Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI): Andil Pemuda dalam Melestarikan Lingkungan

Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) sebagai komunitas yang bergerak di bidang penyelamatan dan kelestarian lingkungan
  • 27 November 2021
  • 0 Komentar

Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI): Andil Pemuda dalam Melestarikan Lingkungan

Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) wujud kepeloporan pemuda dalam bidang lingkungan, yang mampu mengakomodir pemuda di berbagai kota Indonesia untuk berpartisipasi dalam tindakan penyelamatan lingkungan.

 

Jakarta (23/11/2021) Sobat Revmen, sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membentuk kebiasaan baru yang berdampak pada keberlangsungan bumi di masa depan. Tak mau tinggal diam menghadapi kerusakan lingkungan yang kian memprihatinkan, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) pun lantas dibentuk sebagai wadah pemuda yang ingin menjadi bagian dari solusi masalah perubahan iklim demi terciptanya lingkungan yang lestari. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita simak cerita tentang komunitas pemuda inspiratif berikut ini!

 

Sebagai komunitas hijau, KOPHI bertujuan menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang lingkungan untuk bergerak bersama-sama melakukan tindakan kolektif dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan Indonesia. Koalisi ini lahir sebagai buah gagasan tiga pemuda dari kampus berbeda terhadap kerusakan lingkungan, yakni Yudithia (Universitas Indonesia), Lidwina Marcella (London School of Public Relation), dan Agusman Pranata (President University). KOPHI lantas diresmikan pada 30 Oktober 2010 di Jakarta, yang dihadiri oleh organisasi-organisasi sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek.

 

Ketika awal terbentuk, KOPHI baru beranggotakan sekitar 50 orang. Namun kini tak hanya di Jabodetabek, jumlah anggota KOPHI terus berkembang dan menjadi organisasi pemuda pemerhati lingkungan yang tersebar di 18 provinsi Indonesia. Di antaranya, Aceh, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiap cabang KOPHI di daerah pun memiliki otonomi dan kekhasan tersendiri dalam mengkampanyekan kegiatan mereka di bidang lingkungan. Di mana hal tersebut akan disesuaikan pada karakteristik permasalahan lingkungan yang ditemui di masing-masing daerah.

 

“Misalnya Kalimantan, masalah yang kerap kali terjadi adalah soal pembalakan liar dan eksploitasi hasil tambang oleh perusahaan-perusahaan yang dilakukan dengan serampangan. Masalah berbeda mungkin ditemui oleh KOPHI wilayah lain. Ini kenapa kemudian KOPHI wilayah diberikan otonomi untuk mengadakan kegiatan di masing-masing provinsinya,” terang Media Relation Coordinator KOPHI, Sri Rizki Kesuma Ningrum, seperti dimuat Wartakotalive.com.

 

Mengutip Wartakotalive.com, dalam upayanya menyelamatkan dan melestarikan lingkungan, KOPHI memiliki sejumlah agenda kegiatan dan kampanye ___ baik secara daring ataupun luring. Untuk kegiatan kampanye daring misalnya, KOPHI membuat essay, newsletter, jurnal, dan pesan pelestarian lingkungan lainnya sebagai bahan edukasi kepada masyarakat yang diunggah ke situs web, blog, atau media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Sedangkan untuk kegiatan luring, dilakukan dalam bentuk aksi nyata yang dinamakan Warung KOPHI (Wadah Berkumpul dan Sharing Antar Komunitas Lingkungan) dan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang dinamakan Gelas KOPHI (Gerakan Lingkungan Aksi Sosial). Para anggota KOPHI nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai hal terkait pelestarian lingkungan.

 

Misalnya di Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, KOPHI Jakarta melakukan dorongan kepada penduduk untuk memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan untuk pembuatan berbagai kebutuhan seperti pupuk kompos dan pembuatan biogas. Atau KOPHI Yogyakarta, yang melakukan berbagai macam kegiatan kolaboratif seperti sekolah alam, pengadaan bank sampah, inkubator bisnis hingga pendampingan desa mitra di Yogyakarta. Pada dasarnya KOPHI berupaya menjadi agen pendidikan lingkungan bagi anak, pemuda, dan masyarakat. Dalam berkegiatan, KOPHI juga kerap bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pro-lingkungan lainnya, misalnya WWF Indonesia dan lain sebagainya.

 

Peran KOPHI sebagai agen penggerak perubahan dalam hal pelestarian lingkungan di Indonesia pun membawa dampak positif dan perubahan baik, yang sejalan dengan salah satu Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu Gerakan Indonesia Bersih. Seperti halnya KOPHI Yogyakarta, yang mendapat Penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kategori Penyelamat Lingkungan pada 2018 lalu. Oleh karenanya, KOPHI menjadi salah satu contoh wujud kepeloporan pemuda dalam bidang lingkungan, yang mampu mengakomodir pemuda di berbagai kota Indonesia untuk berpartisipasi dalam tindakan penyelamatan lingkungan. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita buktikan bahwa pemuda Indonesia mampu berperan aktif sebagai agen pelopor perubahan dalam berbagai bidang demi mewujudkan Indonesia Maju! #RevolusiMental #GerakanIndonesiaBersih #KepeloporanPemuda #PelestarianLingkungan

 

 

Sumber Foto:

https://kophi.or.id/#iLightbox[79d5256b9bb656fe12f]/6

 

Referensi:

Wartakotalive.com. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Greeners.co. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Kophi.or.id. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Goodnewsfromindonesia.id. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Suharko. (2015). The Success of Youth-Oriented Environmental NGO: A Case Study of Koalisi Pemuda Hijau Indonesia. Jurnal Asian Social Science, 11(26), 166-177. DOI: https://doi.org/10.5539/ass.v11n26p166

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: