Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Langgar Lalin, Gotong Royong Kok Begini!

Pelanggaran lalu lintas dengan cara bersama-sama jangan ditiru oleh masyarakat
  • 27 April 2021
  • 0 Komentar

Langgar Lalin, Gotong Royong Kok Begini!

Beberapa aksi gotong royong ini menjadi tidak tepat karena terjadi dalam konteks melanggar lalu lintas. Padahal gotong royong yang telah melekat pada bangsa Indonesia sejatinya bermuatan nilai positif.

Jakarta (27/04/2021) Sobat Revmen apa yang muncul di benak kalian bila mendengar kata gotong royong? Gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia yang merangkum pula semangat kebhinekaan. Meski perkembangan zaman yang semakin modern kian menggerus jati diri bangsa tersebut dan menggiring lahirnya sikap individualistik, nilai-nilai gotong royong masih saja hidup di tengah masyarakat Indonesia. Tapi beberapa aksi tolong menolong ini meski dilandasi dengan gotong royong menjadi kurang tepat, loh sobat Revmen! Karena justru bahu membahu dalam hal pelanggaran lalu lintas. Waduh, yuk kita simak!

Bagi masyarakat perkotaan khususnya ibu kota, kemacetan sudah tak asing lagi. Terlebih di jam-jam sibuk ketika berangkat ataupun pulang kerja, kemacetan di Jakarta kian merayap. Bagi yang tak sabar pun kerap kali mengambil jalan pintas dengan masuk ke dalam jalur busway yang sejatinya dikhususkan untuk bus TransJakarta. Hal ini kerap kali dijumpai di beberapa titik jalur busway di Jakarta yang tak berpalang. Dengan kondisi tersebut, para pengandara motor yang tidak tertib pun dengan mudahnya menerobos jalur busway untuk menghindari kemacetan.

 

Akhirnya, polisi kerap mengadakan razia di ujung jalur busway untuk menertibkan para pengendara nakal ini. Namun melihat polisi bersiaga, para pengendara motor ini justru ketakutan dan berusaha menghindar dengan cara nekat membopong motornya keluar dari jalur busway yang diberi pembatas beton. Karena sulit dan berat, mereka pun bergotong royong membopong motornya keluar dari jalur busway agar tak ditilang polisi. Aksi pengendara yang nekat masuk jalur busway dan gotong royong membopong motor ini selain dapat mengganggu pengendara lainnya dan menimbulkan kemacetan, juga telah melanggar peraturan rambu lalu lintas dan dapat dikenakan denda maksimal Rp 500.000 sebagaimana Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan lho, sobat Revmen!

Serupa dengan pelanggaran di atas, kali ini para pengendara motor yang tak tertib lalu lintas justru bergotong royong membuka pembatas beton atau Movable Contrete Barrier (MCB). Aksi yang terjadi pada Desember 2019 lalu di putaran balik (u-turn) bawah flyover Jalan Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan itu pun sempat viral di sosial media. Rombongan motor yang nekat itu melancarkan aksinya demi menghindari putar balik yang masih jauh di depan, dengan bergotong royong membuka pembatas beton mereka berharap dapat lebih cepat sampai tujuan. Setelah video pembongkaran itu viral, petugas dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan lantas melakukan perbaikan dengan menambah pembatas beton hingga berlapis. Kiranya akan semakin efektif pula bila di titik-titik yang memang rawan pelanggaran lalu lintas tersebut, terpasang CCTV dengan pengeras suara yang terhubung ke pusat pengendali agar petugas dapat memberi imbauan dan teguran kepada para pengendara yang tak tertib ini.

Jangan ditiru dua gotong royong di atas ya, sobat Revmen! Karena gotong yang sejati ialah yang bernilai positif, yang dapat menjadikan seorang individu menjadi warga negara yang arif dan bijaksana ___ terkait bagaimana cara bersikap dan bertindak serta mampu mengontrol diri. Di mana, gotong royong berarti bahu-membahu, saling bergandengan tangan, atau memikul beban secara bersama sebagai bagian dari pemberdayaan diri secara kolektif untuk menyelesaikan atau mengatasi suatu persoalan dan menggapai tujuan tertentu yang bersifat mulia (virtue). Adapun dari segi perjuangan, gotong royong adalah pembantingan tulang dan pemerasan keringat bersama dalam suatu usaha untuk tujuan mulia.

Berkaca pada dua aksi pengendara yang tak tertib di atas, gotong royong yang mereka lakukan pun jelas telah keluar dari esensinya. Padahal gotong royong yang menjadi identitas budaya bangsa Indonesia sejak zaman nenek moyang dapat menjadi bentuk representasi moral warganegaranya (civic virtue). Oleh karenanya, yuk sobat Revmen mari sama-sama kita perkuat dan kembalikan gotong royong dengan nilai kearifan dan kebaikan yang terkandung di dalamnya sebagai ciri khas bangsa Indonesia!

 

 

Sumber Foto:

I:https://www.merdeka.com/jakarta/takut-polisi-pemotor-gotong-royong-angkat-motor-di-jalur-transj.html

 

II:https://www.suara.com/news/2019/12/06/110843/baru-ditutup-dishub-sehari-ojol-buka-paksa-jalur-putar-balik-jalan-satrio

 

Referensi:

Megapolitan.okezone.com, 07/12/19

 

Mantopani, Rifal Ahmad. 2018. Akar Sosiologis Melemahnya Nilai Gotong Royong Pada Masyarakat Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

 

Pranadji, Tri. (2009) Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa: Suatu Upaya Revitalisasi Adat Istiadat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Jurnal Forum penelitian Agro Ekonomi, 27(1). http://dx.doi.org/10.21082/fae.v27n1.2009.61-72

 

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: