Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN SEMAKIN DIMINATI MILENIAL

Remaja serukan gerakan tanpa plastik di Bekasi
  • 09 Maret 2021
  • 0 Komentar

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN SEMAKIN DIMINATI MILENIAL

Generasi milenial dinobatkan sebagai generasi yang ramah lingkungan. Sebagian dari mereka bahkan sudah menjadikan gerakan ramah lingkungan sebagai gaya hidup (lifestyle) sehari-hari. Majalah Forbes menganggap bahwa generasi milenial memiliki komitmen kuat untuk mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDG’s).

 

Jakarta (26/02/21) Berdasarkan survei yang dilakukan Zero Waste Indonesia, 50 persen generasi milenial merasa bertanggung jawab atas lingkungan. Milenial dianggap peka terhadap isu perubahan iklim, pemanasan global, kerusakan lingkungan, polusi, sampah, perlindungan hutan dan pelestarian satwa liar.

 

Vania Evan, mahasiswi Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara (UMN), merasa tersentuh ketika melihat pemberitaan mengenai penyu yang hidungnya terluka parah lantaran sedotan plastik yang dibuang ke laut. Vania kemudian mengambil sikap untuk mengganti semua perlengkapan makan dan mandinya ke produk yang ramah lingkungan. Vania sudah tidak mau menggunakan perlengkapan-perlengkapan berbahan plastik.

 

Penyanyi jazz Andien sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak tahun 2018 lalu. Andien mengakui bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Maka dia mulai melakukan hal-hal kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, dan mengkompos sampah. Hal tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup sampai disitu, Andien juga mendirikan Yayasan Setali yang fokus pada isu lingkungan.



 

Kedua milenial di atas merupakan representasi dari generasi milenial yang belakangan ini dianggap semakin menunjukan kepedulian pada lingkungan. Ada lima gerakan yang biasanya dilakukan generasi milenial untuk menjaga lingkungan, yaitu diet kantong plastik, zero waste food, menggunakan benda-benda ramah lingkungan, melakukan metode pembayaran cashless dan cardless, yang merupakan representasi gerakan Indonesia bersih.

 

Gaya hidup peduli lingkungan yang dilakukan milenial perlu diapresiasi dan didukung. Tanpa itu kelak sampah, terutama sampah plastik, akan menjadi ancaman serius bagi bumi dan kehidupan manusia. Data yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Berdasarkan data tersebut, sekitar 60 persen sampah diangkut dan ditimbun ke TPA, 10 persen sampah didaur ulang, sedangkan 30 persen lainnya tidak dikelola dan mencemari lingkungan, sehingga dikategorikan sebagai illegal dumping.

 

Milenial yang melakukan aksi nyata terhadap pengurangan sampah dan menaruh perhatian serius untuk hidup ramah lingkungan, menunjukan bahwa mereka sangat peduli pada masa depan bangsa. Sobat Revmen pun bisa melakukannya melalui Gerakan Indonesia Bersih. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti mengurangi penggunaan bahan plastik, tidak membuang sampah sembarangan, dan berkomitmen untuk mengganti peralatan di rumah dengan bahan-bahan ramah lingkungan.

 

Ini bumi kita, ini tanah air kita. Jika kita jaga bersama-sama, maka semua akan baik-baik saja. #AyoBerubah #RevolusiMental

 

Referensi:

Kompas.com, 10/03/20

Kumparan.com, 18/10/19

Idntimes.com, 24/10/19

Bisnis.com, 24/11/20

Forbes.com, 19/06/19

Bps.go.id, 13/12/19

 

Reporter: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: