Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

JANGAN PARKIR SEMBARANGAN

Kartu peringatan larangan parkir sembarangan
  • 27 Mei 2021
  • 0 Komentar

JANGAN PARKIR SEMBARANGAN

Parkir sering dianggap sebagai persoalan sepele. Namun sesungguhnya parkir yang dilakukan secara liar dapat mengganggu ketertiban lalu lintas, kecelakaan, bahkan konflik sosial.

 

Jakarta (22/05/2021) Tidak sedikit pemilik kendaraan yang masih kurang peduli dengan persoalan parkir. Jangan anggap remeh, sebab parkir sembarangan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, kemacetan dan konflik sosial loh.

 

Menurut Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 1 nomor 15 dikatakan, “Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.” Berdasarkan definisi tersebut, yang dimaksud dengan parkir adalah meninggalkan kendaraan dalam keadaan berhenti. Dikarenakan kendaraan berhenti, maka diperlukan aturan agar tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.

 

Sobat Revmen, parkir di pinggir jalan yang memiliki rambu “P” (dilarang parkir) adalah hal terlarang. Tidak hanya itu, ada 10 area terlarang lain untuk parkir, terutama mobil, yang wajib kita ketahui, yaitu: (1) Tikungan, bahu bukit atau sebuah jembatan, (2) Di tempat pejalan kaki, disabilitas atau trek sepeda, (3) Dekat lampu lalu lintas atau penyebrangan pejalan kaki, (4) Di jalan utama atau di jalan dengan lalu lintas yang melaju cepat, (5) Berhadapan atau dekat dengan kendaraan berhenti lainnya di seberang jalan sehingga mempersempit ruang jalan, (6) Berada 6 meter dari suatu persimpangan, berada 9 meter dari suatu pemberhentian bus, atau berada 3 meter di sisi hidran pemadam api, (7) Menghadap bagian depan mobil ke arah lalu lintas yang berlawanan, (8) Sepanjang jalan yang licin, (9) Di jalan layang, terowongan, atau di sisi jalan yang menuju jalan layang atau terowongan, (10) Di bahu jalan yang relatif sempit, seperti di wilayah pemukiman. Ternyata banyak ya? Hayo, Sobat Revmen sudah pada tahu belum?

 

Jika tetap membandel, menurut UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 275 ayat 1, maka pengendara akan dikenakan sanksi berupa kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

 

Pada umumnya, parkir liar dapat mengganggu kenyamanan berlalu lintas dan tidak jarang dapat menyebabkan kecelakaan. Di beberapa kota besar, parkir liar biasanya terjadi di lingkungan pasar, dekat pusat pembelanjaan, dekat perkantoran atau di dekat lembaga pendidikan.  Kondisi parkir liar diperparah dengan terjadinya premanisme yang dilakukan oleh segelintir individu atau ormas yang menjadikan parkir liar sebagai lahan mencari keuntungan.

 

Di daerah pemukiman pun parkir secara sembarangan kerap dilakukan. Para pemilik mobil yang tidak mempunyai garasi, memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ini mengganggu kelancaran jalan dan kenyamanan penghuni lain. Tidak jarang persoalan ini menjadi pemicu konflik antar warga. Menurut KUHP Pasal 671, "Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan kecuali dengan izin semua yang berkepentingan."

 

Aturan dan etika adalah dua hal yang wajib kita patuhi bersama dalam soal ketertiban parkir. Berdasarkan aturan, kita tidak boleh parkir jika sudah terdapat tanda dilarang parkir. Secara etika, meskipun tidak terdapat tanda larangan parkir, namun jika parkir dapat mengganggu kepentingan bersama, maka sebaiknya tidak dilakukan. Maka, parkirlah di tempat yang tidak terdapat tanda dilarang parkir dan di tempat yang tidak mengganggu orang lain. #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

 

Referensi:

 

Kompas.com. (2021). Available at: https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/04/130257715/puluhan-kendaraan-kena-razia-parkir-ingat-lagi-aturan-parkir-di-jalan?page=all#page2. Diakses tanggal 17 Mei 2021.

 

Suara.com. (2019). Available at: https://www.suara.com/otomotif/2019/04/05/180000/gemas-karena-tetangga-parkir-sembarangan-inilah-solusi-terakhir. Diakses tanggal 17 Mei 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: