupa. Maka tidak heran jika ada sebagian masyarakat yang berinisiatif untuk membantu mobil ambulans di jalan. Mungkin Sobat Revmen pernah melihat ada pengendara motor yang menjadi relawan dan meminta pengendara lain untuk memberi jalan ambulans atau membantu membuka jalan di depan saat ambulans melaju. Para relawan itu umumnya bukan pihak keluarga, bukan pihak rumah sakit, bukan pula pihak kepolisian. Mereka hanya warga biasa seperti kita. Mereka merupakan pengguna jalan yang memiliki empati lebih terhadap orang lain. Mereka juga menunjukan kepada pengguna jalan lain agar mendahulukan ambulans di banding diri sendiri. Namun tentu saja untuk menjadi relawan seperti demikian tidak boleh sembarangan, apalagi ugal-ugalan. Sebab tetap ada aturan yang harus dipatuhi.

 

Sobat Revmen, melalui berbagai kasus penghalangan mobil ambulans yang terjadi, kita sebenarnya tidak hanya wajib mematuhi peraturan lalu lintas, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran dan hati nurani agar dapat menghormati pengguna jalan yang lebih membutuhkan. Tujuh jenis kendaraan yang diprioritaskan oleh UU bukan tanpa alasan, melainkan karena ada kepentingan mendesak yang diemban. 

 

 

Referensi:

 

Yurudis.id. (2019). Available at: https://yuridis.id/tidak-memberi-jalan-kepada-ambulance-ternyata-melanggar-aturan-hukum/. Diakses tanggal 17 Mei 2021.

 

Youtube.com. (2021). Available at: https://www.youtube.com/watch?v=N6gitHqzUXA. Diakses tanggal 17 Mei 2021.

 

Youtube.com. (2020). Available at: https://www.youtube.com/watch?v=HJqSXZSLNnc. Diakses tanggal 17 Mei 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: