Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

JEROME POLIN: NIHONGO MANTAPPU!

Channel Youtube milik Jerome Polin
  • 13 September 2021
  • 0 Komentar

JEROME POLIN: NIHONGO MANTAPPU!

Math is fun, matematika adalah hal yang menyenangkan, begitu kira-kira ketika kita menyaksikan video-video Jerome Polin di channel Youtubenya: Nihongo Mantapu!

 

Jakarta (19/08/2021) Suatu ketika Jarome Polin ngobrol bareng Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim di Instagram live @jeromepolin pada bulan Mei 2021. Pada kesempatan itu terjadi sebuah momen menarik ketika Jerome mengajukan pertanyaan kepada mas Nadiem, kemudian Jerome mengkoreksi jawaban mas Nadiem. Siapapun yang melihat siaran langsung itu mungkin akan berpikir, “Waduh, berani-beraninya Jerome mengkoreksi Menteri Pendidikan. Ini Menteri Pendidikan, loh.” Namun kenyataannya hal itu terjadi. Nadiem Makarim bukannya marah, justru malah merasa terhibur dengan pertanyaan cerdas dari Jerome.

 

“Mas Menteri, tolong jawab dengan cepat ya, mas. 1 + 1 x 0,” tanya Jerome kepada Nadiem Makarim. Kemudian dengan cepat Mendikbudristek menjawab, “Nol.” Mendengar jawaban itu Jerome tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, yang berarti jawaban mas Nadiem salah. Kemudian Jerome mengulang kembali pertanyaannya, “1 + 1 x 0.”  Mas Nadiem kemudian berpikir sejenak, lalu beliau menutup muka dengan kedua tangannya sambil tertawa dan berucap, “Eh harusnya satu, ya. Aduuuh.”



 

Itu merupakan salah satu penggalan kisah hidup dari seorang Youtuber bernama Jerome Polin. Pria kelahiran Surabaya tahun 1998 ini namanya kian terkenal di kalangan generasi remaja. Jika Sobat Revmen ingin melihat karya Jerome Polin, silahkan buka channel Youtube “Nihongo Mantapu.” Itu merupakan channel resmi Jerome Polin yang kini telah memiliki 7,1 juta pelanggan. Dalam channel Youtube yang dikelolanya, Jerome banyak memberikan konten-konten yang berkaitan dengan pendidikan, terutama matematika. Namun jangan salah, jika Sobat Revmen menonton maka Sobat tidak akan menemukan penjabaran matematika yang njelimet. Semua dibawakan secara fun oleh Jerome. Konten yang banyak disukai penonton adalah menghitung cepat ala Jerome.

 

Namun Jerome bukan hanya terkenal sebagai Youtuber. Mahasiswa Waseda University, Tokyo, Jepang ini juga terkenal sebagai sosok yang sarat talenta. Jerome dikenal jago matematika dan pernah menjadi juara tiga dalam Pekan Matematika Nasional (Pemnas) tahun 2014, pernah menjadi juara dua dalam Regional Olimpiade Farmasi Nasional UNAIR 2015, dan pernah menjadi juara pertama dalam Olimpiade National Industrial Engineering ITS tahun 2016.

 

Cowok yang suka matematika sejak kecil ini juga menulis sebuah buku berjudul “Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2019. Meski pun judulnya demikian, namun sebetulnya itu merupakan buku filosofi kehidupan Jerome Polin dalam menghadapi setiap masalah dan bagaimana memecahkannya. Berkat buku itu, Jerome mendapatkan penghargaan IKAPI Awards 2020 sebagai penulis pendatang terbaik atau “Rookie of The Year.” Konon dalam setahun buku itu telah terjual sebanyak 50.000 eksemplar.

 

Bukan hanya itu, pada tahun 2021 Jerome juga masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 untuk kategori media, pemasaran dan periklanan. Sebagai info, Forbes 30 Under 30 adalah daftar yang dibuat majalah Forbes, Amerika Serikat, untuk mempublikasikan nama-nama anak muda dari seluruh dunia yang sukses di bawah usia 30 tahun, baik dari kalangan pengusaha, pemimpin, maupun pekerja seni dan kreatif yang dianggap berhasil membuat terobosan-terobosan yang menginspirasi.

 

Jerome bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan di tanah air. Hal ini terungkap saat Jerome ngobrol dengan mas Nadiem Makarim secara live di Instagram. Ada tiga sektor pendidikan yang dibidik oleh Jerome untuk ditingkatkan, yakni pemerataan pendidikan, kesejahteraan guru dan perbaikan kurikulum. Bahkan secara teknis Jerome sudah memikirkan langkah yang akan diambil. Untuk perbaikan kurikulum misalnya, Jerome mengatakan bahwa pendidikan moral dan berpikir kritis harus diperkuat sejak dini. Itu artinya, pola pikir guru-guru juga harus mengalami perubahan. Mendengar hal ini, Mendikbudristek setuju dan menurutnya sekarang Indonesia sedang dalam tahap melakukan revolusi pendidikan agar lembaga-lembaga pendidikan berorientasi pada pelajar. Melalui hal itu diharapkan terjadi perubahan, sebagaimana yang dicanangkan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yakni tumbuhnya generasi yang berkarakter sesuai dengan nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

 

Sobat Revmen, Jerome Polin memang masih sangat muda. Namun kita bisa mengambil pelajaran darinya tentang beberapa hal penting. Pertama, math is fun. Matematika bukanlah momok, melainkan sesuatu yang menyenangkan. Dorong diri kita atau anak-anak kita untuk menyukai matematika. Kedua, prestasi harus datang dari diri individu, bukan dari paksaan orang tua. Berikan anak arahan yang proporsional, lalu dukung minatnya untuk mengembangkan diri. Dan Ketiga, menggantungkan cita-cita yang tinggi dapat menjadi motivasi kuat bagi seseorang untuk terus maju. So, mari terus kembangkan diri kita untuk berprestasi sebagai sosok-sosok berkarakter dan memiliki semangat integritas, etos kerja dan gotong royong. Mantappu!  #AyoBerubah #RevolusiMental #KeluargaIndonesia

 



Referensi:

Kompas.com. (2021). Diakses tanggal 30 Juli 2021.

Kompas.com. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021.

Kompas.com. (2021). Diakses tanggal 30 Juli 2021.

Theasianparent.com. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021.

 

 


Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: