Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

KOPERASI KINARYA, KOPERASI MILENIAL BERBASIS DIGITAL

Tagline #kamipunyamimpi milik Koperasi Kinarya dan gambar aplikasi Saktilink
  • 16 Maret 2021
  • 0 Komentar

KOPERASI KINARYA, KOPERASI MILENIAL BERBASIS DIGITAL

Berbeda dengan koperasi pada umumnya, koperasi Kinarya memiliki orientasi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dengan melibatkan milenial dan teknologi digital. Film diletakkan sebagai lokomotif bisnis koperasi Kinarya.

 

Jakarta (01/03/21) Empat unit bisnis yang dikelola koperasi Kinarya adalah film, pariwisata, agribisnis dan pengolahan sampah. Keempat unit bisnis tersebut menjadi jembatan untuk mencapai dua tujuan utama koperasi Kinarya, yaitu mengembangkan industri perfilman melalui koperasi dan menjadikan teknologi digital sebagai basis bisnis (ecommerce). Konsep ini membuat koperasi Kinarya berbeda dengan koperasi pada umumnya, tanpa meninggalkan konsep dasar koperasi, yaitu komunitas dan pemberdayaan.

 

Secara rinci, ada beberapa poin yang membuat koperasi Kinarya berbeda dengan koperasi pada umumnya. Pertama, koperasi Kinarya menjadi wadah yang ramah bagi generasi milenial. Generasi milenial bukan hanya dapat menjadi anggota koperasi secara mudah, melainkan juga bisa memperoleh edukasi, beasiswa ke 80 Universitas di Korea Selatan dan diajarkan tentang entrepreneurship. Edukasi yang didapatkan meliputi pendidikan mengenai koperasi, pendidikan karakter, ilmu dasar membuat film dan ilmu di bidang-bidang yang terkait dengan manajemen.

 

Kedua, koperasi Kinarya mengandalkan teknologi sebagai basis bisnisnya. Sesuai dengan perkembangan saat ini, koperasi Kinarya berinovasi melalui teknologi. Oleh karenanya, selain menggunakan website dan media sosial, koperasi Kinarya juga menggunakan platform aplikasi, yaitu Saktilink. Koperasi Kinarya juga mengembangkan platform film multifungsi, yakni Yukflix.

 

Ketiga, koperasi Kinarya memberi kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk menjadi anggota. Ada tiga acara untuk mendaftar keanggotaan, yaitu dengan mengunjungi wesite koperasi Kinarya (bit.ly/registrasikinarya), dengan menonton film “Impian 1000 Pulau, dan dengan registrasi melalui Saktilink. Jika masyarakat mendownload dan menginstall Saktilink, masyarakat bisa mendapatkan banyak hal menarik di dalamnya, seperti menabung, kemudahan bertransaksi, berbelanja, dan dapat menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang melayani sistem pembayaran menggunakan QR code. QRIS dikembangkan oleh koperasi dan berkerjasama dengan Bank Indonesia (BI).

 

Keempat, koperasi Kinarya mengembangkan Yukflix sebagai platform film layaknya Netflix.  Melalui Yukflix, masyarakat dapat menonton film-film bagus yang dikembangkan oleh pelajar, mahasiswa dan komunitas di Indonesia. Untuk menonton, masyarakat cukup masuk ke www.yukflix.com, kemudian mendaftar. Sistem pembayarannya menggunakan sistem pay per view atau membayar per satu kali menonton.

 

Kelima, keuntungan menjadi anggota koperasi Kinarya sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah anggota bisa memperoleh SHU (sisa hasil usaha), memperoleh pendidikan, mendapatkan beasiswa, menjadi pembuat dan pemilik film, memiliki jaringan yang luas, serta menjadi bagian dari gerakan perubahan (pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kerakyatan).

 

Koperasi Kinarya menjalin kerjasama multipihak. Pihak-pihak yang menjadi mitra kerjasama koperasi Kinarya mencakup pihak pemerintah, akademisi, perusahaan, komunitas dan masyarakat. Oleh karena itu, selain unit bisnisnya luas, koperasi Kinarya juga dapat dipercaya untuk menjadi wadah bisnis yang sangat menjanjikan.



 

Tagline koperasi Kinarya adalah #KamiPunyaMimpi yang memiliki makna keekonomian, pendidikan dan pemberdayaan. Anak-anak muda Indonesia berkumpul di sini, berkarya di sini, mendapatkan benefit di sini dan berkontribusi dari sini. Sobat Revmen mesti segera bergabung! #AyoBerubah #BeraniWujudkanMimpi

 


Referensi:

Wawancara dengan Ivonny Zakaria, Ketua Koperasi Kinarya, 02/03/21

 

 

Reporter: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: