Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Empat Momen Bersejarah Bung Karno Menangis

BUng Karno
  • 06 Juni 2022
  • 0 Komentar

Empat Momen Bersejarah Bung Karno Menangis

Ada empat momen haru yang membuat Bung Besar meneteskan air mata semasa hidupnya.

Jakarta (06/06/2022), Sosok berkarisma seperti Bung Karno, tetaplah manusia biasa yang bisa menangis. Ada beberapa momen haru yang membuat Bung Besar meneteskan air mata semasa hidupnya. Tercatat ada empat momen yang membuat Sang Putra Fajar berderai air mata.

Saat Membacakan Isi Pancasila untuk Pertama Kali di Depan Ruang Sidang BPUPKI. Dalam buku berjudul, "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat", terekam jelas momen bersejarah tangisan Bung Karno. Saat di hadapan peserta sidang BPUPKI, Soekarno membacakan butir demi butir ideologi pancasila dengan berderai air mata. Momen pembacaan Pancasila sebagai sebuah ideologi berbangsa dan bernegara pada tanggal 1 Juni 1945 tersebut menjadi hari lahirnya ideologi Pancasila.

Tangisan  di Bahu Daud Beureuh, Tokoh Pejuang Aceh. Bung Karno datang ke Aceh untuk bertemu tokoh pejuang dari Aceh, Daud Beureuh. Kedatangannya itu untuk mengajak rakyat Aceh bergabung dalam perjuangan melawan Belanda tahun 1948. Di momen itu, Daud Beureuh bersedia untuk bergabung dengan Republik Indonesia asal dengan syarat rakyat Aceh diberikan kebebasan menjalankan syariat Islam.

Bung Karno menyetujui permintaan tersebut. Sebagai tanda persetujuan itu disodorkanlah secarik kertas untuk dibubuhi tanda tangan sang Presiden RI pertama. Melihat keraguan Daud atas kesediaannya mengabulkan permintaan rakyat Aceh, Seraya menyeka air matanya, Sukarno berkata: “Wallah, Billah, kepada rakyat Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan syariat Islam. Dan Wallah, saya akan mempergunakan pengaruh saya agar rakyat Aceh benar-benar nanti dapat melaksanakan syariat Islam di daerahnya."  Kisah itu dikutip dari buku "Kisah Kembalinya Tengku Muhammad Daud Beureueh ke Pangkuan Republik Indonesia".

Tangisan Saat Tandatangani Hukuman Mati Kartosoewirjo. Bung Karno memiliki banyak sekali sahabat dekat. Salah satu kisah haru terjadi ketika ia harus menandatangai surat eksekusi hukuman mati yang dijatuhkan kepada sahabatnya sendiri, Kartosoewirjo. Kartosoewirjo saat itu adalah pimpinan DI/TII yang ingin membelot dari NKRI pada tahun 1962. Sempat menunda tanda tangan nyata, dengan berderai air mata ia harus menyetujui eksekusi mati sahabat karibnya itu.

Tangisan di Makam Ahmad Yani. Saat meletus tragedi berdarah 30 September 1965, terdapat tujuh tokoh penting kala itu yang direnggut nyawanya. Salah satunya adalah Jenderal Ahmad Yani, orang kesayangan Bung Karno. Atas kematian orang yang ia rencanakan untuk menggantikan posisinya sebagai presiden dengan cara mengenaskan itu, membuat hati Bung Karno remuk redam.

*PS

Sumber : tribunnews.com diakses 5 Juni 2022

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: