Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Kelalaian Berkendara Ini Kerap Disepelekan, Yuk Tertib Lalin!

Pentingnya tertib berkendara seperti kebiasaan untuk menggunakan lampu sein, tidak asal menyelonong, dan memakai sabuk pengaman demi hindari kecelakaan
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

Kelalaian Berkendara Ini Kerap Disepelekan, Yuk Tertib Lalin!

Di jalan sering kali dijumpai fenomena pengendara yang lalai berlalu lintas dan terkesan disepelekan oleh masyarakat. Untuk itu, membangun kesadaran tertib berlalu lintas sangat diperlukan guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Jakarta (31/05/2021) Sobat Revmen, siapa yang suka jengkel dengan ulah pengendara yang tak tertib menyalakan lampu sein dan menyelonong begitu saja ketika keluar gang? Meski demikian, banyak pula masyarakat yang seakan melumrahkan kelalaian dalam berlalu lintas tersebut dan menganggapnya adalah hal yang biasa. Padahal meski terkesan sepele, hal tersebut tetap saja dapat mengundang bahaya bagi pengendara lainnya di jalan dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Nah sobat Revmen, yuk kita telisik dan koreksi tiga kesalahan pengendara yang kerap dijumpai di jalanan berikut ini!

Pertama, kasih lampu sein kanan tapi beloknya kiri. Fenomena ini kerap diidentikan dengan pengendara motor emak-emak , yang sering kali fenomena ini dijadikan meme atau gambar disertai tulisan sebagai bentuk ekspresi untuk tujuan melucu di sosial media. Hal ini bisa terjadi lantaran kekeliruan pemahaman bahwa lampu sein berfungsi untuk mengarahkan pengendara di belakang untuk bergerak sesuai arah nyala lampu sein. Padahal sejatinya lampu sein berfungsi untuk menunjukkan arah yang akan dituju oleh si pengendara.

Pemakaian lampu sein yang keliru ini turut menjadi salah satu penyebab kasus kecelakaan tabrak belakang yang sering terjadi. Ketentuan setiap pengendara untuk memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan ketika hendak berbelok, memutar arah, dan berpindah jalur dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam pasal 112 ayat 1 dan 2. Untuk menghindari kecelakaan terjadi, lampu sein idealnya dinyalakan pada jarak 10-20 meter sebelum hendak membelokkan kendaraan, tergantung pada kecepatan kendaraan ya, sobat Revmen!

Kedua, menyelonong begitu saja ketika keluar gang menuju jalan utama. Karena kerap dijumpai, aksi pengendara yang tak tertib ini pun disematkan dengan sebutan selonong boy dalam istilah gaul populernya. Karena tidak memperlambat laju kendaraannya dan menyelonong begitu saja ke jalan besar ketika keluar dari gang, fenomena yang banyak dilakukan pengendara motor ini pun dapat menyebabkan kecelakaan. Meski telah menyalakan lampu sein, bila langsung keluar begitu saja dari gang tetap jelas berbahaya lho, sobat Revmen!

 

Etikanya, pengendara yang keluar dari gang menuju jalan utama harus berhenti dulu di mulut gang dan mengecek kanan-kiri apakah kondisi lalu lintas di jalan utama aman atau tidak untuk keluar gang. Setelah aman dan diberikan kesempatan oleh kendaraan di jalan utama, barulah kendaraan boleh keluar gang dan masuk ke jalan utama. Aturan bahwa pengemudi harus memberikan hak utama kepada kendaraan dari jalan utama jika datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan jalan tersebut tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam Pasal 113 poin b.

Di samping dua kelalaian berkendara di atas, pelanggaran yang juga kerap disepelekan ialah tidak mengenakan sabuk pengaman. Meski beralasan hanya pergi berkendara untuk jarak dekat, tetap saja tidak mengenakan sabuk pengaman dapat berakibat fatal. Mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil atau pun penumpang samping pengemudi menjadi hal yang wajib. Aturan ini juga sudah disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam Pasal 106 ayat 6. Hal yang dianggap sepele dan seakan lumrah ini saja ternyata sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Nah, kalau sekarang sudah tahu harus jadi taat sama peraturan ya, sobat Revmen! Terlebih saat ini tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) sudah mulai diterapkan di 12 provinsi Indonesia.

Oleh karenanya, baik hendak berbelok, memutar arah, berpindah jalur, ataupun keluar dari gang ke jalan utama wajib hukumnya untuk menyalakan lampu sein sebagai isyarat ___ serta memperhatikan etika lalu lintas lainnya seperti memperhatikan pengendara lain. Nah, pengendara yang melanggarnya karena tidak menyalakan lampu sein bisa dikenai hukuman berupa kurungan satu bulan penjara atau denda Rp 250 ribu lho, sobat Revmen! Hukuman serupa juga berlaku sama bagi pengemudi mobil atau pun penumpang samping pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Bahaya tetap bahaya, jangan dianggap sepele. Yuk sama-sama kita budayakan sikap tertib dalam ruang publik, dimulai dari tertib berlalu lintas saat berkendara! #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

Sumber Foto:

I:https://www.gridoto.com/read/221640281/street-manners-lalai-menggunakan-lampu-sein-sanksinya-gak-main-main

II: http://cdn.metrotvnews.com/images/library/images/oto/2017/10.Oktober/Motor-Jatuh.jpg

 

Referensi:

Otosia.com, 12/09/17

Tirto.id, 17/07/18

Oto.detik.com, 04/08/20

Hukumonline.com, 29/07/19

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor:  Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: