Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Kerap Disepelekan, Pelanggaran Tak Memakai Sabuk Pengaman Banyak Terekam ETLE

Kesadaran masyarakat menggunakan sabuk pengaman perlu ditingkatkan karena menjadi pelanggaran lalu lintas terbanyak kedua roda empat yang terekam ETLE
  • 27 April 2021
  • 0 Komentar

Kerap Disepelekan, Pelanggaran Tak Memakai Sabuk Pengaman Banyak Terekam ETLE

Demi keselamatan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, kesadaran masyarakat untuk menggunakan sabuk pengaman masih perlu ditingkatkan. Di mana hal tersebut menjadi pelanggaran lalu lintas terbanyak ke-2 pada kendaraan roda empat di Indonesia yang terekam ETLE.

Jakarta (18/04/2021) Sobat Revmen, sudah tahu belum kalau sistem tilang elektronik sudah resmi diberlakukan? Sistem tilang elektronik atau yang biasa disebut Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sudah mulai efektif beroperasi di beberapa titik di 12 provinsi Indonesia sejak 23 Maret lalu, lho! Sejak perdana dipasang kamera ETLE pun telah banyak menjaring para pengendara yang tak tertib berlalu lintas. Di antara pelanggaran yang terbanyak ialah tak memakai sabuk pengaman yang masih kerap diabaikan oleh masyarakat ketika berkendara. Waduh, yuk sobat Revmen kita cari tahu lebih jauh!

Sistem tilang elektronik yang pertama kali diluncurkan pada 2018 lalu bekerja dengan cara mendeteksi pelanggaran yang dilakukan pengendara melalui kamera pengawas CCTV. Dengan memanfaatkan teknologi, ETLE diharapkan dapat lebih menegakkan ketertiban pengendara dalam berlalu lintas. Tilang melalui ETLE ini berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pelanggaran-pelanggaran yang dideteksi oleh ETLE  ialah menggunakan gawai saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar markah jalan dan lampu lalu lintas, tidak memakai helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), serta memakai pelat nomor palsu. 

Nah sobat Revmen, tidak memakai sabuk pengaman atau seatbelt menjadi pelanggaran lalu lintas terbanyak ke-2 pada kendaraan roda empat di Indonesia yang terekam ETLE, lho! Menurut catatan ETLE Polda Metro Jaya, sebagaimana dilansir Kompas.com, setidaknya ada 36.484 pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman pada 2020. Jumlah pelanggaran tersebut berada di bawah pelanggaran traffic light/markah stop line yang mencapai 71.235 pelanggaran pada 2020. Namun di beberapa daerah-daerah yang telah memberlakukan ETLE, pelanggaran tidak mengenakan sabuk pengaman justru menjadi pelanggaran yang menempati urutan terbanyak. Seperti yang terjadi di Manado, Depok, Serang, hingga Makassar berdasarkan reportase per Maret-April 2021. 

Bahkan beberapa waktu pengendara roda empat yang kedapatan tak tertib mengenakan sabuk pengaman sempat viral di media sosial. Lantaran, pengemudi mobil putih beserta penumpang samping pengemudi tertangkap kamera CCTV tilang elektronik sedang bermesraan di dalam mobil. Sontak postingan yang diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii itu pun dibanjiri komentar netizen yang saling berseloroh. Waduh, jangan ditiru ya sobat Revmen! Selain membahayakan keselamatan, hal tersebut menandakan bahwa kesadaran akan pentingnya tertib lalu lintas khususnya mengenakan sabuk pengaman masih kerap disepelekan oleh sebagian masyarakat.

Padahal meski terkesan sepele, tertib mengenakan sabuk pengaman dapat menjadi salah satu tindakan pencegahan dan perlindungan agar terhindar dari dampak bahaya kecelakaan. Atau dengan kata lain dapat mengurangi risiko cedera serius saat terlibat kecelakaan berat. Tak hanya pengemudi saja lho yang wajib mengenakan sabuk pengaman. Penumpang di samping pengemudi pun wajib hukumnya mengenakan sabuk pengaman. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam Pasal 106 ayat 6. Bagi mereka yang terekam ETLE tidak mengenakan sabuk pengaman maka akan dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu rupiah.

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia pun masih terbilang tinggi. Mengutip Otomotifnet, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, tiap satu jam ada tiga nyawa melayang karena kecelakaan di jalan. Tragisnya lagi, angka tewas tertinggi berada di usia produktif yakni antara 15-29 tahun. Miris sekali bukan, sobat Revmen? Bagaimana pun aturan dibuat demi kenyamanan dan keselamatan semua pengguna jalan raya. Oleh karenanya, jadikan memakai sabuk pengaman sebagai suatu kesadaran dan kebutuhan, bukan hanya karena takut akan regulasi. Mari budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, dengan bersama-sama disiplin demi tertib berlalu lintas!  #AyoBerubah #IndonesiaTertib


Sumber Foto:

https://www.merdeka.com/peristiwa/pmekot-madiun-mulai-berlakukan-tilang-elektronik.html

 

Referensi:

Megapolitan.kompas.com, 25/03/21

Otomotif.kompas.com, 27/06/2020

Otomotifnet.gridoto.com, 06/03/20

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: