Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Keren! Rebricks Ciptakan Bata dari Daur Ulang Sampah Plastik

Rebricks mendaur ulang sampah plastik menjadi bata atau konblok yang mampu mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat timbulan sampah plastik
  • 18 September 2021
  • 0 Komentar

Keren! Rebricks Ciptakan Bata dari Daur Ulang Sampah Plastik

Mendaur ulangnya menjadi bahan material bangunan, Rebricks memberikan solusi alternatif terhadap permasalahan lingkungan dengan mengurangi volume sampah plastik kemasan yang sulit diurai oleh lingkungan.

 

Jakarta (07/09/2021) Sampah plastik masih menjadi ancaman terbesar bagi kerusakan lingkungan hingga saat ini. Terlebih, sampah plastik berjenis kantong kresek, sachet, dan kemasan plastik sekali pakai lainnya yang paling sulit didaur ulang karena terdiri dari berlapis-lapis plastik. Alih-alih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau bahkan mencemari sungai dan lautan, sampah-sampah plastik sekali pakai tersebut pun kini mampu didaur ulang menjadi bata atau konblok yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Seperti apa? Yuk, sobat Revmen kita cari tahu lebih jauh!

 

Melalui Rebricks yang didirikan oleh Ovy Sabrina dan Novita Tan pada 2019, sampah plastik mampu disulap menjadi menjadi bahan material bangunan yang ramah lingkungan. Bata tersebut diproduksi menggunakan sampah-sampah kemasan sachet seperti pembungkus mie instan, kopi, detergen, sabun, sampo, hingga kantong kresek bekas. Dalam pengolahannya, sampah plastik rumah tangga yang menjadi bahan dasar tersebut dicacah menjadi bagian-bagian kecil menggunakan mesin pencacah, kemudian dikeringkan dan dilelehkan untuk kemudian dicetak. Di pabriknya yang terletak di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setidaknya Rebricks memproduksi tiga jenis bata, yakni berbentuk persegi, kubus, dan hexagonal.

 

Pada mulanya untuk memenuhi pasokan sampah plastik kemasan sebagai bahan baku produksi, Rebricks memperolehnya dengan bekerja sama ke sejumlah warung makan. Namun setelah peluncuran produk pertamanya mendapat respon positif dari masyarakat, yang secara sukarela ingin berpartisipasi menyetorkan sampah plastik kemasannya agar didaur ulang ketimbang hanya berakhir di tempat sampah, Rebricks pun lantas mendirikan empat titik pengumpulan sampah, yakni di Tangerang, Bandung, dan dua lagi di Jakarta Selatan. Bata keluaran Rebricks yang memenuhi standar untuk penggunaan lahan parkir, taman, dan trotoar itu, tiap meter perseginya mampu menampung beban di atas 250 kg, lho!

 



Nah, untuk menghindari risiko pelepasan mikroplastik dari produknya yang dapat mencemari lingkungan, bata yang diproduksi Rebricks dibuat dengan teknik dua lapisan. Lapisan atas dibuat dari campuran agregat murni tanpa bahan daur ulang plastik, sedangkan lapisan bawah dicampurkan dengan bahan plastik daur ulang bersama dengan formula lain agar merekat secara solid. Setiap satu bata yang diproduksi Rebricks setidaknya terdapat 20 sampah plastik kemasan yang didaur ulang. Di mana dalam satu harinya, Rebricks mampu mendaur ulang 88.000 bungkus plastik kemasan yang berpotensi mencemari lingkungan dengan menyulapnya menjadi bata atau konblok.

 

Mengutip Liputan6.com, bata daur ulang limbah plastik yang diproduksi Rebricks dibanderol seharga  Rp 95 ribu per meter persegi. Adapun dalam sebulan, Rebricks kini mampu menjual 100 sampai 200 meter persegi bata daur ulang sampah plastik. Pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai sektor juga turut membuat membuat Rebricks sukar memasarkan produk mereka karena sulit bertemu dengan calon klien, dan pabrik pun terpaksa ditutup selama adanya pemberlakuan pembatasan wilayah di Jakarta. Namun diakui Ovy Sabrina selaku co-founder Rebricks kepada Antara, permintaan pasar terhadap bata daur ulang produksinya terus mengalami peningkatan setiap bulannya. Ke depannya, Rebricks pun berinovasi untuk meluncurkan produk baru lainnya yakni batako yang juga terbuat dari daur ulang limbah plastik.

 

Wah, inovatif sekali bukan, sobat Revmen? Dengan menyulapnya menjadi bahan material bangunan yang ramah lingkungan, Rebricks menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah lingkungan akibat pencemaran sampah plastik di Indonesia. Di mana hal tersebut juga sejalan dengan salah satu gerakan Revolusi Mental yakni Gerakan Indonesia Bersih. Mengingat daur ulang adalah langkah paling akhir yang bisa dilakukan, sudah sepatutnya kita mendukung gaya hidup ramah lingkungan, karena yang utama perubahan dimulai dari diri kita sendiri! #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersih

 

 

Sumber Foto:

I: https://nowjakarta.co.id/people/community/rebricks-from-plastic-waste-to-eco-friendly-bricks

II: https://foto.bisnis.com/view/20201015/1305676/pembuatan-paving-blok-dari-sampah-plastik

 

Referensi:

Mediaindonesia.com, 25/06/20