Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Kemenko PMK: PP Nasyiatul Aisyiyah Jadi Penggerak Lawan Stunting

gnrm
  • 28 Agustus 2022
  • 0 Komentar

Kemenko PMK: PP Nasyiatul Aisyiyah Jadi Penggerak Lawan Stunting

Kemenko PMK memiliki tugas dalam hal pembangunan manusia. Maka pencegahan stunting ini menjadi bagian dari pembangunan manusia yang lebih baik.

JAKARTA (28/08/2022), Nasyiatul Aisyiyah  bisa menjadi pelopor dan penggerak perang melawan stunting. Selanjutnya, Nasyiatul Aisyiyah bisa membantu pemerintah dalam menjalankan 9 langkah percepatan penurunan angka stunting sesuai Perpres no. 72/2021.

Hal ini disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Maman Wijaya dalam acara Jambore Pashmina 2022 yang diselenggarakan Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Agustus 2022.

Dalam kesempatan itu, Maman Wijaya memberikan apresiasi atas Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dilakukan PP  Nasyiatul Aisyiyah dengan menjalankan kegiatan berupa Jambore Pashmina 2022 yang mengambil tema “Menguatkan Remaja Sehat Bebas Stunting dan Peduli Lingkungan”

Menurut Maman, Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah di bidang sosial kemasyarakan sudah melakukan upaya preventif dan edukatif dalam bidang kesehatan untuk remaja dengan kegiatan Pashmina.

Kemenko PMK memiliki tugas dalam hal pembangunan manusia. Maka pencegahan stunting ini menjadi bagian dari pembangunan manusia yang lebih baik. Tentu dengan kegiatan Pashmina ini, PP Nasyiatul Aisyiyah bisa menjadi contoh telah melakukan Aksi Nyata GNRM yakni bergerak melawan stunting dengan upaya preventif dan edukatif di bidang kesehatan untuk remaja, “tutur Maman saat memberikan materi secara daring.

Ditambahkan Maman, dengan GNRM diharapkan ke depan akan terjadi penurunan angka stunting dan mewujudkan generasi emas yang maju dan sejahtera. Dalam kesempatan itu, Maman menuturkan bahwa ada 5 Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting 2018-2024) yakni komitmen dan visi kepemimpinan; kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku; konvergensi program pusat, daerah,desa; ketahanan pangan dan gizi; pemantauan dan evaluasi.

“Lima stranas ini bisa dilakukan dengan GNRM misal komitmen dan visi kepemimpinan adalah wujud dari Gerakan Indonesia Melayani. Ketahanan pangan dan gizi adalah wujud Gerakan Indonesia Mandiri,” urai Maman dengan memberikan contoh lain dari Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Tertib, dan Gerakan Indonesia Bersih.

Dengan GNRM itu, diharapkan akan ada Revolusi Mental atas cara berpikir, cara bekerja, dan cara hidup hingga Indonesia terbebas dari generasi stunting. Selanjutnya Maman memberikan materi tentang sembilan langkah percepatan penurunan angka stunting dimana PP Nasyiatul Aisyiyah sangat berperan besar membantu pemerintah.

“Kegiatan ini sangat berarti sekali, diharapkan ada kesadaran sejak remaja agar menjadi remaja sehat lahir batin. Kelak ketika berumah tangga sudah siap dan melahirkan generasi yang sehat. Ketika menjadi ayah dan ibu pun memberikan kualitas asuh yang baik,” pungkas Maman.

Dalam pembukaan Jambore Pashmina, Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah mengatakan bahwa Pashmina merupakan salah satu program unggulan PP Nasyiatul Aisyiyah. Pashmina merupakan model pelayanan remaja sehat yang integrated dan holistik sebagai sarana atau wadah pengembangan diri remaja melalui berbagai layanan kesehatan fisik, konsultasi kesehatan reproduksi, kosultasi psikologi dan edukasi makanan bergizi serta edukasi berbagai isu aktual sesuai kebutuhan remaja.

“Pashmina ini pertama kali dilaunching pada tahun 2015. Semua kegiatan Pashmina terlaksana berkat kerja keras para relawannya untuk terus memberikan edukasi kepada para remaja,“ jelas Diyah seraya menjelaskan bahwa Jambore Pashmina 2022 ini terselenggara atas kerja sama PP Nasyiatul Aisyiyah dan Kemenko PMK program Revolusi Mental.

Sebuah penelitian yang dilakukan Pashmina Sleman, kata Diyah, menemukan remaja perempuan mengalami anemia, yang juga menjadi salah satu penyumbang terjadinya stunting.

“PASHMINA Goes To School menemukan sekitar 60% remaja putri sekolah menderita anemia. Mengetahui hal tersebut, Kemenkes kemudian memberikan bantuan tablet penambah darah di sekolah-sekolah. Namun sayangnya saat itu hanya terbatas pada wilayah Jabodetabek,” tambah Diyah.

Perkembangan Pashmina kini telah meluas hampir ke seluruh Indonesia yaitu 34 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah. Ada sekitar 100 pos layanan Pashmina di seluruh Indonesia. Selain memberikan layanan kepada remaja di sekolah, Pashmina juga memberikan layanana kepada remaja umum bahkan juga lintas agama dan remaja dengan disabilitas. Jambore ini diikuti oleh 112 relawan Pashmina dan pada Minggu (28/02) akan ada layanan Pashmina serentak di beberapa wilayah. *ps

foto : Sandra dan Subhan deputi 5

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: