Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MARI TERTIB BERSEPEDA

Kampanye tertib bersepeda di Bandung
  • 20 Mei 2021
  • 0 Komentar

MARI TERTIB BERSEPEDA

Meski pun sepeda bukan kendaraan bermotor, bersepeda tetap ada aturannya. Aturan bersepeda terdapat di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

 

Jakarta (…….) Salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara adalah menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Sepeda menjadi alternatif sebagai alat transportasi terbaik yang ramah lingkungan. Di Jepang, sepeda menjadi alat transportasi andalan. Masyarakat dari berbagai usia dan gender memilih sepeda dibanding menggunakan motor atau mobil pribadi. Menurut Fajar Firdaus (2020), jumlah sepeda di Jepang mencapai 72 juta unit, atau lebih dari setengah populasi Jepang yang berjumlah 120 juta jiwa. Angka ini menempatkan Jepang di posisi ketiga pengguna sepeda terbanyak di dunia setelah China dan Amerika Serikat.

 

Belakangan, terutama sejak pandemi Covid-19 menyerang, kegiatan bersepeda sebagai alat transportasi jarak pendek semakin digandrungi oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Setidaknya ada 4 alasan kenapa sepeda diminati oleh masyarakat, yaitu: Pertama, perawatannya mudah. Sepeda tidak memerlukan service rutin ke bengkel sebagaimana kendaraan bermotor, sehingga pengguna sepeda dapat menghemat biaya.

 

Kedua, sepeda dapat dijadikan sebagai hobi. Selain menyehatkan, para pencinta sepeda juga dapat membentuk forum-forum diskusi untuk bersosialisasi dengan rekan yang memiliki hobi sama. Ini bermanfaat untuk menambah wawasan para pencinta sepeda dan kegiatan bersepeda.

 

Ketiga, sepeda ramah lingkungan. Dikarenakan tidak menggunakan mesin dan bahan bakar, maka sepeda tidak akan mengeluarkan gas buangan. Hal ini membuat sepeda menjadi kendaraan yang ramah lingkungan.

 

Keempat, bersepeda menyehatkan. Bersepeda dapat melatih otot kaki dan perut, membakar kalori, mengurangi berat badan, menyehatkan jantung dan mengurangi stress. Sobat Revmen dapat mencobanya, berkelilinglah di sekitar lingkungan rumah secara rutin untuk memperoleh dampak kesehatan dari bersepeda.

 

Namun meski pun sepeda bukan kendaraan bermotor, bersepeda tetap ada aturannya. Aturan bersepeda terdapat di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menyatakan bahwa dalam Peraturan Menteri 59/2020 ini terdapat beberapa aspek utama yang diatur, salah satunya persyaratan keselamatan yang harus dipenuhi pesepeda saat di jalan, yaitu penggunaan lampu di malam hari, penggunaan bel, penggunaan sistem rem yang baik, penggunaan alat pemantul cahaya berwarna merah, penggunaan alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, penggunaan pedal dan penggunaan spakbor.

 

Di samping Permen 59/2020, masih terdapat aturan lain, yaitu UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Dalam UU No. 22 masalah sepeda misalnya diatur dalam pasal 25 dan pasal 106. Dalam pasal 25 ayat (1) huruf (g) dikatakan bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat. Sementara pada pasal 106 ayat (2) berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

 

Meski pun tidak ada aturan hukum spesifik mengenai sepeda, namun bukan berati pengguna sepeda, khususnya yang menggunakan sepeda untuk bekerja dan bersekolah, bisa seenaknya saja di jalan. Sebagaimana disampaikan Agus Septian Heryanto dari Portalsepeda.com, walau pun tidak aturan dan sanksi khusus mengenai penggunaan sepeda di jalan raya, setidaknya pesepeda tetap memperhatikan 3 poin pokok dalam bersepeda di jalan raya, yaitu: Pertama, gunakan perlengkapan keselamatan, seperti helm khusus bersepeda. Kedua, mematuhi semua peraturan lalu lintas, seperti tidak menerobos lampu merah dan tidak menggunakan trotoar. Ketiga, share the road (berbagi jalan) dengan pengguna jalan lain. Sangat tidak dianjurkan bersepeda sambil berjajar secara berbarengan dengan pesepeda lain, karena dapat mengganggu pengguna jalan lain dan dapat menyebabkan kecelakaan.

 

Sobat Revmen siapa yang suka bersepeda? Nah, jangan lupa ya Sobat, meski aturan mengenai bersepeda tidak seperti aturan kendaraan bermotor, namun saat Sobat Revmen bersepeda harus tetap mematuhi aturan lalu lintas ya. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran dan kenyamanan bersama.  #AyoBerubah #GerakanIndonesiatertib

 

 

Referensi:

 

Infopublik.id. (2020). Available at: https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/481894/kemenhub-sosialisasikan-pm-59-2020-tentang-keselamatan-pesepeda-di-jalan#:~:text=Peraturan%20Menteri%20Perhubungan%20Nomor%20PM,keselamatan%20penggunaan%20sepeda%20di%20jalan. Diakses tanggal 9 Mei 2021.

 

Kompas.com. (2021). Available at: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/18/202000065/ramai-soal-aturan-bersepeda-kemenhub-begini-kata-komunitas-pesepeda?page=all. Diakses tanggal 9 Mei 2021.

 

Portalsepeda.com. (2019). Available at: https://portalsepeda.com/tips-3-hal-yang-harus-dipahami-saat-bersepeda/. Diakses tanggal 9 Mei 2021.

 

UU Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009. Available at: https://pih.kemlu.go.id/files/uu_no_22_tahun_2009.pdf. Diakses tanggal 9 Mei 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: