Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Internalisasi Nilai Kejujuran ala Saya Perempuan Anti Korupsi

Internalisasi Nilai Kejujuran ala Saya Perempuan Anti Korupsi
  • 01 April 2021
  • 0 Komentar

Internalisasi Nilai Kejujuran ala Saya Perempuan Anti Korupsi

Korupsi seakan terus berkembang sehingga diperlukan peran segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantasnya. Melalui peranan kaum perempuan, Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), menjadi salah satu gerakan yang berusaha menyemai nilai-nilai integritas sebagai upaya pencegahan korupsi.

 

Jakarta (29/03/2021 ) Korupsi masih menjadi momok bangsa ini yang kerap meramaikan lini media massa dari hari ke hari. Dibutuhkan usaha bersama dari segenap masyarakat untuk mencegah dan memerangin korupsi yang kian bertumbuh di tengah masyarakat. Adalah Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia, salah satu gerakan yang berupaya mengajarkan nilai-nilai antikorupsi lewat peran perempuan. Karena perempuan yang dapat menjadi sosok ibu diyakini memiliki peran signifikan bagi tertanamnya nilai-nilai kejujuran pada anak sejak dini. Di mana perilaku tidak jujur sendiri berseberangan dengan nilai-nilai integritas dan merupakan benih lahirnya tindakan korupsi di kemudian hari. 

 

Berawal dari sebuah gerakan di tahun 2014 yang dicanangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan didukung oleh Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ), gerakan SPAK  kini bernaung dalam perkumpulan/organisasi mandiri yang berdiri sejak 2019 dengan nama SPAK Indonesia. SPAK berupaya mencegah munculnya perilaku-perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari dengan menempatkan perempuan sebagai peran strategis, karena perempuan atau ibu masih dianggap figur sentral dalam memberikan pendidikan moral pada anak dan keluarga. Perempuan dengan karakteristik khasnya juga diyakini mampu menciptakan kesempatan sosialisasi yang lebih banyak seperti kegiatan-kegiatan, pengajian, arisan, pertemuan orangtua di sekolah, bisnis-bisnis rumahan, dan kegiatan sosial lainnya. Sehingga diyakini mampu mensosialisasikan nilai-nilai antikorupsi kepada lingkungannya dan mencegah perbuatan korupsi dimulai dari lingkup keluarga terlebih dahulu.

 

Anggota SPAK Indonesia yang disebut agen kini telah berjumlah lebih dari 2000 perempuan dengan berbagai latar belakang di 34 provinsi di Indonesia. Adapun kegiatan SPAK Indonesia sendiri mencakup pelatihan atau Training of Trainers (ToT) bagi agen SPAK yang berlangsung selama 3 hari. Di mana sebagai fasilitator akan dibekali pengetahuan mengenai gratifikasi, penyuapan, hingga dasar hukum tentang korupsi. Selanjutnya, sang agen diharapkan menyebarkan atau mensosialisasikan pengetahuan antikorupsinya. Mereka juga akan dibekali dengan alat-alat bantu sosialisasi seperti permainan arisan, majo, dan semai sehingga dapat mengajarkan nilai-nilai antikorupsi dengan cara-cara yang sederhana dan menyenangkan.