Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Integritas Halimah, Petugas Bandara yang Kembalikan Dompet Berisi Cek Miliaran

Petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Halimah, yang kembalikan dompet berisi cek senilai Rp 35 miliar
  • 26 November 2021
  • 0 Komentar

Integritas Halimah, Petugas Bandara yang Kembalikan Dompet Berisi Cek Miliaran

Petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Halimah, memberikan teladan integritas dalam melaksanakan sebuah pekerjaan dengan mengembalikan dompet berisi cek Rp 35 Miliar.

 

Jakarta (26/11/2021) “Orang yang memiliki integritas akan tetap teguh baik di tengah api godaan maupun ketika tidak ada orang yang melihat sekalipun”. Petikan kalimat tersebut kiranya menggambarkan sosok Halimah, petugas cleaning service di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang namanya viral di media sosial beberapa waktu lalu lantaran kejujurannya mengembalikan sebuah dompet berisi cek senilai Rp 35 miliar. Tindakan terpujinya tersebut tidak saja menuai pujian dan apresiasi, namun juga memberikan teladan akan sikap integritas dan kejujuran yang dewasa ini disebut-sebut semakin sulit dijumpai.

 

Sebagai orang yang bertanggung jawab, Halimah tak lantas gelap mata ketika menemukan sebuah dompet tergeletak di area Central Corridor Departure (CCD) Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta saat tengah melaksanakan tugas hariannya pada Jumat (29/10) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa membuka isinya, ia justru dengan sigap langsung menyerahkan dan melaporkannya ke pihak Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura II untuk diamankan. Saat diperiksa oleh pihak sekuriti bersama supervisor inilah Halimah baru mengetahui bahwa dompet yang ia serahkan tersebut berisi paspor, lima buku tabungan, dan dua lembar cek ___ yang mana salah satu cek di dalamnya tertera nominal Rp 35 miliar.

 

“Kami kan tugas kebersihan waktu itu, nah pada saat mobile saya melihat ada dompet di area CCD di atas kursi. Pada saat itu langsung diambil dan dilaporkan ke pihak sekuriti,” cerita Halimah kepada Revolusi Mental, Kamis (18/11).

 

Di samping Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaannya, Halimah mengaku tak membuka dan langsung mengembalikan dompet tersebut karena merasa barang tersebut bukan hak miliknya. Sehingga ia merasa adalah suatu amanah untuk mengamankan dan menyerahkannya ke pihak sekuriti Bandara Soetta. Kejadian seperti ini memang bukan kali pertama ia alami, dan sebagaimana temuan barang lainnya akan selalu ia amankan dan laporkan tanpa membuka isinya. Namun Halimah mengaku bahwa temuannya kali ini membuatnya kaget setelah mengetahui nominal fantastis yang tertera di dalamnya, dan mengaku tidak menyangka dirinya akan viral di media sosial.

 

“Namanya amanah saya anggap memang bukan hak milik kita. Ya sudah kita balikin aja, kita laporin aja, sampai situ. Saya nggak merasa gimana-gimana yang penting barang itu sudah saya laporin, ya sudah saya merasa tenang,” ungkap Halimah.

 

“Selesai laporan dan saya mengembalikan barang itu, ya sudah saya balik lagi semula ke tempat saya kerja, saya nggak berpikir bahwa akan seperti ini, seviral ini,” lanjutnya.

 

Halimah mengaku tak mengharapkan imbalan apapun dengan mengembalikan dompet berisi cek miliaran yang ia temukan tersebut. Ia pun bercerita bahwa sang pemilik dompet telah mengontaknya dan menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mengamankan dompet miliknya. Tak hanya mendapatkan apresiasi dari lingkungan sekitar dalam bentuk terima kasih, atas kejujurannya tersebut pun Halimah dipromosikan naik jabatan menjadi tim supervisor dan rencananya akan didapuk pula sebagai Duta Amanah oleh oleh perusahaan tempatnya bekerja, PT Angkasa Pura Solusi (APS)

 

“Saya juga nggak mengharapkan apa-apa yang penting dompet itu kembali ke pemiliknya dalam keadaan utuh dan sudah ditemukan ya alhamdulillah,” tutur Halimah.



 

Di luar ketika bekerja sekali pun, ternyata prinsip integritas oleh Halimah telah biasa dijalankan pula dalam lingkungan keluarga dan aktivitas sehari-hari lho, sobat Revmen! Hal tersebut diungkapkan oleh suami Halimah, Saripudin, yang merupakan salah seorang anggota Petugas Keamanan Dalam (PKD) Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Ia mengatakan bahwa nilai-nilai Revolusi Mental mampu direplikasi pula dalam lingkungan keluarga maupun sekitarnya, mulai dari etos kerja, gotong royong, dan integritas. Saripudin menyebut bahwa kejujuran yang termasuk dalam nilai integritas, menjadi sikap yang perlu dipegang teguh dan diutamakan karena berani jujur menurut ayah dua anak itu hebat.

 

“Kita terapkan dalam keluarga kami, juga dari istri dan anak. Pokoknya pesan saya kalau memang seandainya barang itu bukan milik kita, mau besar, mau kecil, kita jangan sampai ingin memilikinya karena itu bukan hak kita, itu hak orang lain. Untuk disiplin kami juga tanamkan, untuk tidak menyombongkan diri juga kita tanamkan, dan satu hal juga kita saling berbagi walaupun kita punya sedikit tetapi kita saling berbagi,” ujar Saripudin.

 

“Pesan-pesan buat masyarakat meskipun kita dalam kondisi sesulit apapun kita harus bisa menjaga keteguhan hati kita untuk selalu jujur di mana pun kita berada,” tambahnya.

 

Nah sobat Revmen, tindakan terpuji yang dilakukan Bu Halimah di atas menunjukkan akan keteguhannya dalam memegang teguh nilai-nilai integritas dan kejujuran, terlebih dengan besaran nominal yang terbilang fantastis dari cek yang ditemukannya. Di mana integritas sendiri merupakan salah satu nilai strategis instrumental dari Revolusi Mental. Tindakan terpuji itu tidak saja memberikan teladan integritas sebagai seorang individu, namun juga mampu mengangkat nama baik dan kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang prima. Di mana PT Angkasa Pura II (Persero) sendiri merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara. Sehingga tindakan yang dilakukan Bu Halimah juga sekaligus menjadi wujud aksi nyata dari Gerakan Indonesia Melayani.

 

Meneladani apa yang dilakukan Halimah, yuk sobat Revmen junjung tinggi integritas sebagai salah satu modalitas penting dalam membangun bangsa dan negara yang tangguh. Hal tersebut dapat kita mulai dari diri sendiri seperti sadar akan hak dan kewajiban, tidak curang dan tidak berbohong, tidak menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, hingga berani mengakui bila berbuat salah. Dengan mengamalkan nilai-nilai integritas maka kita pun ikut berperan dalam pembenahan karakter dan moral bangsa secara sistematis yang mendukung sikap antikorupsi di negeri ini. Ingat, integritas yang kita bangun sama-sama akan membuat Indonesia lebih maju, mandiri, sejahtera, bersih dan berkeadilan! #AyoBerubah #RevolusiMental #Integritas #IndonesiaMelayani

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: