Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

HMI Mendukung Arah Kebijakan Revolusi Mental

GNRM, GTN, HMI
  • 01 Agustus 2022
  • 0 Komentar

HMI Mendukung Arah Kebijakan Revolusi Mental

Sebab dalam diri HMI sudah ada nilai-nilai strategis Revolusi Mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas (EGI).”

Jakarta (1/08/2022), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai civil society sangat penting kontribusinya dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).  Peran penting HMI adalah dalam Kontribusi Strategis Revolusi Mental dalam Agenda Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Pancasilais Unggul, Berkualitas, dan Berdaya Saing Global.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Nasional (GTN) GNRM, Yayan Sopyani Al Hadi dalam acara Launching Program HMI Go Global (Global Corner Foreign Language Coaching) yang diselenggarakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam  (PB HMI) di Jakarta, Senin (1/8)

Sebab dalam diri HMI sudah ada nilai-nilai strategis Revolusi Mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas (EGI). Selain itu, sejalan dengan pandangan Cak Nur, HMI itu sangat compatible dengan Revolusi Mental karena HMI itu yang Islam kosmopolit, yang nasionalis, egaliter, mandiri dan sebagainya,” urai Yayan Sopyani Al Hadi

Ditegaskan pula oleh Yayan Sopyani, bahwa program HMI ini sudah merupakan Aksi  Nyata dan mendukung arah kebijakan Revolusi Mental, terutama dalam upaya pembangunan SDM berkualitas, berdaya saing global dan berkarakter EGI di masa mendatang.

“Hal ini tentu sejalan dengan  visi meraih generasi Indonesia Emas 2045. Serta meningkatkan kapasitas dan kepeloporan pemuda atau kader-kader HMI dalam bidang pekerjaan yang kompetitif dan produktivitas tinggi, seperti di bidang kebahasaan (penguasaan bahasa asing),“ urai Yayan seraya memberikan sekilas pemikiran Soekarno sebagai bapak bangsa atas gagasannya tentang Revolusi Mental.

Dalam kesempatan itu, Yayan Sopyani juga mengharapkan peran serta HMI dalam  penguatan literasi digital terutama dalam penggunaan media sosial. Menurut data dari survey Microsoft bertajuk Digital Civility Index (DCI), tingkat keadaban digital masyarakat Indonesia sangat buruk (2021), bahkan terburuk di Asia Tenggara. 

“Sangat memprihatinkan. Data menyebut 47% media digital digunakan untuk hoax dan penipuan, 27% untuk ujaran kebencian, dan 13% digunakan untuk diskriminasi, “terang Yayan seraya menyebutkan bahwa hampir tiap Kab/Kota di Indonesia sudah memiliki Gugus Tugas Daerah (GTD) GNRM.

 “Untuk itu, kalau HMI Cabang melakukan kegiatan berupa Aksi Nyata yang terhubung dengan Revolusi Mental, bisa langsung kerjasama dengan GTD di daerahnya,” pungkasnya. *ps

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: