Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Jaga Integritas Kala Belajar Daring

Integritas Siswa Selama Belajar Daring Saat Pandemi
  • 01 April 2021
  • 0 Komentar

Jaga Integritas Kala Belajar Daring

Meski pembelajaran daring yang berlangsung akibat pandemi memunculkan celah dan ruang yang lebih leluasa untuk mencontek dan melakukan plagiat, sebagai generasi penerus bangsa kita harus terus memegang teguh integritas sebagai landasan sikap antikorupsi di negeri ini.

 

Jakarta (29/03/2021) Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran tatap muka di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Peralihan ruang ini belajar menjadi daring pun menyisakan berbagai tantangan, salah satunya ialah mempertahankan integritas akademik sebagai inti pembelajaran siswa. Di sinilah integritas siswa diuji karena keterbatasan pengawasan yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik ketika pembelajaran berlangsung secara daring.

 

Berbeda dengan sekolah tatap muka, di mana guru dapat memantau dan mengawasi tugas maupun ujian sehingga dapat meminimalisir kecurangan siswa mencontek. Perkembangan teknologi saat ini yang bak pisau bermata dua karena di samping dapat memfasilitasi keterbatasan ruang belajar akibat pandemi, tindakan mencontek dan plagiarisme pun memiliki celah yang lebih leluasa untuk dilakukan oleh siswa. Misalnya, ada siswa yang membuat grup WhatsApp untuk berdiskusi dengan teman sekelas dalam menjawab soal, menggunakan dua gawai untuk mengerjakan soal dan satunya lagi dipakai untuk mencari jawaban dari mesin pencari, hingga memplagiat tugas atau karya di internet sebagai tugas mereka.

 

Tak hanya itu, disiplin siswa pun seakan diuji lewat pembelajaran daring. Di mana, tak jarang belajar daring di rumah cenderung membuat siswa bermalas-malasan. Terkadang, siswa pun tidak mandi saat melakukan kegiatan belajar dan sambil tiduran di tempat tidur mereka, atau telat bergabung dengan alasan koneksi internet yang buruk. Padahal ketika belajar tatap muka di sekolah siswa dilatih untuk terbiasa disiplin dengan tidak boleh datang terlambat, mengenakan pakaian yang rapih, dan berbagai etiket lainnya.

 

Selain diperlukan pendampingan ekstra dari orangtua dan tenaga pengajar, di sinilah pentingnya menegaskan integritas akademik kita sebagai siswa. Karena mencontek dan plagiarisme tidak hanya akan menghambat proses pemahaman yang merupakan inti dari pembelajaran, namun juga menumpulkan kemampuan berpikir orisinal. Padahal pemikiran orisinal atau original thinking sangat penting bagi semua orang karena melahirkan solusi kreatif dan inovasi, serta membuka jalan menuju kesuksesan yang kemudian mengarah pada transformasi besar. Bayangkan bila di kemudian hari kita bekerja namun tidak dapat melakukan dan mengatasinya dengan benar karena mengandalkan pekerjaan orang lain selama sekolah?

 

Mengaktualisasikan nilai-nilai integritas juga diyakini berperan dalam pembenahan karakter dan moral bangsa secara sistematis yang mendukung sikap antikorupsi di negeri ini. Karena budaya mencontek dan plagiarisme bila dibiarkan dapat menjadi bibit terbentuknya perilaku korupsi di masa depan. Sastrawan asal Inggris, Samuel Johnson, pernah mengatakan “Integritas tanpa pengetahuan pasti lemah dan tak berguna, pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan”.

 

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa terus merawat dan memegang teguh integritas, di mana orang berintegritas memiliki pribadi yang jujur dan karakter yang kuat. Yuk sobat Revmen, mari tunjukkan integritas kita dimulai dari berintegritas dalam bidang akademik dengan disiplin belajar dan tidak mencontek maupun melakukan plagiat! #AyoBerubah

 

Sumber Foto: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200529180255-20-508069/kemdikbud-belum-siapkan-kurikulum-darurat-belajar-jarak-jauh

 

Referensi:

Berita Satu, 2/12/20

Kompas.com, 11/08/2020

Gatra, 30/01/21

Aclc.kpk.go.id

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: