Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Indonesia Maju dengan Tertib Administrasi Kependudukan

Tertib administrasi kependudukan (adminduk) merupakan hal yang patut dilakasanakan oleh masyarakat
  • 24 April 2021
  • 0 Komentar

Indonesia Maju dengan Tertib Administrasi Kependudukan

Tertib administrasi kependudukan (adminduk) merupakan hal fundamental dalam tata kelola kehidupan bernegara yang patut dipenuhi. Kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan dan mengurusnya sedari awal pun diharapkan meningkat, termasuk dengan dicanangkannya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

Jakarta (22/04/2021) Sampai saat ini kesadaran tertib administrasi kependudukan (adminduk) masih belum merata dan sepenuhnya terbangun di masyarakat. Kerap kali masyarakat juga baru akan mengurusnya setelah ada keperluan atau benturan dengan pelayanan publik lainnya. Padahal adminduk memberikan memiliki peranan penting sebagai pengakuan negara terhadap penentuan status pribadi dan status hukum bagi segenap warganya, serta diperlukan dalam banyak hal menyangkut berbagai pelayanan publik. Oleh karenanya, penting kiranya untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib adminduk sekaligus mengurusnya lebih awal.

Sebagaimana Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan, serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Di mana, negara berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan status hukum atas peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting yang dialami penduduk. Output layanan adminduk yang dihasilkan oleh dinas Dukcapil kabupaten/kota secara garis besar dikelompokkan jadi dua, yaitu data kependudukan dan dokumen kependudukan.

Data  kependudukan  merupakan hasil  dari  kegiatan  pendaftaran  penduduk  dan pencatatan sipil seperti nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), sidik jari, dan data yang bersifat pribadi lainnya. Sedangkan, dokumen kependudukan adalah dokumen resmi yang  diterbitkan  oleh  Instansi  pelaksana  Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang mempunyai  kekuatan  hukum  sebagai  alat  bukti autentik  yang  dihasilkan  dari  pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Output terkait dokumen kependudukan dapat dikelompokkan ke dalam tiga output utama, yakni dalam bentuk kartu, surat, dan akta. [a1] Di antaranya, biodata penduduk, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), surat keterangan kependudukan, akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, hingga akta pengakukan dan pengesahan anak.

Mengutip The Conversation, analisis Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (PUSKAPA) Universitas Indonesia terhadap data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 menyebutkan bahwa 14% anak usia di bawah 18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran. Sedangkan menurut keterangan pada situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), seperti dilansir Bisnis.com, sampai dengan akhir 2020 sebanyak 1.745.964 jiwa belum melakukan perekaman KTP-el. Hal tersebut kiranya menyiratkan pula bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya kepemilikan akta-akta pencatatan sipil yang berpengaruh pada identitas dan legalitas status seseorang.

Padahal, bagi penduduk sendiri administrasi kependudukan diharapkan dapat memberikan pemenuhan atas hak-hak administrasi penduduk dalam pelayanan publik, serta memberikan perlindungan perlakuan yang tak diskriminatif berkenaan dengan penerbitan dokumen kependudukan. Pelayanan publik yang dimaksud antara lain penerbitan surat izin mengemudi (SIM),[a2]  izin usaha, pelayanan wajib pajak, pelayanan perbankan, pelayanan peradilan, pelayanan penerbitan sertifikat tanah, asuransi, jaminan kesehatan masyarakat, hingga jaminan sosial tenaga kerja. Selain menyangkut pelayanan publik, data kependudukan sendiri pun digunakan pula oleh pemerintah untuk kebutuhan perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

Saat ini, pemerintah melalui Kemendagri telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA)[a3]  sejak 2018 lalu guna meningkatkan kesadaran semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna akan pentingnya tertib administrasi kependudukan. Sebagai bentuk implementasi GISA, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) daerah-daerah pun banyak menelurkan program atau inovasi mutakhir yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Di samping itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri juga telah banyak mengeluarkan inovasi-inovasi pelayanan publik yang semakin memudahkan masyarakat, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. Mulai dari penerbitan dokumen kependudukan via anjungan mandiri, tanda tangan elektronik (TTE), dokumen pendudukan versi digital, hingga layanan jemput bola yang bahkan menjangkau hingga suku anak dalam.  

Oleh karenanya sebagai warga negara yang baik, mari bersama-sama mewujudkan  sadar dan tertib administrasi kependudukan dengan memiliki dokumen kependudukan dan mengurusnya sedari awal. Selain itu, lakukan pemutakhiran data kependudukan secara berkala jika terjadi perubahan guna meningkatkan akurasi data kependudukan semakin optimal. Bersama ciptakan budaya tertib administrasi kependudukan dimulai dari diri sendiri! #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

Sumber Foto:

https://www.kobrapostonline.com/disdukcapil-akan-terbitkan-kembali-dokumen-kependudukan-bagi-masyarakat-terdampak-bencana/

 

Referensi:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan

Kaltimprov.go.id, 01/11/18

Dukcapil.bangka.go.id, 03/10/19

Bengkulunews.co.id, 04/07/19

Kabar24.bisnis.com, 22/01/21

Theconversation.com, 30/03/21

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: