Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Dede Suryana: Atlet Selancar yang Mendunia Asal Cimaja

Atlet Selancar yang Mendunia Asal Cimaja Indonesia
  • 16 Maret 2021
  • 0 Komentar

Dede Suryana: Atlet Selancar yang Mendunia Asal Cimaja

Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi salah satu destinasi selancar terbaik dunia karena keindahan pantai dan gulungan ombaknya yang sempurna. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah untuk menggali potensi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

 

 

Jakarta (24/02/2021) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) pada 2020 lalu, memasukkan selancar sebagai cabang olahraga resmi Indonesia. Sebagai negara bahari tampaknya olahraga selancar masih belum sepopuler dengan cabang olahraga lainnya, seperti bulu tangkis, sepak bola, basket, renang, atletik, dan lainnya. Namun di dunia selancar internasional, nama Dede Suryana telah lama dikenal sebagai peselancar andal yang mengharumkan nama Indonesia. Pria kelahiran 1985 itu juga berhasil membesarkan kampung halamannya yang merupakan desa nelayan di Cimaja, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, menjadi lebih dikenal luas.

 

Dede yang lahir dari keluarga petani, pertama kali mengenal selancar pada usia 7 tahun. Ketertarikannya mulai muncul manakala menyaksikan orang asing berselancar di pantai Cimaja, dekat tempat tinggalnya. Ia pun mulai berlatih berselancar dengan modal papan selancar hasil pemberian. Pada usia 15 tahun, Dede mantap mengukuhkan karier keatletannya dengan pindah ke Bali dan mulai mengikuti berbagai kompetisi selancar. Berbagai kejuaran selancar taraf internasional pun telah diikuti Dede, mulai dari benua Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika.

 

Torehan prestasi yang berhasil diukir Dede di antaranya, juara Indonesian Surf Championship, Asean Beach Games, dan Asian Surfing Championship. Dede bahkan pernah mengalahkan peselancar legendaris dunia, Robert Kelly Slater, pada kompetisi Todd Chesser Memorial Contest 2003. Dede juga merupakan peselancar Indonesia pertama yang pernah mengikuti World Championship Tour (WCT). Talentanya yang berhasil membuat decak kagum peselancar dunia itu pun diabadikan dalam film dokumenter berjudul Chasing Wave garapan sutradara asal Australia. Membanggakan sekali bukan, sobat Revmen?

 

Melansir wawancara Dede dengan Metro TV dalam program Susi Cek Ombak, Dede berharap agar ke depannya olahraga selancar lebih dikenal luas masyarakat Indonesia dan menelurkan atlet-atlet selancar berbakat yang mampu bersaing ditaraf dunia. Sebagai bentuk dedikasi, ia lantas membuka sekolah selancar di tempat tinggalnya, Cimaja, selain membuka toko peralatan selancar. Sekolah selancar itu tidak hanya melatih agar lihai menaklukan ombak, namun juga memberikan edukasi olahraga selancar yang berwawasan lingkungan dengan melakukan aksi bersih pantai sebelum latihan. Dede bahkan juga menerima imbalan mengajar selancar dari muridnya bukan dengan uang melainkan botol plastik bekas untuk didaur ulang.

 

Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh Samudera Hindia dan Pasifik, memiliki banyak sekali lokasi pantai indah dan ombak yang sempurna untuk berselancar berkelas dunia. Bahkan, Indonesia kerap disebut-sebut sebagai surga bagi peselancar dunia yang memburu ombak. Beberapa titik lokasi selancar terbaik di Indonesia di antaranya, Sipora (Mentawai), Sorake (Nias), Nihiwitu (Sumba), Morotai (Maluku), dan Biak (Papua). Sayang sekali bukan kekayaan potensi Indonesia yang begitu melimpah kalau disia-siakan? Yuk, cintai dan manfaatkan potensi kekayaan Indonesia sebaik-baiknya guna menorehkan berbagai prestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia!

 

Penulis: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

 

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: