Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

GEMOHING, GOTONG ROYONG DALAM INDAHNYA SYAIR

Masyarakat sedang membantu membuka lahan pertanian
  • 20 Mei 2021
  • 0 Komentar

GEMOHING, GOTONG ROYONG DALAM INDAHNYA SYAIR

Sebagaimana di daerah lain, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga memiliki tradisi gotong royong yang masih dilestarikan. Mereka menyebutnya dengan istilah Gemohing.

 

Jakarta (…….) Secara gramatikal istilah “Gemohing” diartikan sebagai aktivitas bersama sekumpulan orang untuk menjalankan satu kegiatan di dalam kampung. Kegiatan bersama itu dilakukan untuk membersihkan ladang, menanam, memanen, dan membangun rumah. Menurut sejarahnya, tradisi Gemohing sudah dipraktikkan oleh masyarakat NTT selama ratusan tahun.

 

Ciri khas Gemohing adalah kebersamaan. Oleh karena itu Gemohing selalu dilakukan oleh sekumpulan orang. Jumlah peserta Gemohing berkisar antara 10 dan 50 orang. Satu keluarga bisa mengirim 2-5 orang. Anggota Gemohing terdiri atas pria dan wanita, yang rata-rata berusia di atas 15 tahun. Jika ada yang mengutus anggota berusia di bawah 15 tahun, maka orang tersebut akan dikirim pulang oleh ketua Gemohing.

 

Jenis pekerjaan yang akan dilakukan secara bersama-sama dalam Gemohing tergantung dari kebutuhan anggota. Kepala Desa Mewet, Kecamatan Wotanulumado, Pulau Adonara, Flores Timur, Donbosco Sili menyatakan, Gemohing dilakukan untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan, khususnya dalam bidang pertanian.

 

Saat ingin menanam, pertama-tama ladang harus dibersihkan terlebih dahulu. Membersihkan ladang seluas dua hektar tidak mungkin dilakukan sendirian. Dengan jumlah anggota Gemohing sebanyak 50 orang, maka pekerjaan membersihkan lading dapat dilakukan hanya dalam waktu satu hari.

 

Hal yang paling menarik, Gemohing dilakukan sambil berbalas pantun, bersyair, dan menebak sesuatu yang tersembunyi di balik kata-kata. Setiap peserta Gemohing wajib terlibat untuk berpantun, bersyair, dan menebak. Menurut Frans Duli, Ketua Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, orang dewasa biasanya suka dengan syair-syair yang memiliki kandungan magis. Sementara kalangan muda lebih suka berbalas pantun dengan tema cinta.

 

Ini merupakan hal yang sangat menarik, mengingat kebanyakan orang menjadi terlalu serius saat melakukan gotong royong. Namun dalam Gemohing, pekerjaan berat pun dilakukan dengan gembira sambil melantunkan syair-syair indah bersama-sama. Dan yang lebih menarik lagi, Gemohing juga sering dijadikan sebagai media untuk mencari jodoh. Kalangan remaja yang terlibat Gemohing biasanya berbalas pantun dengan tema cinta. Pantun itu sebetulnya merupakan ungkapan perasaan cinta si pelantun kepada lawan jenis.

 

Filosofi dasar Gemohing adalah “manusia tidak bisa hidup sendiri.” Manusia selalu membutuhkan manusia lain untuk hidup. Agar keharmonisan di antara sesama tetap terjaga, ada hukum adat yang memberi batasan tentang hal yang boleh dan yang tak boleh dilakukan dalam Gemohing. Namun yang pasti, Gemohing adalah sebuah kekuatan sosial yang bisa dioptimalkan untuk membangun NTT dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

 

Sobat Revmen, salah satu kekuatan bangsa Indonesia adalah kebudayaannya. Dan salah satu budaya yang menonjol adalah gotong royong. Meski terdapat perbedaan istilah dan tata cara serta cakupan, namun hampir di seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya gotong royong. Gemohing merupakan salah satu budaya gotong royong itu.

 

Berkaca dari Gemohing, mulai besok, mari kita praktikkan budaya bergotong royong dalam suasana riang, suasana penuh kegembiraan dan persaudaraan. Gotong royong dapat kita lakukan dalam bentuk kerja bakti membersihkan lingkungan, menjaga keamanan lingkungan, atau membantu tetangga yang sedang menghadapi musibah. #AyoBerubah. #GotongRoyong

 

 

Referensi:

 

Kompas.com. (2010). Available at: https://regional.kompas.com/read/2010/12/13/14005972/~Oase~Mata%20Air?page=allDiakses tanggal 26 April 2021.

 

Okezone.com. (2018). https://news.okezone.com/read/2018/05/19/340/1900310/Gemohing-tradisi-gotong-royong-dalam-indahnya-syair-pantun. Diakses tanggal 26 April 2021.

 

Youtube.com. (2020). Available at: https://www.youtube.com/watch?v=WVkof55WYwI&t=115s. Diakses tanggal 26 April 2021.

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: