Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Gaungkan Semangat Gotong Royong di Masa Pandemi

Diskusi publik oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menekankan pentingnya gotong royong menghadapi pandemi
  • 19 Agustus 2021
  • 0 Komentar

Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Gaungkan Semangat Gotong Royong di Masa Pandemi

Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menggelar diskusi publik terkait guna mensosialisasikan pentingnya mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi, misalnya melalui kegiatan berderma atau berdonasi.  

 

Jakarta (18/08/2021) Menyoal situasi pandemi Covid-19 saat ini, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar diskusi publik bertajuk “Pesan Keagamaan Gotong Royong Saat Pandemi” pada Minggu (15/8). Dalam diskusi yang diselenggarakan hasil kerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menekankan pentingnya mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi. Selain tema gotong royong yang diangkat sejalan dengan salah satu nilai dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), diskusi ini juga sejalan dengan strategi Kegiatan Prioritas 4 (KP.4) yakni penguatan pusat-pusat perubahan gerakan Revolusi Mental.

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Risman Muchtar, menyebut kegiatan ini merupakan langkah positif untuk mengajak umat bergotong royong dan bekerja sama demi kemaslahatan di masa pandemi. Semangat gotong royong tersebut dapat diaktualisasikan melalui kegiatan berderma atau berdonasi. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, Faozan Amar, bahwa tren donasi saat pandemi meningkat pesat. Kegiatan kedermawanan menurut Faozan dapat dilihat dari ramainya tren donasi oleh para influencer baik dilakukan secara mandiri, melalui platform digital ataupun lembaga kemanusiaan. Ia pun berharap potensi ini dapat dikelola dengan baik untuk memajukan pembangunan manusia Indonesia. 

 

“Hal ini membuktikan bahwa pesan keagamaan tersampaikan dengan baik, apapun kondisinya kita harus tetap berderma. Sebab berderma saat berlebih itu biasa tapi berderma saat kekurangan apalagi saat pandemi, itu baru luar biasa,” ujar Faozan dalam diskusi yang sebagian dilangsungkan secara luring di Hotel Sofyan Jakarta, Minggu (15/8).

 

“Hal ini sesuai dengan falsafah gotong royong yang telah menjadi budaya bangsa dan dilestarikan secara turun temurun,” sambung Faozan yang juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) tersebut. 

 

Sementara narasumber lain, Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fakhrurozi, mengingatkan agar senantiasa memperbanyak amal saleh di masa pandemi ini dengan tujuan untuk membantu sesama. Adapun menurut Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Syamsul Hidayat, lembaga Majelis Tabligh memiliki peran strategis untuk menyampaikan pesan dan pandangan keagamaan yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah guna mencerahkan umat. Sehingga, sambungnya, pesan keagamaan dan gotong royong penting untuk terus digemakan saat pandemi. 


Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, yang turut hadir secara daring mengapresiasi jalannya diskusi yang diharapkan dapat memberikan spirit baru dalam menangani pandemi Covid-19. Amirsyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Wakaf PP Muhammadiyah itu berharap kerjasama dan gotong royong tetap menjadi pedoman melawan pandemi, karena pandemi adalah masalah bersama dan tidak bisa mengandalkan kesiapan satu pihak saja.

 

Menutup jalannya diskusi, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, berpesan agar gerakan Revolusi Mental dapat mengubah pola pikir (mindset) dalam berderma dan bergotong royong di masa pandemi ini, serta menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan. Berkaca pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Guru Besar Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menekankan pentingnya pemahaman kolektif terkait mitigasi bencana, guna mengantisipasi keadaan yang tidak normal yang mungkin terjadi di masa mendatang ___ sehingga dapat menyelamatkan kehidupan manusia sebanyak-banyaknya.

 

"Berderma tidak harus menunggu kaya, berderma tidak harus menunggu bencana, dan mari kita siapkan mitigasi bencana sebaik mungkin," tutup Abdul Mu’ti secara daring.

 

Diskusi publik yang diikuti oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia itu dilangsungkan secara hybrid, baik luring dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Bagi Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penerbitan buku Kumpulan Khutbah Jumat tematik dengan fokus nilai gotong royong atau ta'awun dalam menghadapi pandemi. Kegiatan ini terlaksana sebagai salah satu tindak lanjut nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) dengan Kemenko PMK, yang turut melibatkan berbagai organisasi otonom, majelis dan lembaga di Muhammadiyah. #AyoBerubah #RevolusiMental #GotongRoyong

 

 

Sumber Foto:

https://pwmu.co/204494/08/16/majelis-tabligh-gelar-diskusi-revolusi-mental/

 

Referensi:

Pwmu.co. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Republika.co.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Republika.co.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Suaramuhammadiyah.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Muhammadiyah.or.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Muhammadiyah.or.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Muhammadiyah.or.id. (2021). Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

 

Reporter: Melalusa Susthira K. 

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: