Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Jimpitan: Gotong Royong Warga melalui Tabungan Kolektif

Tradisi jimpitan merupakan kearifan lokal dengan konsep gotong royong berbentuk tabungan kolektif sebagai solusi bersama
  • 13 April 2021
  • 0 Komentar

Jimpitan: Gotong Royong Warga melalui Tabungan Kolektif

Tradisi jimpitan yang merupakan kearifan lokal dengan konsep gotong royong dapat menjadi solusi bersama mengatasi berbagai masalah, termasuk ketika pandemi melanda.

 

Jakarta (07/04/2021) Sobat Revmen adakah yang pernah dengar atau familiar dengan kata jimpitan ? Bagi sebagian besar orang perkotaan mungkin istilah jimpitan terdengar sedikit asing. Padahal jimpitan merupakan tradisi asli Indonesia khususnya masyarakat Jawa, yang telah berlangsung sejak lama dan turun-temurun, lho! Dengan kondisi pandemi saat ini yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan, tradisi jimpitan yang lekat dengan muatan gotong royong itu pun kiranya menjadi amat bermanfaat. Yuk sobat Revmen, kita telisik lebih jauh apa itu tradisi jimpitan!

 

Jimpitan kerap dijumpai di desa ataupun kampung-kampung di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, atau Yogyakarta. Sedangkan tradisi serupa di Jawa Barat dikenal dengan sebutan beas perelek. Pada mulanya jimpitan dilakukan dengan cara mengumpulkan beras dari rumah ke rumah di lingkup kampung atau RT. Namun seiring perkembangan zaman, kegiatan mengumpulkan beras tersebut telah mengalami perubahan dengan cara mengumpulkan uang. Jimpitan sendiri berasal dari kata ‘jumputan’ atau ‘menjumput’ yang artinya mengambil barang lembut/kecil dengan menggunakan ujung telunjuk dan ibu jari.

 

Umumnya jimpitan dilakukan dengan cara mengumpulkan uang dalam wadah gelas plastik atau kaleng kecil yang biasanya menggantung di dekat pintu atau diikatkan di pagar rumah. Nantinya, warga RT yang bertugas akan mengambilnya sembari melakukan ronda keliling pada malam hari. Jimpitan dilakukan secara kontinu dan besarannya disesuaikan dengan keikhlasan/kerelaan pemberi. Sehingga meskipun jumlahnya kecil, dengan menghimpunnya secara kolektif pun akan menjadi kekuatan yang besar dan bermanfaat sobat Revmen!

 

Ibarat tabungan sosial, uang yang dikumpulkan dari jimpitan itu nantinya digunakan untuk kepentingan warga kampung atau RT itu sendiri yang penggunaan dan pengelolaannya akan dimusyawarahkan terlebih dahulu. Biasanya dana yang terkumpul dari jimpitan digunakan untuk kegiatan sosial atau pembangunan desa, seperti untuk mengganti jasa ronda/siskamling warga, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus, pembangunan fasilitas internet bagi warga, hingga membantu mensubsidi warga yang sedang membutuhkan, dan kegiatan-kegiatan desa lainnya.

 

Menurut ahli budaya Jawa, Prapto Yuwono, sebagaimana dilansir laman Indonesia.go.id, tradisi jimpitan merunut akar sejarahnya menjadi simbol solidaritas dan ketangguhan warga menghadapi kesulitan ekonomi dari masyarakat pedesaan sejak zaman penjajahan dulu. Adapun mengutip Media Indonesia, tokoh budaya sekaligus dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Achmad Charris Zubair, mengatakan jimpitan merupakan ekspresi budaya yang dilandasi oleh karakter gotong royong yang menjiwai masyarakat Indonesia. Karena itu, lewat tradisi jimpitan masyarakat diajak saling peduli dan bahu-membahu bilamana ada kesulitan diatasi bersama-sama.

 Oleh karenanya berkaca pada situasi saat ini, jimpitan pun dapat menjadi solusi bersama dalam merespon dampak pandemi yang terbukti dapat memberdayakan masyarakat dan saling membantu sesama.  Sebagaimana tradisi luhur lainnya di tanah air yang dilandasi prinsip gotong royong, sudah sepatutnya tradisi jimpitan terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Nah, seiring perkembangan zaman ke era digital, gotong royong dapat diinisiasi pula dengan memanfaatkan teknologi internet seperti galang dana atau crowdfunding melalui media sosial. Ingat, perubahan nyata dapat dimulai dari diri sendiri serta melalui langkah kecil terlebih dahulu. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita kembalikan semangat gotong royong sebagai jati diri dan karakter bangsa Indonesia! #AyoBerubah #IndonesiaBersatu.

 

Sumber Foto:

https://kagama.id/menghidupkan-lagi-budaya-berbagi-melalui-gerakan-jimpitan/

 

Referensi:

Mediaindonesia.com, 21/04/19

Indonesia.go.id, 09/04/19

Goodnewsfromindonesia.id, 23/02/19

Goodnewsfromindonesia.id, 08/04/20

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: