Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Lenyapkan Stigma, Rumah Cemara Semai Harapan Bagi ODHA Lewat Bola dan Tinju

Rumah Cemara berupaya menghadirkan ruang interaksi dan menghapus stigma orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui olahraga
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Lenyapkan Stigma, Rumah Cemara Semai Harapan Bagi ODHA Lewat Bola dan Tinju

Melalui pendekatan olahraga, Rumah Cemara berupaya menghadirkan ruang interaksi tanpa stigma serta menyulam harapan bagi para ODHA dan mantan penyalahguna narkotika. 


Jakarta (8/1/2021) Peringatan Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day pada tahun 2021 ini menginjak tahun yang ke-33. Namun, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih kerap menerima stigma dan diskriminasi akibat ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan masyarakat. Adalah Rumah Cemara, sebuah organisasi komunitas di Bandung, Jawa Barat, yang berjuang menghapus stigma dan diskriminasi, serta meningkatkan kualitas hidup ODHA. Rumah Cemara menggunakan medium pendekatan olahraga dalam membantu mendampingi ODHA, yakni melalui sepak bola dan tinju. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, simak informasi lebih lengkapnya berikut ini!


Rumah Cemara tak hanya menjadi rumah aman (safe house) bagi para ODHA, namun juga menjadi tempat singgah bagi mereka yang pernah bersentuhan dengan narkotika, hingga mereka yang sedang bergelut untuk lepas dari kecanduan. Rumah Cemara didirikan pada pada 1 Januari 2003 oleh lima pemuda Bandung yang merupakan mantan pecandu narkotika yakni Darwis, Ginan, Ikbal, Patri dan Tanto. Didirikannya Rumah Cemara berangkat dari kegelisahan tak ada tempat aman bagi ODHA dan pecandu narkoba untuk berbagi harapan serta motivasi. Adapun mengutip nationalgeographic.grid.id, ide nama Rumah Cemara sendiri diambil dari serial televisi Keluarga Cemara tahun 1990-an, yang menggambarkan potret keluarga sederhana namun dekat dengan satu sama lain.




Di tahun 2009, Rumah Cemara pun mengembangkan kegiatan dengan kampanye terkait masalah HIV AIDS dan narkotika melalui medium olahraga. Karena banyaknya teman-teman di Rumah Cemara yang gemar berolahraga, khususnya sepak bola. Sepak bola dinilai dapat menjadi medium untuk membangun interaksi sosial dengan orang berbagai latar karena dimainkan secara beregu, termasuk berinteraksi dengan ODHA. Di mana Rumah Cemara berinovasi menggelar pertandingan sepak bola antara warga umum dengan teman-teman di Rumah Cemara. Melalui sepak bola itu lah Rumah Cemara berusaha menghapus sekat dan stigma, sekaligus melancarkan kampanye terkait penularan HIV/AIDS bahwa berinteraksi sosial dengan ODHA tidak serta merta menularkan virus tersebut hanya dengan keringat. 


Tak hanya sepak bola, Rumah Cemara pun mengembangkan program olahraga lainnya yaitu Rumah Cemara Boxing Camp (RCBC). Tinju sebagai olahraga yang membutuhkan cardio besar dan tidak dilakukan secara beregu, berbicara tentang membangun diri sendiri dan semangat bertarung. Memukul samsak dengan penuh energi diyakini dapat menjadi medium pelepasan dari tekanan atau dorongan candu narkotika sekaligus membangun semangat hidup. Mengutip kumparan.com, latihan dan pertandingan tinju di RCBC pun menerapkan prosedur blood rule, yang mengharuskan atlet untuk meninggalkan arena tinju saat mengalami luka dan pendarahan guna mencegah infeksi patogen seperti HIV melalui kontak darah. Sehingga petinju diwajibkan mengenakan pelindung kepala khusus dan harus bersedia untuk turun ring bila mengalami pendarahan. 


Di samping program olahraga tinju dan sepak bola yang dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan sistem imun tubuh ODHA, Rumah Cemara juga menginisiasi program lainnya. Di mana organisasi yang bermarkas di Jalan Gegerkalong Girang No. 52, Sukasari, Kota Bandung tersebut juga membentuk program ‘Bandung Plus Support’, yang bertujuan untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi dengan memberikan pendampingan, home visit, dan support system untuk memberi kekuatan, harapan, serta informasi bagi para penyintas HIV/AIDS. Selain itu, Rumah Cemara mengembangkan pula beberapa program seperti advokasi, penguatan kelompok di daerah-daerah, dan bermitra dengan beberapa provinsi yang ada di Indonesia. Apa yang diinisiasi Rumah Cemara tersebut kiranya menjadi salah satu wujud nyata gerakan revolusi mental yaitu Gerakan Indonesia Melayani


Dengan pendekatan olahraga, Rumah Cemara pun berupaya menghadirkan ruang interaksi tanpa stigma dan berkontribusi di masyarakat bagi para ODHA atau penyalahguna narkotika yang menggambarkan Gerakan Indonesia Bersatu. Di samping itu, berdirinya Rumah Cemara pun seakan menjadi oase di tengah terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang ODHA maupun tentang metode penularan HIV/AIDS itu sendiri. Di mana minimnya pengetahuan akan hal tersebut menciptakan tembok pembatasan yang membuat masyarakat cenderung menghindar ketika berhadapan dengan para ODHA. Oleh karenanya memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya, mari kita hentikan stigma dan diskriminasi bagi ODHA yang dapat memupuskan harapan hidup mereka. Sebaliknya, kita tingkatkan perilaku saling menghargai, gotong royong, dan persatuan untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa yang inklusif! #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaMelayani #GerakanIndonesiaBersatu


Sumber Foto:

I: https://rumahcemara.or.id/selama-wabah-covid-19-atlet-rcbc-latihan-mandiri-di-rumah/

II: https://rumahcemara.or.id/humaniora-rumah-cemara-boxing-camp/


Referensi:

Hai.grid.id. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Kumparan.com. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Goodnewsfromindonesia.id. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Jawapos.com. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Detik.com. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Rumahcemara.id. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 

Mainmain.id. (2021). Diakses tanggal 1 Desember 2021. 


Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: