Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Listrik dari Sampah Komunal

PLTSa, Sampah, GIBersih
  • 20 Mei 2022
  • 0 Komentar

Listrik dari Sampah Komunal

Jika PLTSa dengan teknologi gasifikasi bisa dioperasikan dalam skala kecil, maka persoalan sampah berkurang.

Jakarta (20/05/2022), Dari 12 kota/provinsi yang masuk dalam daftar proyek percepatan pembangunan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis teknologi ramah lingkungan, PLTSa Benowo Surabaya, Jawa Timur adalah yang pertama beroperasi.  PLTSa Benowo diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu.

Dilansir dari Kompas.com, dengan menggunakan teknologi gasifikasi, PLTSa Benowo mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 12 MW melalui pengolahan 1.000 ton sampah per hari. Dengan kapasitas 9 MW ini PLN dapat melistriki sekitar 5.885 rumah tangga dengan daya 1300 VA di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Keunggulan dari teknologi PLTSa Benowo ini adalah tidak ada sampah yang tersisa dibandingkan teknologi sebelumnya yang masih menghasilkan residu.

Saat meresmikan PLTSa Benowo Surabaya, Jokowi menyampaikan, kota lain tinggal melihat dan meniru apa yang dibuat di Surabaya. Hingga jadi lebih mudah karena ada contoh nyata di lapangan. Dengan sistem sama seperti yang diterapkan di Surabaya, kota-kota besar lain bisa mengadopsi dan menerapkan di tempat pemrosesan akhir (TPA) masing-masing.

Dikutip dari Mongabay.co.id, Direktur Center for Waste Management & Bioenergy,  Mochamad Syamsiro menyebutkan dengan teknologi gasifikasi ini, tidak ada emisi yang dihasilkan dari proses itu. Emisi hanya dari penggunaan gas engine, dimana gas buang akan seperti mesin diesel pada umumnya. PLTSa gasifikasi ini akan digunakan pula di  pada PLTSa Putri Cempo Solo, sebagai PLTSa kedua di Indonesia.

Ditambahkannya, mesin gasifikasi (gasifier) dan gas engine dapat dirancang pada skala kecil dengan efisiensi tinggi. Dengan PLTSa gasifikasi, sampah hanya puluhan ton per hari bisa dilahap dengan sempurna dan efisien. Maka, penanganan sampah di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa bisa dilakukan untuk menghasilkan listrik.

Yang kemudian jadi makin menarik dengan PLTSa gasifikasi ini, bagaimana sistem ini terintegrasi dengan aktivitas 3R (reduce, reuse, dan recyle) yang sudah berjalan di masyarakat. Hampir di setiap kampung ada bank sampah untuk memilah sampah yang punya nilai ekonomi. Begitu juga banyak desa yang mendirikan badan usaha milik desa (Bumdes) yang fokus pengelolaan sampah.

Jadi, residu dari bank sampah dan Bumdes ini bisa jadi umpan ke PLTSa gasifikasi di tingkat desa atau kecamatan. Dengan demikian, tidak ada lagi sampah dibuang ke TPA, karena penanganan sudah terdistribusi di tiap-tiap desa/kecamatan. Namun, di luar itu semua, sobat Revmen, budaya hidup bersih dan bebas sampah juga harus terus dikuatkan tentunya. #Ayoberubah #Revolusimental #GIBersih

*PS

Sumber  

kompas.com  diakses 19 Mei 2022

Mongabay.co.id diakses 19 Mei 2022

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: