Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Dukung Revolusi Mental, PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Kampanyekan Pencegahan Perkawinan Anak

Sebagai upaya pencegahan perkawinan usia anak dan bentuk dukungan Revolusi Mental dalam hal penguatan ketahanan keluarga, Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) menggelar talkshow nasional yang diikuti para kadernya
  • 19 Agustus 2021
  • 0 Komentar

Dukung Revolusi Mental, PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Kampanyekan Pencegahan Perkawinan Anak

Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) menggelar talkshow nasional untuk mengkampanyekan pencegahan perkawinan anak sebagai bentuk Revolusi Mental dalam hal penguatan ketahanan keluarga.

 

Jakarta (05/08/2021) Masih tingginya perkawinan usia anak di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus. Hal tersebutlah yang berusaha direspon oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) dengan menggelar talkshow nasional bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak”. Talkshow dilangsungkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya pencegahan perkawinan usia anak yang diketahui membawa sejumlah dampak buruk. Di mana sejalan dengan Kegiatan Prioritas (KP) 3 Revolusi Mental dalam sistem sosial untuk memperkuat ketahanan, kualitas, dan peran keluarga dan masyarakat.

 

“Perkawinan anak merupakan salah satu penyebab stunting, maka harus kita cegah terutama di masa pandemi ini. Kami sangat peduli soal ini,” ujar Ketua Umum PPNA, Dyah Puspitarini, dalam jalannya talkshow pada Selasa (3/8) di Jakarta.

 

Di sisi lain, perkawinan usia anak juga erat kaitannya dengan permasalahan kemiskinan. Hal tersebutlah yang diungkapkan oleh Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, Faozan Amar, dalam pemaparan materinya. “Maka PPNA memiliki peran strategis untuk mengentaskan problem sosial ini, karena dikenal paling dekat dengan keluarga,” terangnya. 

 

Adapun Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menyebut perkawinan usia anak juga merupakan bentuk dari pernikahan yang tidak dipersiapkan. Sehingga, sambungnya, apa yang dilakukan oleh PPNA merupakan kepedulian yang tinggi untuk melahirkan keluarga sakinah. Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Yayan Sopyani, pun mengapresiasi program yang dilakukan oleh PPNA. Menurutnya, perkawinan usia anak bergerak berlawanan dengan arah pembangunan bangsa dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang berakar dari keluarga harmonis.

 

“Pembangunan manusia unggul dan mandiri dimulai dari keluarga yang harmonis, perkawinan anak kontradiktif dengan keluarga harmonis,” tutur Yayan Sopyani.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, mengingatkan PPNA dapat melakukan kampanye pencegahan perkawinan usia anak secara efektif dengan melakukan edukasi dan kampanye yang tepat sasaran melalui pendekatan ke sejumlah elemen atau kelompok-kelompok masyarakat.

 

 “Anak, orang tua, kepala desa, ustadz, ustadzah, sekolah, rumah sakit dan komunitas remaja adalah bagian paling penting dalam pencegahan perkawinan anak,” pesannya.

 

Talkshow yang berlangsung selama dua hari pada 3-4 Agustus 2021 itu diikuti oleh kader Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Indonesia dan dilakukan secara hybrid, baik daring dan luring dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk diketahui, talkshow nasional ini merupakan salah satu rangkaian agenda kegiatan sepanjang tahun 2021 sebagai tindak lanjut nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) dengan Kemenko PMK. Diharapkan melalui kerja sama tersebut, sosialisasi GNRM menjadi lebih cepat, masif, dan mencakup sinergi lima pihak pemangku kepentingan (pentaheliks) yakni penyelenggara negara, dunia pendidikan, media, dunia usaha, dan masyarakat. #AyoBerubah #RevolusiMental 

 

 

Sumber Foto:

https://suaramuhammadiyah.id/2021/08/04/na-lakukan-gerakan-revolusi-mental-melalui-kampanye-pencegahan-perkawinan-anak/

 

Referensi:

Suaramuhammadiyah.id. (2021). https://suaramuhammadiyah.id/2021/08/04/na-lakukan-gerakan-revolusi-mental-melalui-kampanye-pencegahan-perkawinan-anak. Diakses tanggal 5 Agustus 2021.  

 

Republika.co.id. (2021). https://www.republika.co.id/berita/qxb8gp385/pp-nasyiatul-aisyiyah-perkawinan-anak-jadi-picu-stunting. Diakses tanggal 5 Agustus 2021.  

 

Monitortoday.com. (2021). https://monitorday.com/nasyiatul-aisyiyah-kampanyekan-pencegahan-perkawinan-anak. Diakses tanggal 5 Agustus 2021. 

 

Reporter: Melalusa Susthira K. 

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: