Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Masuk RPJMN 2020-2024, Revolusi Mental Dilanjutkan Melalui Revitalisasi

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) digelar sehubungan ditetapkannya Revolusi Mental  pada RPJMN 2020-2024 yang akan dilanjutkan melalui Revitalisasi Revolusi Mental
  • 21 Juni 2021
  • 0 Komentar

Masuk RPJMN 2020-2024, Revolusi Mental Dilanjutkan Melalui Revitalisasi

Rakornas lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah digelar sehubungan ditetapkannya Revolusi Mental sebagai salah satu Prioritas Nasional (PN) pada RPJMN 2020-2024 yang akan dilanjutkan melalui Revitalisasi Revolusi Mental.

 

Jakarta (11/06/2021) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah hari ini, Rabu (9/6). Rakornas tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan pelaksanaan program/kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sehubungan dengan ditetapkannya Revolusi Mental sebagai salah satu dari tujuh Prioritas Nasional (PN) pada RPJMN 2020-2024. Di mana pembangunan Revolusi Mental pada periode 2020-2024 dilanjutkan melalui Revitalisasi Revolusi Mental.

 

Revitalisasi Revolusi Mental sendiri secara spesifik menyasar pada enam bidang utama, yaitu pendidikan, tata kelola pemerintahan, sistem sosial, pusat–pusat perubahan, ekonomi kerakyatan, dan pembinaan ideologi Pancasila. Lebih lanjut, Revitalisasi Revolusi Mental harus menjadi strategi pembangunan manusia dan kebudayaan yang terus-menerus diinternalisasi dalam sistem pembangunan, sehingga menjadi sistemik serta mengalami pembudayaan dalam perilaku sehari-hari. Hal ini menunjukkan keberlanjutan dan peningkatan arti penting pembangunan Revolusi Mental dari yang semula dilakukan bersifat internalisasi Revolusi Mental, kemudian menjadi Revitalisasi Revolusi Mental.

 

“Ini adalah suatu revitalisasi penguatan dari pada Revolusi Mental itu sendiri,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Nyoman Shuida, yang ditemui di sela Rakornas berlangsung di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Rabu (9/6)

 

Menurut Nyoman Shuida, perjalanan Revolusi Mental mengalami metamorfosis yang cukup strategis. Dari yang sebelumnya hanya main streaming rencana nasional periode 2014-2019, menjadi Prioritas Nasional (PN) pada RPJMN 2020-2024. Sehingga, sambungnya, dapat menjadi salah satu sumber atau dasar hukum dari masing-masing kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah untuk mengalokasikan program kegiatan dan anggarannya terkait Revolusi Mental sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

 

Sementara itu Ketua I Tim Ahli Gugus Tugas Nasional GNRM, Prof. Ravik Karsidi, menekankan Revitalisasi Revolusi Mental harus mampu diejawantahkan menjadi gerakan massal yang melibatkan seluruh komponen masyarakat baik pemerintah, komunitas masyarakat, pendidikan, dunia usaha atau industri, hingga media atau yang disebut skema Penta-Helix. Sejumlah kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah pun menurutnya sudah menjalankan Revolusi Mental sebagai program atau best practice, hanya saja perlu direvitalisasi atau diperkuat lagi ke depannya ___ termasuk mengeksplisitkannya dalam hal penamaan.  

 

“Di daerah-daerah itu mungkin jauh lebih banyak yang sudah melakukan tapi belum dikasih nama. Sekarang dicatat, diberikan nama, naming-nya harus ada, dan kemudian dari 514 kabupaten/kota itu semua punya program Revolusi Mental sehingga betul-betul ini menjadi gerakan Revolusi Mental. Berilah karakter itu Revolusi Mental, seperti halnya Inpres Nomor 12 Tahun 2016 sudah menyebutnya jelas-jelas Revolusi Mental. Nah, itu revitalisasi artinya apa-apa yang sebenarnya sudah dilakukan, belum secara resmi dinyatakan, dinyatakan saja!”, terang Prof. Ravik Karsidi.

 

Adapun Anggota Tim Ahli Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Alissa Wahid, memaparkan perihal peta jalan Revolusi Mental ke depan. Di mana pada  2021, Revolusi Mental berfokus dalam tata kelola pemerintahan dan sistem pendidikan. Sedangkan pada 2022, fokus dalam sistem sosial, penguatan pusat perubahan, dan pembinaan ideologi Pancasila. Lalu pada 2023, fokus dalam sistem ekonomi kerakyatan, dan pada 2024 mewujudkan Revolusi Mental dan pembinaan ideologi Pancasila berkelanjutan. Ia pun mengingatkan, target Revolusi Mental dengan muatan fokus Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong yang perlu diperkuat tersebut, bermuara perubahan pada tingkat penyelenggara negara maupun masyarakat itu sendiri.

 

“Jadi apa yang perlu kita lakukan dengan anak muda benar-benar meningkatkan etos kerja, supaya kita menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul punya daya saing. Meningkatkan integritas, supaya kita bisa mengendalikan perubahan bangsa, dan terakhir meningkatkan semangat gotong royong,” tutup Alissa.

 

Rakornas dengan tajuk 'Bersama Merajut Negeri Hadapi Pandemi' yang diselenggarakan kombinasi secara luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan) tersebut, mengundang para koordinator Gerakan GNRM di tingkat Pusat yakni, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kemenko Perekonomian, Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terdiri dari Sekretaris Daerah,  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.

 

Salah satu perwakilan pemerintah provinsi yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Utara, Suriansyah, yang hadir dalam Rakornas mengungkapkan bahwa Kaltara sebagai provinsi termuda Indonesia sudah melaksanakan berbagai program atau best practice terkait Revolusi Mental. Program-program itu, sambungnya, terkait dengan budaya kerja Pemda Kaltara yang disebut dengan IKHLAS ___ yang merupakan akronim dari “Integritas, Komitmen, Khazanah, Loyalitas, Akuntabilitas, Semangat”. Budaya kerja Kaltara yang merujuk pada pelaksanaan Gerakan Indonesia Melayani itu menurut Suriansyah sejalan dengan tiga nilai GNRM, yaitu Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong.

 

“Misalnya saja untuk Indonesia Melayani, bagaimana kami melayani publik terutama yang menjadi akses masyarakat. Misalnya di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bagian perizinan, kemudian di rumah sakit (RS), di Samsat. Nah, bagaimana mereka melayani publik itu dengan berintegritas, dengan semangat kerja yang tinggi, serta bekerja sama atau bergotong royong,” papar Suriansyah, yang ditemui usai mengikuti jalannya Rakornas.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sulawesi Utara, Evans Steven Liow, merasa bersyukur karena Minahasa Utara (Minut) ditunjuk sebagai daerah pilot project Kabupaten Bumi Revolusi Mental. Pun begitu halnya, dengan Sulut yang pada tahun lalu menjadi pilot project Revolusi Mental. Evans juga mengungkapkan sambutan positif generasi milenial di Sulut dalam keterlibatan pelaksanaan GNRM. Keterlibatan kelompok milenial, sambungnya, terwujud dalam gerakan menanam, gerakan usaha mandiri lewat koperasi dan kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan setiap bulan sekali.

 

“Bahkan di sekolah mulai pekan depan akan dilantik kader milenial Revolusi Mental, dan akan dijadikan pilot project untuk kegiatan 5 gerakan yang dilaksanakan di sekolah. Salah satu di antaranya Gerakan Indonesia Bersatu. Jadi ada untuk mendukung kegiatan kerukunan dan toleransi di SMA Negeri 1 Manado, dan untuk di SMA Negeri 9 Manado itu Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk mendukung kegiatan program kader bela negara. Nanti di sekolah pertanian untuk kegiatan program kembali berkebun,” jelas Evans.

 

Sebagaimana diketahui, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) adalah upaya kolektif bangsa Indonesia, baik penyelenggara negara, dunia usaha, maupun masyarakat, mewujudkan perilaku baru yang berorientasi pada kemajuan melalui internalisasi nilai-nilai strategis instrumental Revolusi Mental meliputi integritas, etos kerja, dan gotong royong. Sesuai dengan Inpres No. 12 Tahun 2016 Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menyasar pada gerakan perubahan 5 (lima) corak nasional, yaitu Gerakan Indonesia Melayani (GIM); Gerakan Indonesia Bersih (GIB); Gerakan Indonesia Tertib (GIT); Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa); dan Gerakan Indonesia Bersatu (GIBe).

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: