Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Mari Mengenal Pahlawan Konservasi

Penjaga hutan di Indonesia
  • 18 November 2021
  • 0 Komentar

Mari Mengenal Pahlawan Konservasi

Menjadi pahlawan konservasi adalah sebuah gelar bergengsi bagi para Milenial yang sadar pentingnya melindungi alam untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Jakarta (08/11/2021) Indonesia, sebagai sebuah negara megabiodiversitas terbesar kedua dunia setelah Brazil, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Karena kondisi tersebut, alam Indonesia selalu membutuhkan peran dari orang-orang yang memiliki integritas, etos kerja dan semangat gotong royong yang tinggi untuk menjaga alam Indonesia. Sebut saja orang-orang tersebut sebagai pahlawan konservasi.

 

Istilah “pahlawan konservasi” memang terasa asing di telinga kita. Istilah ini juga belum menjadi sebuah gelar nasional layaknya pahlawan nasional lain. Namun gelar ini perlu kita sematkan kepada mereka yang telah berjuang dan berjasa dalam konservasi (melindungi/menjaga) alam Indonesia. Menurut Suwardi, Staf Informasi Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), yang disebut dengan pahlawan konservasi adalah orang-orang yang peduli pada lingkungan dan menentang oknum-oknum yang berpotensi menjadi perusak keseimbangan ekosistem. Terdapat begitu banyak pahlawan konservasi di Indonesia. Mari kita kenal tujuh orang di antaranya.

 

Satu, Ida Saparida

Ida Saparida terpiih menjadi pahlawan Disney Conservation Fund (DCF) pada tahun 2019. Ida terpilih menjadi salah satu pahlawan DCF karena dianggap telah mampu menginspirasi kesadaran budaya, pembangunan berkelanjutan dan konservasi satwa liar melalui kerajinan tangan dan keterampilan menggunakan tanaman pandan wangi. Apa yang Ida lakukan adalah sebuah upaya untuk mengindarkan masyarakat dari tindakan melakukan deforestasi atau penebangan hutan. Masyarakat dimotivasi untuk mencari keuntungan ekonomi tanpa melakukan perusakan hutan dan ekosistem. Ternyata, apa yang Ida lakukan mendapat sambutan dari masyarakat. Melihat adanya ketertarikan dari masyarakat, Ida kemudian mendorong para perajin dan komunitas lainnya untuk menjaga flora dan fauna hutan dengan menggunakan tanaman pandan wangi.

 

Dua, Rosa Rika Wahyuni

Rosa Rika Wahyuni pernah viral di media sosial ketika fotonya yang sedang memeluk anak gajah di Aceh beredar dan menyentuh hati Nurani audiens. Rika merupakan dokter hewan yang telah menolong banyak gajah yang terluka atau sekarat akibat diburu. Ia telah menjadi contoh baik bahwa bekerja tidak boleh meninggalkan hati nurani. Ia membangun karya, tentang “penyelamatan satwa liar” kebanggaan Indonesia dari kepunahan. Foto Rosa yang beradar di media sosial telah menunjukkan kepada kita, bahwa kita sebenarnya mampu menjadi pelindung satwa, apapun profesi kita. Rosa telah bekerja sejak tahun 2008 dan telah menyembuhkan banyak gajah di Provinsi Aceh.

 

Tiga, Jatna Supriatna

Jatna Supriatna dapat dibilang sebagai seorang “legenda” dalam hal konservasi alam di Indonesia. Jatna telah mendedikasikan hidupnya untuk konservasi alam liar di Indonesia selama lebih dari empat dekade. Sejak tahun 1994 hingga 2010, Jatna dipercaya memimpin Conservation International (CI) Indonesia Program, salah satu lembaga konservasi terbesar di dunia. Setelah mengabdi di CI, Jatna mengemban amanah baru sebagai direktur Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Indonesia (RCCC-UI) hingga sekarang. Saat ini beliau sedang aktif di bidang perubahan iklim terutama perencanaan dan implementasi REDD+ di Indonesia. Jatna Supriatna telah menulis 10 buku tentang konservasi dan alam Indonesia serta mempublikasikan lebih dari 100artikel ilmiah di jurnal internasional. Conservation International menyebutnya sebagai "The Conservation Warrior" atau pahlawan konservasi.

 

Empat, Ani Mardiastuti

Ani Mardiastuti merupakan salah satu ahli burung paling berpengaruh di Indonesia. Kecintaan Ani Mardiastuti terhadap burung sudah dimulai sejak muda. Penekunan terhadap burung terus berlanjut hingga Ani meraih gelar Doktor di Michigan State University dengan spesialisasi biologi dan ekologi burung liar. Kepedulian Ani terhadap nasib burung juga telah mendorong Ani bersama rekan-rekan penggiat burung mendirikan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau lebih dikenal sebagai Burung Indonesia. Sejak tahun 2003, Ani Mardiastuti dipercaya mejabat sebagai Ketua Dewan Perhimpunan Burung Indonesia dan hingga saat ini terus membina Burung Indonesia menjadi lembaga konservasi terdepan untuk konservasi burung di Indonesia. Ani juga telah menulis begitu banyak artikelilmiah mengenai burung yang dapat dijadikan referensi dalam melakukan konservasi burung di tanah air.

 

Lima, Djoko Tjahjono Iskandar

Djoko Iskandar merupakan herpetolog Indonesia dan guru besar di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Doktor herpetologi lulusan Université des Sciences et Techniques du Languedoc, Perancis, ini telah mendeskripsikan banyak jenis reptil dan amfibi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Limnonectes larvaepartus yang menghebohkan dunia sains. Katak ini adalah satu-satunya katak yang melahirkan berudu di dunia. Tercatat lebih dari 63 publikasi tentang herpetofauna yang ditulis Djoko tercatat di situs Research Gate. Lebih dari 100 artikelilmiah mengenai amfibi telah dipublikasikan Djoko di berbagai jurnal kenamaan. Tidak heran kalau banyak yang menyebut beliau sebagai Bapak Herpetologi Indonesia. Sebagai penghargaan untuk kontribusi luar biasa di bidang taksonomi dan konservasi herpetofauna Indonesia, Djoko Iskandar dianugerahi Habibie Award di bidang Basic Sciences pada tahun 2015. Penghargaan lainnya adalah Government Silver Medal 20 years (2009), Ganesa Cendekia Widya Adi Utama (2011), hingga Kennedy Award Best Published Paper of The Year 2001.

 

Enam, Noviar Andayani

Noviar Andayani bergerak di sebuah lembaga yang melindungi satwa terancam dan ekosistemnya. Sebagai satu dari sedikit wanita yang pernah dipercaya memimpin lembaga internasional, Noviar Andayani juga mengemban amanah sebagai ketua Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia dan direktur Yayasan Owa Jawa (YOJ). Mantan ketua program studi pasca-sarjana Biologi Universitas Indonesia (UI) ini juga mengambil peran besar dalam perencanaan strategi konservasi orangutan dan satwa lainnya di Indonesia. Saat ini beliau sedang aktif menekuni bidang genetika konservasi terutama untuk satwa terancam seperti owa jawa, orangutan, dan gajah. Untuk menunjang kegiatan penelitian di kampus, Noviar Andayani mendirikan laboratorium di Universitas Indonesia (UI) yang memfokuskan penelitian pada konservasi satwa—dalam hal ini owa jawa—melalui genetika. Totalitas Noviar Andayani di dalam dunia pendidikan dikarenakan kepercayaan beliau bahwa generasi muda adalah garda terdepan yang akan mengemban tanggung jawab untuk melindungi alam Indonesia.

 

Tujuh, Mochamad Indrawan

Mochamad Indrawan adalah salah satu peneliti dan ahli konservasi terkemuka Indonesia. Pengalaman dan penelitiannya difokuskan pada bidang ornitologi. Penemuan kembali burung Gagak Banggai (Corvus Unicolor) oleh tim yang dipimpinnya, membuat peemuannya dinobatkan sebagai salah satu penemuan paling signifikan di abad ini. Selain tergabung dalam Indonesian Ornithologists’ Union (IdOU), Indrawan sekarang menjabat sebagai anggota kelompok ahli International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk World Commission on Protected Area, IUCN-Bird Red Data Authority, dan pemimpin Indonesia untuk Climate and Development Knowledge Network. Indrawan juga menulis buku Biologi Konservasi bersama Jatna Supriatna yang merupakan buku referensi untuk para mahasiswa dan praktisi konservasi di Indonesia. Di tahun 2015, Indrawan terpilih untuk menghadiri acara Inspiring Leadership for a Sustainable World, pertemuan prestisius untuk para pemimpin yang berkontribusi luar biasa dalam bidang pembangunan berkelanjutan.

 

Sobat Revmen, Indonesia, bahkan dunia, selalu membutuhkan pahlawan-pahlawan konservasi. Sobat dapat menjadi salah satu pahlawan itu. Minimal, Sobat dapat menjadi pahlawan konservasi di lingkungan terdekat, terutama di dalam keluarga. Jadilah sumber informasi yang bermanfaat bagi anak untuk meneruskan mentalitas konservasi alam, jadilah penggerak di lingkungan untuk melestarikan flora dan fauna, serta jadilah pemimpin yang dapat memberikan solusi agar orang-orang terdekat tidak melakukan perusakan lingkungan dengan alasan ekonomi. #AyoBerubah #HariCintaPuspadanSatwaNasional #HariPahlawan

 

 

Referensi:

Beritasatu.com. (2020). Diakses tanggal 3 November 2021.

Forestdigest.com. (2020). Diakses tanggal 3 November 2021.

Mediaindonesia.com. (2020). Diakses tanggal 3 November 2021.

Tamboramuda.org. (2016). Diakses tanggal 3 November 2021.

 

  

Penulis: Robby Milana

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: