Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Gamelan Pesel, Inovasi Gamelan Kekinian dari Pulau Dewata

I Wayan Arik Wirawan ciptakan inovasi gamelan baru di Bali bernama Gamelan Pesel
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Gamelan Pesel, Inovasi Gamelan Kekinian dari Pulau Dewata

Lewat inovasi Gamelan Pesel, Arik melakukan upaya pemajuan budaya sekaligus perwujudan bela negara untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme guna meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.


Jakarta (8/1/2021) Mendengar kata bela negara, kerap kali yang terlintas adalah sikap patriotisme yang bersifat perjuangan fisik seperti mengangkat bambu runcing. Padahal bela negara juga bisa melalui pendekatan budaya dan kesenian sebagai upaya untuk mempertahankan jati diri bangsa. Seperti kisah I Wayan Arik Wirawan yang sukses mengembangkan budaya tradisional dengan berinovasi menciptakan bentuk baru dari gamelan Bali yang dinamakan Gamelan Pesel. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita kisah inspiratif berikut ini! 


Gamelan Pesel merupakan gamelan baru yang diciptakan oleh I Wayan Arik Wirawan pada 2013 ketika masa akhir studinya di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali. Gamelan Pesel yang terinspirasi dari nada diatonis itu terkonsep dari dua ensambel gamelan Bali, yaitu gamelan semar pegulingan dan gamelan selonding. Hal tersebutlah yang menjadi cikal bakal nama Gamelan Pesel, di mana pesel sendiri merupakan penggabungan dua kata yaitu kata pegulingan dan selonding. Perpaduan gamelan semar pegulingan dan selonding tersebut menghasilkan kombinasi yang klasik, melankolis, sekaligus dinamis. Secara umum gamelan pesel memakai bahan pelat besi dan perunggu sebagai bilah atau daun gamelan, yang dikerjakan oleh pengrajin besi dan perunggu dari berbagai daerah.



Terciptanya Gamelan Pesel sendiri berangkat dari latar belakang lingkungan Arik yang akrab dengan kesenian Bali, termasuk gamelan. Sehingga dari sanalah tumbuh kecintaan dalam dirinya terhadap gamelan sekaligus tekad ingin mengembangkan musik gamelan. Berawal dari kegemarannya terhadap gamelan selonding, ia pun membeli set bilah gamelan secara bertahap. Seperti dilansir voaindonesia.com, Arik lantas membentuk kelompok musisi yang juga diberi nama Gamelan Pesel dan memimpin kawan-kawan sepermainannya di Banjar Kehen, Desa Kesiman, Denpasar, Bali untuk untuk menggeluti gamelan baru hasil kreasinya ini. 


Meski relatif baru, Gamelan Pesel pun mendapat apresiasi dan respon positif dari masyarakat. Bersama Gamelan Pesel, Arik Wirawan menggarap rekaman album pertama “Nada Hidup” pada tahun 2017. Di dalamnya memuat komposisi ciptaan yaitu tabuh; Ayuning, Kerulut, Muda Langen, Lantur, Jangkep, Cakup Lima dan Petegak Bebarongan Uyang Uyang. Di mana judul dan komposisi tabuh karya Arik Wirawan sarat dengan filosofi hubungan manusia dengan sesama dan sang pencipta. Gamelan ini pun kian dikenal luas berkat penyebarannya melalui media sosial, termasuk diperkenalkan melalui berbagai platform online oleh periset dan musisi Amerika-Kanada, Jonathan Adams, salah seorang pendiri Insitu Record.

 

Lewat inovasi Gamelan Pesel, Arik berupaya merubah pandangan bahwa megambel (bermain gamelan Bali) itu keren dan ketinggalan zaman. Inovasi Arik menciptakan Gamelan Pesel memberikan teladan bahwa perwujudan bela negara untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme serta patriotisme ternyata dapat disemai melalui budaya dan kesenian. Selain itu, Gamelan Pesel juga menjadi wujud pemajuan budaya oleh Arik sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita tingkatkan api semangat bela negara melalui berbagai cara sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air Indonesia! #RevolusiMental #BelaNegara #PemajuanBudaya


Sumber Foto:

https://www.instagram.com/gamelan_pesel/


Referensi:

Voaindonesia.com. (2021). Diakses tanggal 20 Desember 2021. 

Okezone.com. (2021). Diakses tanggal 20 Desember 2021. 

Denpasarkota.go.id. (2021). Diakses tanggal 20 Desember 2021.

Youtube.com/watch?v=ePfnJdTz3lI (Nyoman Monot YouTube Channel)  

I Gede , Yudi Krisnajaya and I Gede, Arya Sugiartha and I Gede, Yudarta (2018) Karya Musik Not For Sale. Working Paper. ISI Denpasar, Denpasar Bali.


Reporter: Melalusa Susthira K. 


Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: