Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MEMBACA PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL

Diskusi Milenial & Politik yang diselenggarakan Indosterling Forum
  • 24 Agustus 2021
  • 0 Komentar

MEMBACA PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL

Dalam proses politik, terdapat kelompok-kelompok di tengah masyarakat yang dapat menentukan tinggi rendahnya tingkat partisipasi politik. Salah satunya adalah anak-anak muda.

 

Jakarta (27/05/2021) Jantung merupakan salah satu ukuran bagi makhluk hidup untuk dinilai apakah dia masih hidup atau sudah wafat. Namun bukan hanya makhluk hidup yang memiliki jantung, demokrasi juga memilikinya. Jantung dari teori dan praktik demokrasi adalah partisipasi aktif warga negara dalam setiap proses politik. Tanpa partisipasi warga, demokrasi dapat dibilang sudah mati. Beruntunglah detakan jantung demokrasi di Indonesia masih berpacu seiring tetap tingginya partisipasi politik masyarakat. Hal ini misalnya bisa dilihat dari laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu tahun 2019. Menurut KPU angka partisipasi pemilih pada pemilu 2019 mencapai 81 persen.

 

Jika melihat program pemerintah dalam Gerakan Indonesia Bersatu, partisipasi politik warga mendapatkan titik tekan yang penting. Salah satu pendekatan dalam Gerakan Indonesia Bersatu adalah meningkatkan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi Pancasila, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi politik dalam pemilu atau pilkada, menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik, serta hal-hal lain yang berkaitan. Umumnya, partisipasi politik diukur dari tingkat keikutsertaan dalam pemilu atau pilkada. Namun tentu saja partisipasi dalam pemilu atau pilkada hanya salah satu bentuk dalam proses politik. Masih banyak bentuk partisipasi politik lain dalam proses politik, seperti menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, membangun opini publik melalui media, ikut serta dalam forum pemilihan ketua RT, dan lain sebagainya.


Dalam proses politik, terdapat kelompok-kelompok di tengah masyarakat yang dapat menentukan tinggi rendahnya tingkat partisipasi politik. Salah satunya adalah anak-anak muda. Anak-anak muda terbagi menjadi kelompok generasi Z dan generasi Milenial. Jika menggunakan penggolongan kelompok penduduk milik William H. Frey, maka yang disebut dengan generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga tahun 2012 (berusia 9-24 tahun). Sementara generasi Milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 hingga tahun 1996 (berusia 25-40 tahun).

 

Generasi Milenial menjadi kelompok penduduk yang paling diperebutkan dalam pemilu tahun 2019. Wajar, sebab secara jumlah, menurut data BPS tahun 2020, generasi Milenial cukup banyak, yakni berjumlah 69,90 juta jiwa atau setara dengan 25,87 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 270,2 juta jiwa. Angka ini, di samping karakter generasi Milenial itu sendiri, merupakan faktor signifikan dalam proses politik di Indonesia.