Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Lomba Sampan Layar Batam Diikuti Warga Negara Tetangga

GIBersatu Tradisi
  • 16 Agustus 2022
  • 0 Komentar

Lomba Sampan Layar Batam Diikuti Warga Negara Tetangga

Tradisi sampan layar di Batam tahun ini akan semakin meriah dengan hadirnya warga negara tetangga.

 Jakarta (16/08/2022), Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77 di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam juga akan dihadiri oleh warga negara Malaysia, Singapura, dan Brunei. Dilansir dari Antaranews.com, sejumlah warga negara tetangga dikabarkan akan ikut menonton perlombaan sampan layar yang diadakan di pulau-pulau di daerah perbatasan.

 "Nanti itu warga Singapura dan Malaysia yang mau nonton banyak, mereka sekalian tengok keluarga di Belakang padang," ujar Camat Belakang Padang Yudi Admajianto, Sabtu (13/7). Peserta lomba sampan layar ini akan diikuti oleh puluhan tim yaitu warga di sekitar perbatasan. "Sudah ada 20 tim mendaftar, ada dari Pulau Sugi, Pulau Pecung, Pulau Tanjung Pelanduk, Pulau Bulang, sama pulau-pulau di sekitar Kecamatan Belakang Padang," ujar Yudi.

Tidak hanya itu, dia juga memperkirakan akan ada peserta tambahan dari luar negeri seperti Brunei Darussalam. "Beberapa hari lalu ada kabar bahwa dari Brunei mau ikut serta, tapi mungkin waktu tanggal 17 baru tahu pasti apakah ikut atau tidak," ujarnya. Selain perlombaan sampan layar, pada perayaan HUT ke-77 RI ini akan diadakan perlombaan lain seperti Bakiak, Panjat pinang di air, tarik tambang, hingga lomba balap becak khas Belakang Padang.

"Tahun ini meriah. Banyak permainan rakyat yang digelar. Tanggal 1 sudah ada sepak bola mini. Hari Sabtu juga sudah ada lomba takraw," ujar Yudi, dikutip dari TribunBatam.id. Yudi mengajak seluruh masyarakat khususnya Kota Batam untuk datang ke Pulau Belakang Padang dan menikmati perayaan HUT RI dengan berbagai rangkaian acara. Ia berharap, acara itu dapat berjalan lancar tanpa hambatan apapun. "Ini sudah menjadi tradisi di Belakang Padang. Mudah-mudahan berjalan lancar," tuturnya.

Dikutip dari Gatra.com, tradisi sampan layar ini biasanya diikuti peserta yang mayoritas nelayan. Mereka menghias sampan berkapasitas sembilan orang itu dengan layar warna warni. Peserta diharuskan menuyusuri rute perlombaan sepanjang 5 kilometer di perairan itu. 

Sampan layar, sudah menjadi moda transportasi utama masyarakat pesisir Kepri sejak dulu. Tapi seiring berkembangnya teknologi moda transportasi laut, sarana ini mulai ditinggal. Masyarakat perlahan beralih menggunakan mesin. Mensiasati agar sampan layar tidak punah, pemerintah setempat akhirnya menjadikan lomba sampan layar jadi tradisi tahunan HUT Kemerdekaan RI. *ps

Sumber : Gatra.com, Antaranews.com, Tribunbatam.id diakses 16 Agustus 2022

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: