Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Hadiah Masjid dari Umat Buddha Kendari

GIBersatu, umat buddha
  • 20 April 2022
  • 0 Komentar

Hadiah Masjid dari Umat Buddha Kendari

Seorang pengusaha beragama Buddha sangat terusik melihat warga desa harus berjalan jauh untuk beribadah di masjid. Ia pun membangun masjid untuk warga desa.

 

Jakarta (16/04/2022), Alexander Tanjaya, seorang pengusaha asal Kendari, Sulawesi Tenggara dengan penuh semangat membangun masjid di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Masjid yang dibangun olehnya  diberi nama Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Dikutip dari Tribunnews.com, Alexander Tanjaya mengungkapkan bahwa ia membangun masjid ini berawal saat dirinya melihat beberapa warga berjalan kaki menuju masjid di desa tetangga. “Untuk salat warga harus ke masjid Desa Onewila atau di dekat Bandara Haluoleo Kendari. Di situ saya merasa terharu dan terpanggil,” ungkapnya.

Alex kemudian meminta anak buahnya mencari lokasi lahan untuk membangun masjid. Hingga akhirnya ditemukan lokasi tepat di depan pesantren.  Saat ini masjid tersebut telah berdiri kokoh dan dapat di jumpai ketika melintasi Jalan Poros Bandara Haluoleo. Atau lebih tepatnya, berdiri di depan Pondok Pesantren Darurraihanun Nahdlatul Watanah. Luas masjid yang dibangun sekitar 10×10 meter persegi.

Kini masjid tersebut  dijadikan sebagai pusat aktivitas warga untuk beribadah apalagi di bulan suci Ramadan ini. Meski dirinya merupakan non-muslim, namun tak menghalangi niat Alexander Tanjaya untuk membangun masjid. "Orang tua dan istri saya sangat mendukung pembangunan masjid ini. Tanpa dukungan keluarga tidak mungkin saya mewujudkan masjid ini,"tuturnya.

Sementara itu, Pembina Pesantren Darurraihanun Nahdlatul Watanah, Ustadz Jumhuri Qarim menyatakan pembangunan masjid dari umat Buddha adalah karunia. Menurutnya pembangunan masjid yang dilakukan non-muslim merupakan wujud keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.

"Kalau kami dari pesantren sangat bersyukur atas inisiatif Pak Alex. Ini memang langka dan unik tapi kami menganggapnya ini adalah karunia yang besar apalagi pesantren inikan selalu terintegrasi dengan masjid,” kata Ustadz Jumhuri seperti dikutip tvonenews.com

Sobat Revmen, begitu mulia hati Alexander Tanjaya. Ia merasa, dengan meringankan beban saudaranya yang beragama Islam, ia sudah merasa bahagia. Semoga kebahagiaan Alex memberikan berkah pada kerukunan umat beragama di Indonesia.

PS

Sumber

Tribunnews.com diakses 16 April 2022

Tvonenews.com diakses 16 April 2022

 

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: