Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

INDAHNYA INDONESIA DALAM KEBHINNEKAAN

Bhinneka tunggal ika vektor
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

INDAHNYA INDONESIA DALAM KEBHINNEKAAN

Arti yang sesungguhnya dari Bhinneka Tunggal Ika telah ada di dalam diri kita. Arti yang membuat kita selalu ingin menjaga, bergotong royong dan hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita, meski pun mereka berbeda.

 

Jakarta (27/05/2021) Ketika memasuki pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, ada seorang pelajar SMA yang bingung dengan makna Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian dia bertanya kepada gurunya. “Bu, saya mau bertanya. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika?” Mendapatkan pertanyaan itu, guru yang ditanya tidak langsung menjawab. Sebab guru itu tahu bahwa yang ditanyakan muridnya bukanlah meminta terjemahan, melainkan meminta penjabaran makna filosofisnya.

 

Guru tersebut kemudian berkata, “Saya yakin bahwa kamu sudah tahu arti atau terjemahannya. Tapi saya akan mengatakannya lagi sebagai pengingat. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Lalu apa maknanya? Maknanya adalah meski pun Indonesia terdiri dari begitu banyak suku, etnis, bahasa, dan agama yang berbeda-beda, namun kita semua bisa hidup secara rukun, berdampingan satu sama lain dalam kesetaraan dan rasa saling menghormati.”

 

Pelajar tadi segera menyambar, “Maaf bu, kita semua mungkin sudah tahu kalimat-kalimat itu. Terasa cukup klise bagi kita semua. Yang saya ingin tahu, kenapa ada bhinneka jika kemudian harus ada tunggal ika. Atau sebaliknya, jika memang harus tunggal ika, kenapa mesti membiarkan adanya bhinneka? Ini ada semacam contradictio in terminis, atau pertentangan antara makna dengan istilah itu sendiri.”

 

Guru tadi tersenyum, lalu berkata, “Saya senang ternyata ada siswa saya yang begitu cerdas dan kritis. Begini, istilah bhinneka tunggal ika tidak bersifat contradictio in terminis. Justru antara bhinneka dengan tunggal ika merupakan rangkaian istilah yang saling melengkapi, saling menguatkan maknanya. Apakah persatuan memiliki arti jika tidak ada perbedaan? Tidak bisa, bukan? Jika dipaksakan, maka maknanya akan kosong. Kita bersatu justru karena ada perbedaan. Dan karena ada perbedaan, kita butuh untuk bersatu.”

 

Pelajar tadi diam. Dia masih belum bisa menerima sepenuhnya argumentasi dari gurunya. Dan guru itu tahu. Maka guru itu kembali berucap, “Sekarang saya yang bertanya. Apakah kamu suka berada di kelas ini?”

 

Pelajar tadi mengangguk, “Suka bu.”

 

Guru tadi segera menyambar, “Kenapa?”

 

“Suasananya seru, banyak canda dan tidak membosankan,” Jawab pelajar tadi.

 

“Benar,” Kata guru tersebut. “Itu karena kalian terdiri dari individu-individu yang memiliki latar belakang berbeda. Ada Rojak dari Jakarta yang suka melucu, ada Uni dari Padang yang pandai matematika, ada Sermata dari Maluku yang suka bernyanyi, ada Jajang dari Jawa Barat yang senang berpantun, ada Reo dari NTT yang rajin menjaga lingkungan kelas, ada Meihua yang keturunan Tionghoa yang gemar bercerita, dan lain-lain. Apakah suasana seru itu akan kamu temukan jika semua orang yang ada di kelas ini sama, seragam atau serupa? Belum tentu, kan? Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat kalian malah jadi seru dan membuat kalian bersatu. Karena perbedaan itu memberikan kalian pengalaman yang saling berbeda, cara pandang yang unik dan kepercayaan-kepercayaan yang khas. Kalau semua sama, di mana keseruannya.”

 

Pelajar tadi berkata, “Saya rasa itu ada benarnya, bu.”

 

“Terima kasih,” sahut guru tadi sambil tersenyum. “Dua pertanyaan lagi, ya. Apakah kamu suka jika ada teman di kelas ini yang berkelahi atau saling bully?

 

“Tidak bu.”

 

“Apakah kamu suka jika ada anak dari kelas lain yang merendahkan, mengganggu atau mengintimidasi kelas ini?”

 

“Tidak bu.”

 

“Kenapa? Padahal kamu berbeda loh dengan teman-teman di kelas kamu. Kenapa kamu harus merasa tidak suka jika mereka saling berkelahi, dibully atau dihina?”

 

“Sebab keberadaan mereka memiliki arti bagi saya. Karena merekalah saya bisa merasa senang, merasa bersemangat. Jika mereka diganggu, saya juga merasa terganggu.”

 

Guru itu tersenyum sambil menepuk bahu muridnya, “Itu artinya ada bhinneka tunggal ika di dalam dada kamu.” Pelajar itu ikut tersenyum.

 

Sobat Revmen, kita bisa membaca buku teori setebal 1000 halaman atau mendengar ceramah selama berjam-jam mengenai hakikat Bhinneka Tunggal Ika. Namun arti yang sesungguhnya telah ada di dalam diri kita. Arti yang membuat kita selalu ingin menjaga, bergotong royong dan hidup harmonis bersama saudara-saudara kita, meski pun mereka berbeda. Tanpa mereka, kita tidak akan merasakan indahnya ber-Indonesia. Maka mari terus jaga solidaritas, toleransi dan kebersamaan. Dengan sikap toleransi ini, Sobat Revmen telah ikut merevolusi mental masing-masing dan mendukung Gerakan Indonesia Bersatu. #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersatu

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: