Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

JEMURAN SEDEKAH SEBAGAI BENTUK GOTONG ROYONG DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Jemuran Sedekah Fastabiqul Khairat
  • 30 April 2021
  • 0 Komentar

JEMURAN SEDEKAH SEBAGAI BENTUK GOTONG ROYONG DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Gotong royong dalam konteks Indonesia bukan sebuah tindakan volunteerism (kesukarelaan) dalam pemikiran modern. Melainkan sebuah jati diri yang sesungguhnya milik bangsa Indonesia. Pada saat Pandemi Covid-19 muncul, jati diri itu juga muncul tanpa diperintah atau dipaksakan.

 

Jakarta (23/04/2021) Masyarakat dunia terkejut ketika pandemi Covid-19 menyerang. Ada kepanikan yang terjadi secara global. Di beberapa negara, kebijakan terkait penanganan Covid-19 segera dilakukan dengan menjadikan state actors (actor negara) sebagai tumpuan. Cina segera mengambil kebijakan lockdown dan pembangunan fasilitas kesehatan yang sepenuhnya ditangani oleh negara. Mirip dengan Cina, India juga segera menerapkan lockdown total, sebuah aksi lockdown terbesar di dunia yang dilakukan atas 900 juta penduduk. Kebijakan ini langsung ditangani oleh negara. Di Amerika Serikat, langkah awal yang diambil adalah membangun diskursus politik yang dilakukan oleh Presiden Trump, berbarengan dengan pendekatan ilmiah yang dilakukan oleh Dr. Anthony Fauci.

 

Di tiga negara besar itu, state actor menjadi aktor kunci dalam penanganan Covid-19 di awal kemunculannya. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Setelah pemerintah menerapkan kebijakan protokol kesehatan dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat, tenaga kesehatan dan aktor non-negara (non-state actor) saling bahu-membahu bersama aktor negara (state actor) untuk menghadapi pandemi Covid-19. Rasa ingin berbagi dan saling melindungi merupakan wujud gotong royong yang dilakukan segenap elemen bangsa. Salah satu contoh dari wujud gotong royong itu adalah “Jemuran Sedekah” yang diterapkan oleh warga Lumajang, Jawa Timur.

 

Jemuran Sedekah yang dimotori oleh Yayasan Fastabiqul Khairat memliki mekanisme sederhana. Yayasan Fastabiqul Khairat meletakan (semacam) jemuran dari kayu yang berisi bahan-bahan makanan yang sudah terbungkus. Isinya berupa kebutuhan pangan seperti ikan, sayur dan bahan makanan lain. Siapapun boleh mengambilnya. Dan siapapun boleh memberikan sedekah di jemuran itu.

 

Meskipun pemberitaan mengenai Jemuran Sedekah tidak mendapat update terbaru pada tahun 2021, namun beberapa pihak mengapresiasi inisiatif Jemuran Sedekah dan dianggap sebagai bentuk konkret dari semangat gotong royong bangsa Indonesia. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi, kegiatan Jemuran Sedekah, dan kegiatan lain yang sejenis, dapat dijadikan indikator untuk mengukur seberapa kuat sebuah komunitas atau masyarakat dalam menghadapi bencana.

 

Sobat Revmen, gotong royong merupakan salah satu nilai yang masih dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Semangat gotong royong membuat masyarakat mandiri dan tangguh dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk menghadapi pandemi Covid-19. Sebagai bagian dari bangsa, kita bisa mempraktikkannya sehari-hari, sebagaimana yang telah dicontohkan Jemuran Sedekah. Seperti melakukan bersih-bersih lingkungan bersama, melakukan pemberdayaan terhadap komunitas atau memberikan sedekah secara ikhlas dan konsisten. Bangsa ini kuat karena Bersatu dan bergotong royong. #AyoBerubah #GotongRoyong

 

Referensi:

Abhiram S. Yadav. 2021. Gotong Royong Melawan Pandemi. Available at: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/21114781/gotong-royong-melawan-pandemi?page =all. Diakses tanggal 12 April 2021.

 

Jemuran Sedekah, Gotong Royong Warga Lumajang Hadapi Pandemi. 2020. Available at: https://infocovid19.lumajangkab.go.id/main/detail-berita/246/jemuran-sedekah-gotong-royong-warga-lumajang-hadapi-pandemi. Diakses tanggal 12 April 2021.

 

Dicky Pelupessy. 2020. Analisis: Cenderung Top-Down, Pemerintah Belum Manfaatkan Gotong Royong untuk Hadapi Pandemi. Available at: https://theconversation.com/analisis-cenderung-top-down-pemerintah-belum-manfaatkan-gotong-royong-untuk-atasi-pandemi-139224. Diakses tanggal 12 April 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: