Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Inisiasi Dirikan PLMTH, Romo Marsel Bangkitkan Listrik dan Gotong Royong Warga

Romo Marsel, penggerak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur
  • 27 November 2021
  • 0 Komentar

Inisiasi Dirikan PLMTH, Romo Marsel Bangkitkan Listrik dan Gotong Royong Warga

Keterbatasan pasokan listrik di desanya, disikapi oleh Romo Marsel dengan berinisiatif mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tak hanya mampu mengaliri listrik, namun juga semangat gotong royong warga.

 

Jakarta (27/11/2021) Tak dapat dipungkiri penemuan listrik membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan manusia. Di mana listrik dapat meningkatkan kualitas sekaligus kesejahteraan hidup masyarakat. Di wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), aliran listrik pun dapat dinikmati warga dengan memanfaatkan tenaga air yang disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Tak hanya ramah lingkungan, pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan tersebut pun berdiri berkat swadaya masyarakat setempat. Ialah pendeta bernama Marselus Hasan, seorang Imam Katolik di Paroki Santo Damian, Desa Bea Muring, yang pertama kali menggulirkan inisiatif tersebut.

 

Romo Marselus Hasan (40) atau Romo Marsel merupakan pria kelahiran Langgo, Ujung Pandang, Sulawesi Selatan yang diutus melayani paroki di Desa Bea Muring sejak 2011. Ia gelisah melihat warga desa setempat yang belum dapat menikmati pasokan listrik dengan maksimal. Di mana aliran listrik yang masih sangat terbatas kala itu dihasilkan dari generator bertenaga mesin (genset). Selain hanya mampu memenuhi pasokan listrik sekitar empat jam pada waktu malam hari, warga desa dikeluhkan pula dengan suara mesin generator yang bising. Tak hanya itu, problem lainnya ialah warga harus merogoh kocek yang besar untuk membeli bahan bakar generator, polusi akibat proses pembakaran, dan frekuensi mesin generator yang sering rusak.

 

Romo Marsel pun memperoleh ide untuk mencoba membangun listrik bertenaga air karena mengetahui Desa Bea Muring terdapat sumber daya air yang dapat dimanfaatkan, di antaranya Sungai Wae Rina, Sungai Wae Lenger, dan Sungai Wae Mese. Ia kemudian mencari tahu dan mempelajari sendiri dari internet tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air, termasuk mencari teknisi ahli dan berdiskusi terkait hal tersebut. Hingga ia akhirnya menemukan teknisi ahli yang telah lama berkecimpung dalam mengembangkan listrik tenaga air yang kemudian membantunya merealisasikan gagasannya tersebut. Melalui dewan paroki, Romo Marsel pun mengajak masyarakat untuk terlibat mewujudkan pendirian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) karena dana yang dibutuhkan cukup besar.

 



Meski suatu terobosan yang positif, idenya tersebut sempat mendapat tentangan dan keraguan dari warga karena proyek berbasis teknologi tersebut merupakan suatu hal yang baru di sana. Namun Romo Marsel terus berupaya meyakinkan warga, termasuk dengan memperlihatkan video pembangunan PLMTH yang berhasil di daerah lain. Warga pun akhirnya setuju dan proyek pembangunan PLMTH dimulai pada Juli 2012. Pendanaan awal berasal dari patungan tiap kepala keluarga (KK) sebesar Rp 2 juta, yang digunakan untuk pembelian jaringan instalasi dan bahan material lainnya pembuatan bendungan. Jumlah tersebut terbilang cukup besar bagi warga, namun karena bekerjasama dengan koperasi maka warga pun bisa menyicilnya sehingga biaya pembangunan PLTMH menggunakan dana talangan.

 

Adapun pihak gereja ikut andil bertanggung jawab dalam pengadaan pembangkit dan tenaga ahli serta teknisi pelaksana. Di samping itu, Romo Marsel dan warga juga terus mencari bantuan pendanaan dari pihak luar. Hingga akhirnya sejumlah lembaga mulai dari perbankan, lembaga donor, pemerintah, hingga United Nations Development Programme (UNDP) bersedia memberikan bantuan. Dengan bergotong-royong, warga kemudian membangun PLMTH yang rampung dalam empat bulan dan resmi beroperasi pada 12 Oktober 2012. Setiap bulannya, warga hanya dikenai biaya sekitar Rp 100 ribu untuk biaya perawatan PLMTH. Biaya tersebut jauh lebih murah ketimbang warga menggunakan generator untuk membangkitkan listrik.

 

Pembangkit listrik hasil swadaya masyarakat yang diberi nama PLTMH Wae Rina itu pun mampu menerangi 134 rumah, satu puskesmas, satu pasar dan satu gereja. Karena keberhasilannya kini sejumlah desa sekitarnya pun turut membangun PLMTH serupa yang dalam pendiriannya dibantu pula oleh tim Romo Marsel, yaitu PLTMH Wae Mese, PLTMH Wae Laban Elar, dan PLTMH Wae Lenger. Selain warga merasakan manfaat ekonomi karena lebih hemat pengeluaran untuk memenuhi pasokan listrik, keberadaan PLMTH juga mampu meningkatkan taraf hidup dan ekonomi warga karena bisa lebih produktif dalam menjalankan mata pencaharian, bahkan anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan kampung pun lebih aman.

 

Pembangunan PLMTH yang diinisiasi oleh Romo Marsel ini kiranya menjadi contoh bagaimana semangat gotong royong ___ yang merupakan salah satu nilai strategis instrumental dari Revolusi Mental ___ mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan bersama. Adapun dari segi lingkungan, PLMTH juga merupakan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih. Berkaca pada pembangunan PLMTH Wae Rina, mari sama-sama kita rawat terus semangat gotong royong dalam berbagai bentuk lainnya sebagai modal kekuatan sosial untuk menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan Indonesia Maju! #AyoBerubah #RevolusiMental #GotongRoyong #GerakanIndonesiaBersih 

 

Sumber Foto:

I:https://id-id.facebook.com/AdesIndonesia/photos/kenalan-yuk-dengan-pejuang-air-romo-marselus-hasan-berkat-kerja-kerasnya-pendudu/1931777933539177

II:https://www.brilio.net/sosok/begini-perjuangan-seorang-pastor-membangun-pembangkit-listrik-di-ntt-181004v.html

 

Referensi:

Brilio.net. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Mongabay.co.id. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Sains.kompas.com. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Cnnindonesia.com. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

Wartakotawiki.tribunnews.com. (2021). Diakses tanggal 26 Oktober 2021.

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: