Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Gotong Royong Urai Kemacetan ala Nebengers

Komunitas Nebengers memberikan solusi untuk mengurangi kemacetan dan menurunkan polusi udara dengan cara berbagi tebengan kendaraan sehingga mencerminkan nilai gotong royong
  • 13 April 2021
  • 0 Komentar

Gotong Royong Urai Kemacetan ala Nebengers

Dengan nilai-nilai kegotongroyongan, berbagi tebengan ala komunitas Nebengers berupaya memberikan solusi untuk mengoptimalkan kepasitas kendaraan, mengurai kemacetan, dan menurunkan polusi udara.

 

Jakarta (01/04/2021) Sobat Revmen siapa yang suka dongkol dengan kemacetan ibu kota? Kemacetan seakan telah akrab dan menjadi keseharian warga ibukota yang lumrah dijumpai. Adalah Nebengers, komunitas untuk memberi dan mencari tumpangan guna mengoptimalkan penggunaan kendaraan dengan cara menawarkan jok kosong bagi pencari tumpangan yang kebetulan memiliki tujuan searah. Tak hanya bertujuan mengurai kemacetan, gerakan yang mengandalkan media sosial itu pun mampu memantik revolusi sosial, lho sobat Revmen!

 

Komunitas yang dibentuk pada 2011 lalu itu berupaya menumbuhkan kesadaran sosial tentang banyaknya 'orang baik' yang bersedia menawarkan tumpangan gratis yang aman, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara warga Jakarta yang lekat dengan stigma pragmatis dan individualistis. Awalnya komunitas nonprofit ini berangkat dari gerakan untuk berbagi tebengan dengan mengandalkan media sosial Twitter @nebengers. Sesuai namanya, nebengers berasal dari kata nebeng yang artinya ikut serta atau menumpang. Dengan cara berbagi tumpangan untuk mengisi kekosongan kursi penumpang pada kendaraan yang searah, diharapkan mampu mengurangi volume kendaraan bermotor di ibukota sehingga lebih lanjut mampu mengurai tingkat kemacetan. Nebengers sendiri digagas oleh tiga anak bangsa, yakni Andreas Aditya Swasti, Maria Stefany, dan Putri Sentanu.

 

Jauh sebelum kehadiran startup ride hailing atau layanan taksi dan ojek online, gerakan #nebengers yang sifatnya ride sharing sempat populer pada masanya dan melegenda. Nebengers tidak hanya sekedar memberikan tumpangan kendaraan mobil atau motor, lebih dari itu mampu membangun interaksi sosial. Nebengers mencerminkan nilai-nilai kegotongroyongan, di mana mengajarkan untuk berbagi karena mereka yang 'nebeng' lazimnya tidak diharuskan membayar ongkos, namun boleh berbagi uang bensin, uang tol, atau sekadar berbagi camilan di perjalanan ___ tergantung kesediaan dan kesepakatan dengan sang pemberi tebengan.

 

Berbeda dengan layanan taksi atau ojek online yang sifatnya komersil, dengan cara nebeng dapat membangun sebuah solidaritas dan rasa persaudaraan melalui obrolan percakapan yang mengalir selama perjalanan. Tak jarang berawal dari kegiatan nebeng pun dapat membuka kesempatan dan manfaat positif seperti menambah kenalan dan teman baru, rekanan bisnis, hingga jodoh lho, sobat Revmen! Para anggota komunitas nebengers pun kerap mengadakan kopi darat, pertemuan, atau acara silaturahmi lainnya.

 

Kini, Nebengers telah bertransformasi tak lagi mengandalkan Twitter sebagai platform utamanya, namun hadir pula dalam aplikasi mobile. Lewat aplikasi Nebengers tersebut, pemberi tebengan pun dapat menuliskan tarif tebengan atau bahkan memberi tumpangan kursinya secara cuma-cuma. Dengan masifnya layanan taksi dan ojek online, Nebengers kini mulai merangkak aktif kembali. Rute yang masih aktif dan populer saat ini yaitu Bandung-Jakarta atau sebaliknya. Tumpangan pun dibatasi hanya beberapa kursi dan wajib mengenakan masker selama pandemi.

Gimana sobat Revmen tertarik untuk ikut memberikan tebengan atau malah mencari tebengan? Dengan modal gotong royong kita dapat mengatasi berbagai persoalan bersama, seperti halnya Nebengers dalam hal mengurai kemacetan dan menurunkan polusi udara. Peduli terhadap lingkungan dengan menjaganya tetap lestari termasuk salah satu gerakan revolusi mental Indonesia Bersih , lho sobat Revmen! Selain itu wadah dan inisiasi memberikan ‘tebengan’ oleh Nebengers juga termasuk salah satu gerakan revolusi mental yaitu Indonesia Melayani.

 

Nebengers membuktikan bahwa nilai-nilai gotong royong tak hanya dapat direlevankan untuk mengatasi persoalan aktual, namun juga mempertahankan kultur sosial untuk saling peduli dan berbagi. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita perkuat kembali gotong royong sebagai ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya! #AyoBerubah

 

 

Sumber Foto:

https://republika.co.id/berita/nrikzb/express-group-gandeng-nebengers-berangkatkan-pemudik

 

Referensi:

Thejakartapost.com, 16/05/13

Megapolitan.kompas.com, 06/08/13

Mediaindonesia.com, 27/08/16

Harnas.co, 15/05/19

 

Reporter : Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: