Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN

Upacara bendera SMA Budi Utomo Perak
  • 31 Mei 2021
  • 0 Komentar

MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN

Beberapa negara, seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, Swiss atau Jerman memiliki tingkat disiplin yang tinggi. Tidak mengehrankan jika negara-negara tersebut sangat maju. Disiplin telah menjadi aset penting dalam pembangunan di negara-negara maju.

 

Jakarta (27/05/2021) Tidak dapat disangsikan lagi bahwa Jepang merupakan salah satu negara paling disiplin di dunia. Masyarakat Jepang berdisiplin bukan saja karena patuh pada peraturan, melainkan juga karena mereka “merasa perlu” untuk berdisiplin. Jadi disiplin pada bangsa Jepang terkait pada faktor hukum, faktor sosial, faktor individual dan faktor kultural sekaligus.

 

Sebagai contoh, masyarakat Jepang tidak akan merokok sembarangan, terutama di lokasi-lokasi yang terdapat tanda dilarang merokok. Mereka mematuhinya. Mereka melakukan itu bukan karena takut dihukum jika ketahuan oleh pihak yang berwenang, melainkan merasa malu pada diri sendiri jika melanggarnya.

 

Selain Jepang, bangsa Swiss juga terkenal sangat disiplin. Bagi warga Swiss, datang tepat waktu adalah hal yang kruial dan menjadi bagian dari sikap menghormati orang lain. Di Swiss, jadwal kereta api, taksi dan bus selalu tepat waktu. Fasilitas umum, seperti toilet, juga sangat bersih. Setiap hari, kedai kopi hanya akan ramai pengunjung pada pukul empat sore. Hal itu lantaran semua orang akan tertib mengambil jam istirahat mereka persis pukul empat tepat.

 

Bagi bangsa Jepang, Swiss dan beberapa negara lain yang menganut disiplin tinggi, menganggap bahwa disiplin dapat menjadi aset penting bagi diri sendiri, bagi bangsa dan bagi negara. Melalui kedisiplinan, sebuah bangsa dapat melakukan hal-hal besar dan produktif.

 

Pada tahun 1937, Napoleon Hill membuat buku berjudul “Think and Grow Rich.” Salah satu diksi yang paling terkenal dalam tulisan Hill adalah kalimat yang menyatakan bahwa kunci kesuksesan paling penting tidak lain adalah disiplin diri (self-discipline). Disiplin dapat membuat seorang individu mengontrol pikiran, perasaan dan perbuatannya untuk tetap pada jalur (on track) yang sudah ditetapkan.

 

Mungkin sobat Revmen bertanya-tanya, apa sih yang dimaksud dengan disiplin? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu pengertian disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya). Dalam pengertian disiplin tersebut, ada 2 kata kunci utama, yakni taat (patuh) dan aturan (tata tertib). Hal ini dapat dimaknai bahwa disiplin tumbuh dari sikap patuh dalam diri seseorang untuk mengikuti aturan yang telah dibuat untuk diri maupun lingkungan sekitarnya.

 

Penerapan disiplin mempunyai tujuan yang beragam. Salah satunya adalah mengembangkan pribadi yang dapat mengendalikan diri dengan baik. Saat sesorang terikat dengan peraturan dan berusaha mematuhinya, hal ini dapat menghindarkannya dalam berlaku secara semena-mena dan diluar kendali. Hal ini juga dapat mengurangi resiko gesekan sosial yang mungkin terjadi dalam anggota masyarakat. Maka dari itu, disiplin juga bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan damai.

 

Menurut Adhvara (2010), disiplin memiliki manfaat, yaitu antara lain dapat menumbuhkan tenggang rasa, keteraturan, kepedulian, kepercayaan diri, kemandirian, kepatuhan dan dapat menjadi solusi untuk menghadapi masalah. Maka disiplin dapat menjadi aset penting bagi pembangunan bangsa dan negara.

 

Sobat Revmen, untuk menjadi bangsa yang disiplin tidak mudah. Kita memerlukan waktu dan proses yang panjang. Namun jika dilakukan sekarang secara serempak, ke depan bangsa ini akan menjadi lebih besar di mata dunia. Kita juga perlu menanamkan disiplin pada anak-anak sejak dini, seperti membiasakan anak untuk sabar mengantri, tidak membuang sampah sembarangan, mentaati peraturan atau sekedar menyiram pipisnya sendiri secara konsisten. #AyoBerubah.

 

Referensi:

Hasiyati. (2018). Available at: https://pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id/artikel/disiplin-membangun-karakter-bangsa/. Diakses tanggal 20 Mei 2021.

 

Travel.detik.com. (2019). Available at: https://travel.detik.com/international-destination/d-4435274/mengapa-orang-jepang-begitu-disiplin. Diakses tanggal 20 Mei 2021.

 

Travel.dream.co.id. (2016). Available at: https://travel.dream.co.id/destination/orang-orang-di-negara-ini-terkenal-paling-tepat-waktu-160729x.html. Diakses tanggal 20 Mei 2021.

 


Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: