Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Magalarva: Raup Untung Atasi Permasalahan Sampah Lewat Ternak Larva

Lewat ternak larva lalat black soldier fly atau maggot, Magalarva menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam mengolah sampah organik sekaligus pakan ternak alternatif
  • 28 September 2021
  • 0 Komentar

Magalarva: Raup Untung Atasi Permasalahan Sampah Lewat Ternak Larva

Dengan mengembangbiakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF), Magalarva menciptakan terobosan positif dalam menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia ___ sekaligus menghadirkan inovasi pakan ternak alternatif bagi kebutuhan industri peternakan, perikanan, dan pertanian. 

 

Jakarta (07/09/2021) Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu momok utama permasalahan lingkungan di Indonesia. Bila permasalahan sampah plastik kian gencar mendapat sorotan, sejatinya permasalahan sampah organik pun tak kalah memprihatinkannya. Ya, sampah organik menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia dibandingkan sampah anorganik, lho! Nah, alih-alih hanya berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), perusahaan rintisan bernama Magalarva pun mengolah sampah organik tersebut menjadi pakan ternak dan pupuk menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita cari tahu lebih jauh terobosan positif bagi lingkungan berikut ini!

 

Berangkat atas keprihatinan terhadap permasalahan sampah yang kian menumpuk, Rendria Labde (29) mendirikan Magalarva sejak 2017 lalu. Ia menilai larva BSF yang juga dikenal dengan sebutan maggot itu terbukti lebih efektif dalam membantu proses pengkomposan sampah organik. Karena dengan bantuan larva BSF yang berperan sebagai makroorganisme proses pengkomposan menjadi lebih cepat, ketimbang pengkomposan sampah umumnya yang hanya mengandalkan mikroorganisme bakteri. Sebagai makanan utamanya, larva BSF mampu mengkonsumsi sampah organik hingga empat kali lipat berat badannya atau hanya memakan waktu 1-2 hari. Sehingga persoalan lingkungan lain seperti kebutuhan lahan untuk menampung sampah hingga polusi atau bau tak sedap yang dihasilkan sampah pun bisa ikut teratasi, karena sampah tidak perlu ditumpuk berlama-lama secara terbuka (open dumping) sebagaimana yang selama ini banyak diterapkan pada TPA.

 

Selain mampu mengatasi permasalahan sampah dengan mengeliminasinya menggunakan bantuan larva BSF, Magalarva sekaligus berinovasi menghadirkan sumber pakan ternak alternatif yang lebih berkelanjutan (sustainable) dalam kaitannya menghadapi ancaman krisis pangan di masa depan. Di mana larva BSF yang telah dibesarkan dengan memberinya makan sampah organik yang telah digiling, akan tumbuh memiliki protein yang sangat tinggi dan mengandung nutrien lengkap. Magalarva lantas akan menjualnya dalam tiga jenis yakni larva BSF hidup, larva BSF yang sudah dikeringkan, tepung larva BSF yang telah dihaluskan, dan pupuk organik dari hasil biokonversi sampah organik menggunakan larva BSF untuk tanaman. Dalam situs resminya, Magalarva menyebut produknya dapat digunakan sebagai bahan baku pangan atau suplemen untuk ikan, unggas, burung, hewan peliharaan, hingga reptil.

 



Setiap harinya, Magalarva mampu mengolah enam ton sampah organik dan memproduksi larva hingga satu ton lho, sobat Revmen! Pasokan sampah organik tersebut diperoleh Magalarva dari hotel, restoran, dan beberapa pabrik di Jakarta melalui kerja sama dengan perusahaan pengangkutan sampah. Namun sepinya hotel dan restoran akibat pandemi turut berpengaruh pada pasokan sampah organik untuk produksi Magalarva. Sehingga Magalarva mencukupinya dengan mengambil sampah organik dari beberapa pasar, bekerja sama dengan pihak swasta, hingga berkolaborasi dengan kelompok Rukun Tetangga (RT) untuk mengelola sampah organiknya. Bahkan baru-baru ini Magalarva menggagas program Kompos Kolektif bersama Kebun Kumara, untuk menampung sampah organik rumah tangga guna dikompos di pabrik BSF Magalarva. Nah, bagi sobat Revmen yang tertarik mengikuti program Kompos Kolektif dapat mendaftarnya melalui link yang tertera di bio Instagram @magalarva, ya!

 

Selain telah memiliki sejumlah reseller, Magalarva mengandalkan medium digital untuk memasarkan produknya, mulai dari situs web resmi miliknya Magalarva.com, Instagram, hingga marketplace. Mengutip akun Magalarva di Tokopedia, larva BSF yang sudah dikeringkan dibandrol seharga Rp 37.500 per 500 gram ___ yang juga bisa dibeli dalam jumlah besar. Adapun tepung larva BSF dijual seharga Rp 80.000 per kilogramnya. Bahkan, produk Magalarva pun telah mampu menembus pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS) hingga Uni Eropa.

 

Hadirnya Magalarva pun mampu melibatkan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan, sekaligus mensukseskan pengembangan produk lokal yang berhasil menembus pasar global. Atas kiprahnya dalam menanggulangi permasalahan sampah sekaligus inovasi dalam menghadirkan sumber alternatif protein, nama Rendria Labde pun masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia Tahun 2021 untuk sektor industri, manufaktur dan energi. Wuih, inspiratif sekali bukan sobat Revmen?

 

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2017 sebagaimana dilansir Katadata, Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahunnya. Di mana jenis sampah organik mendominasi 60% dari total sampah, menyusul sampah plastik sebesar 14% di urutan kedua. Sejalan dengan salah satu gerakan Revolusi Mental yaitu Gerakan Indonesia Bersih, apa yang digagas Rendria Labde melalui Magalarva tersebut kiranya menjadi salah satu inovasi berkelanjutan dalam mengolah sampah organik yang dapat mengurangi beban sampah di TPA.

 

Sobat Revmen, sudah sepatutnya kita bijak dalam mengkonsumsi pangan agar tak terbuang percuma menjadi sampah. Setali tiga uang, mari bijak pula mengelola sampah rumah tangga dengan memilahnya antara organik dan anorganik serta menerapkan metode 3R atau Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), dan Recycle (daur ulang), yha! Walaupun langkah tersebut terlihat kecil, namun apabila dilakukan bersama dalam kehidupan sehari-hari mampu membawa perubahan nyata ke arah lebih baik ___ yang mana hal tersebut merupakan wujud Revolusi Mental yang sebenarnya, lho! #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersih

 

Sumber Foto:

I: https://www.instagram.com/p/B6xr_c7geov/

II:https://kumparan.com/millennial/cara-magalarva-dulang-untung-dari-sampah-dengan-manfaatkan-spesies-lalat-sakti-1uQsD6YsIT4/full

 

Referensi:

Katadata.co.id, 10/03/19

Kumparan.com, 21/10/20

Aa.com.tr, 11/02/21

Klikhijau.com, 13/03/21

Youtube.com/watch?v=hs8zT09LAP4 (Opini id YouTube Channel),  03/02/20

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: