Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Kisah Mbah Bingah Gendong Sampah Berkilo-Kilo dari Gunung Merbabu

Mbah Bingah kumpulkan sampah plastik di Gunung Merbabu
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Kisah Mbah Bingah Gendong Sampah Berkilo-Kilo dari Gunung Merbabu

Mbah Bingah bekerja mengumpulkan sampah plastik bekas pendaki di Gunung Merbabu. Setiap hari ia memikul puluhan kilogram sampah untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun membantu sesama lansia di lingkungan sekitarnya. 


Jakarta (8/1/2021) Mendaki gunung kerap dilekatkan kepada mereka yang memiliki hobi dan mendapuk diri sebagai pecinta alam. Sayangnya gunung kerap kali justru kotor akibat ulah para pendaki yang tak bertanggung jawab dengan membuang sampahnya sembarangan. Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan masalah pencemaran bagi lingkungan dan keberlangsungan ekosistem kawasan gunung. Sosok Mbah Bingah yang tinggal di kaki Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah, pun seakan mendefinisikan pecinta alam yang sejati. Di mana setiap harinya ia mendaki gunung untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik di jalur pendakian Gunung Merbabu. Aksinya tersebut menuai pujian dan apresiasi yang membuatnya viral di media sosial. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita simak kisah inspiratifnya berikut ini!


Di usianya yang tak lagi muda, setiap harinya Mbah Bingah naik turun Gunung Merbabu untuk mengangkut sampah-sampah yang sulit terurai. Kegiatan itu telah ia lakoni selama lebih dari tiga tahun. Dari rumahnya yang terletak di Dusun Selowangan, Kecamatan Selo, Boyolali itu setidaknya Mbah Bingah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama dua jam untuk tiba di jalur pendakian Gunung Merbabu. Di sana biasanya ia akan mengumpulkan sampah botol plastik mulai dari jam 10 pagi hingga 6 sore. Kegiatan itu ia lakoni tak hanya karena alasan ekonomi semata, melainkan juga karena kepeduliannya untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Merbabu.  


“Saya mencari sampah supaya Merbabu bersih serta meraih berkah dari Tuhan,” ujar Mbah Bingah seperti dilansir dalam blog kitabisa.com



Di usianya yang sudah kepala enam dan dengan tubuhnya yang mulai renta, Mbah Bingah masih kuat memikul karungan sampah seberat 30 kg hingga 40 kg setiap harinya. Di mana sampah botol plastik yang terkumpul akan dihargai Rp 1.000 setiap kilogramnya oleh pengepul, sehingga Mbah Bingah rerata dapat mengantongi pendapatan sekitar Rp 30.000 sampai Rp 40.000 dalam satu hari. Untuk mencukupi keseharian, Mbah Bingah juga menjadi buruh tani dengan upah Rp 20 ribu sehari. Pekerjaan itu semua dilakoni Mbah Bingah sebagai tulang punggung keluarga, lantaran kondisi kesehatan suami Mbah Bingah yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja.


Walau tinggal di gubuk yang sederhana dan berlantai tanah serta berdinding kayu, Mbah Bingah masih menyempatkan untuk berbagi sedekah kepada lansia lain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kepeduliannya tersebut seolah merepresentasikan arti namanya, yang dalam bahasa Jawa krama halus Bingah berarti bahagia. Ya, karena dalam keterbatasan ekonominya Mbah Bingah mampu menebarkan kebahagiaan dan kebaikan kepada sesama manusia yang membutuhkan maupun kepada alam agar terus lestari. Inspiratif sekali bukan, sobat Revmen?

 

Apa yang dilakukan Mbah Bingah seolah menjadi pengingat bagi mereka yang mendaki gunung agar mampu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu, inisiatif yang dilakoni Mbah Bingah juga kiranya menjadi wujud nyata salah satu gerakan Revolusi Mental yakni Gerakan Indonesia Bersih. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita tingkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan demi mewujudkan Indonesia Bersih dan lestari! #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersih


Sumber Foto:

I:https://www.youtube.com/watch?v=CH15XPraGhw (Running TV YouTube Channel) 

II:https://blog.kitabisa.com/mbah-bingah-angkat-karung-sampah-30-kg-per-hari-demi-bagikan-sembako-untuk-lansia-lainnya/


Referensi:

Radarsolo.jawapos.com. (2021). Diakses tanggal 22 Desember 2021. 

Blog.kitabisa.com. (2021). Diakses tanggal 22 Desember 2021. 

Inibaru.id. (2021). Diakses tanggal 22 Desember 2021. 

Liputan6.com. (2021). Diakses tanggal 22 Desember 2021. 

Merdeka.com. (2021). Diakses tanggal 22 Desember 2021. 

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: