Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Eryul Mufidah, Penggerak Bank Sampah Digital

GIBersih, bank sampah digital
  • 27 April 2022
  • 0 Komentar

Eryul Mufidah, Penggerak Bank Sampah Digital

Perputaran uang yang ada di 168 bank sampah Kabupaten Bojonegoro sekitar 100 juta lebih. Masih ada 400 lebih desa yang belum memiliki bank sampah.

Jakarta (27/04/2022), Tak kenal lelah, Eryul Mufidah sukses mendampingi pengelolaan bank sampah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pendampingan itu meliputi pendampingan sistem pengelolaan, pemasaran, hingga membuat laporan berbasis digital. Atas perjuangannya itu, Eryul mendapat penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk perempuan berjasa dan berprestasi.

Dikutip dari Infopublik.id, saat ini Eryul sedang melakukan pembinaan di 80 bank sampah bersama dengan DLH Pemkab Bojonegoro. Bank sampah sendiri sesuai program Bupati, yaitu Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB). Gerakan di bidang bank sampah ini digabungkan dengan penguasaan teknologi informasi. Sehingga, jadilah bank sampah digital.

Eryul mulai merintis pengelolaan bank sampah semenjak 2015 lalu. "Waktu itu di Bojonegoro saya belum melihat ada bank sampah makanya kita belajar ke Malang,"tuturnya seperti dikutip SuaraBanyuurip.com.

Dengan adanya bank sampah, Eryul memastikan masyarakat sangat merasakan manfaatnya. Dengan pembinaan itu, tentu akan meningkatkan sumber daya manusia. Baik mulai proses administrasi, sistem pengelolaan, pemasaran, pelatihan teknis daur ulang hingga menjadi produk yang mempunyai nilai jual.

"Apalagi saat ini sistem pelaporannya sudah menggunakan aplikasi atau digitalisasi," kata dosen STAI Attanwir itu. Sehingga, dengan adanya proses input data di aplikasi bisa mengetahui jenis sampah apa saja yang terkumpul.  "Termasuk jumlah pembelian dan penjualan segala jenis sampah diantaranya kardus, besi, buku hingga karton," terangnya seraya menyebut pemasaran akan  melibatkan lokapasar yang ada di Indonesia.

Eryul menargetkan bisa memenuhi target pembentukan 430 bank sampah sesuai jumlah desa di Bojonegoro. Ia sangat berharap karena bank sampah ini memiliki potensi besar menggerakkan ekonomi warga. Sebab jumlah perputaran uang yang ada di 168 bank sampah yang ada  sekitar 100 juta lebih. Eryul meminta masyarakat Bojonegoro turut serta dan mendukung kegiatan bank sampah. Karena masalah sampah menjadi tanggung jawab bersama bukan pengurus bank sampah atau angota saja.

Penghargaan yang diraih Eryul  ini mendapat apresiasi dari DLH Bojonegoro. Prestasi tersebut dapat menjadi pelecut bagi desa-desa lainnya untuk mengembangkan bank sampah. "Saat ini baru ada 168 bank sampah aktif yang tersebar di 19 kecamatan di Bojonegoro. Di antaranya di Kecamatan Kanor yang 25 desanya lengkap ada bank sampahnya, “tutur Kepala DLH Bojonegoro, Hanafi.

Adanya bank sampah tersebut, dapat mengatasi persoalan sampah yang terjadi saat ini. Sebab, volume sampah di Bojonegoro sangat besar yakni mencapai 570 ton per hari. Dari jumlah itu sampah yang ditangani hanya mencapai 100 ton per hari. Penyebabnya, armada pengangkut sampah, seperti truk hanya mampu mengangkut 80 sampai 100 ton sampah per harinya. Apalagi  Bojonegoro hanya memiliki 19 armada pengangkut sampah. 

"Oleh karena itu dengan meningkatkan pengelolaan bank sampah yang ada di desa-desa bisa didaur ulang, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah. Selain itu bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," harap Hanafi.

*PS

Sumber ;

Infopublik.id diakses 26 April 2022

Suarabanyuurip.com diakses 27 April 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: