Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

DARKNET DAN RUANG KEJAHATAN PENYEBARAN NARKOBA DI ERA DIGITAL

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2021
  • 26 Juni 2021
  • 0 Komentar

DARKNET DAN RUANG KEJAHATAN PENYEBARAN NARKOBA DI ERA DIGITAL

Menurut laporan ASEAN Drug Monitoring (ADM) 2019, berdasarkan rasio perbandingan negara, Indonesia merupakan negara di ASEAN yang paling rendah dalam penyalahgunaan narkoba, dengan tingkat rasio 5,3. Sementara negara ASEAN tertinggi dalam penyalahgunaan narkoba adalah Thailand, dengan tingkat rasio mencapai 331,6.

Jakarta (…….) Sejak tahun 1960-an, Marshall McLuhan telah dianggap sebagai “peramal masa depan.” Menurut Laureano Ralon, pendapat McLuhan yang sering dikutip adalah mengenai meleburnya batas-batas negara-bangsa (nation-state) ke dalam arus globalisasi yang dimotori oleh perkembangan teknologi komunikasi dan internet. Masyarakat dunia kemudian masuk ke dalam sebuah jaringan bernama “global village” (Ralón, 2017). Dalam aksioma itu, McLuhan berpendapat bahwa suatu hari seluruh masyarakat dunia akan saling terhubung melintasi batas-batas negara untuk saling berinteraksi, berkomunikasi atau berbisnis.

 

Kini masyarakat dunia memasuki era digital dan menjadi bagian dari global village seperti yang diprediksi oleh McLuhan. Sebagai contoh, seorang individu dari Indonesia dapat dengan mudah berdiskusi mengenai pelajaran matematika, berbisnis rempah-rempah, atau sekedar berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di negara lain. Ini merupakan sisi-sisi positif yang dihadirkan oleh era digital melalui media baru yang dilahirkannya. Teknologi bukan saja telah menghapus sekat (borderless), melainkan juga telah mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi. Namun demikian, era digital juga memiliki ekses negatif. Hadirnya kejahatan siber merupakan salah satu dari ekses tersebut.

 

Di dunia siber ada sebuah istilah yang belakangan cukup populer, yaitu darknet. Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), darknet adalah sebuah “ruang” yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aktivitas kejahatan (UNODC, 2020). Transaksi dan distribusi narkoba dapat difasilitasi melalui jaringan internet dengan memanfaatkan darknet. Pengguna yang bersifat anonim, sistem yang canggih dan sulitnya aktivitas kejahatan ditemukan dalam mesin pencari (search engine) telah memungkinkan darknet menjadi “pasar gelap” yang tidak terdeteksi dalam memfasilitasi berbagai bisnis ilegal.

 

Perkembangan situs di darknet terbilang cukup cepat. Menurut UNODC, pada tahun 2012 situs-situs di darknet hanya berjumlah ratusan. Namun pada tahun 2020 telah berkembang mencapai 110,865 situs. Dan sejak Bitcoin diperkenalkan pada tahun 2009, pasar gelap di darknet semakin subur. Salah satu contohnya adalah situs yang bernama Silk Road. Situs ini mulai diketahui pada tahun 2011 sebagai platform yang melakukan jual-beli produk-produk ilegal, terutama narkoba, dan beroperasi di jaringan Tor dengan menggunakan Bitcoin sebagai metode pembayarannya. Silk Road berkembang signifikan dari hanya memiliki satu situs pada tahun 2011, menjadi 118 situs pada tahun 2019.



 

Produk-produk narkoba yang diperjual-belikan di darknet, melalui jaringan Tor, adalah ecstasy, amphetamine, methamphetamine, ganja, kokain, opioids (heroin), LSD, jamur (psychedelic mushrooms) dan ketamine. Produk-produk narkoba tersebut juga menyebar di kawasan Asia Tenggara. Menurut laporan Asean Drug Monitoring (ADM, 2019), jenis narkoba paling popular di Asia Tenggara adalah amphetamine, heroin dan ganja. Berdasarkan rasio perbandingan negara, tentang jumlah pengguna narkoba yang masuk pengobatan pada tahun 2019, Indonesia merupakan negara di ASEAN yang paling rendah dalam penyalahgunaan narkoba, dengan tingkat rasio 5,3. Sementara negara ASEAN tertinggi dalam penyalahgunaan narkoba adalah Thailand, dengan tingkat rasio mencapai 331,6. Tidak mengherankan jika laporan Kompas menyatakan bahwa penjara-penjara di Thailand selalu dipenuhi oleh para pengedar dan pencandu narkoba (Kompas.id, 2020).

 

Namun tentu saja angka tersebut tidak boleh membuat bangsa Indonesia lengah. Peredaran narkoba dengan memanfaatkan darknet terus berkembang. Untuk itu diperlukan semacam counter-attact terhadap peredaran narkoba di jaringan digital. Hal inilah yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Melalui konsep cyber extension,” BNN berupaya melakukan edukasi, penyebaran informasi dan penyuluhan mengenai bahaya narkoba, tingkat penyebarannya dan bagaimana menghindarinya (BNN, 2020). Meskipun cyber extension yang diterapkan BNN masih perlu pengembangan-pengembangan, namun ini merupakan langkah positif untuk memerangi peredaran narkoba di dunia siber.

 

Sobat Revmen mungkin sudah sangat memahami bahwa narkoba merupakan zat yang dapat membuat seseorang kecanduan dan memiliki berbagai aspek negatif. Cara paling efektif untuk melakukan pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Inilah pentingnya peran orangtua, keluarga dan lingkungan pertemanan dalam membentuk sikap dan mentalitas generasi. Hal ini sejalan dengan Kegiatan Prioritas 3 Revolusi Mental dalam sistem sosial yang memiliki kegiatan prioritas; Pertama, penyiapan kehidupan berkeluarga dan kecakapan hidup. Kedua, peningkatan ketahanan keluarga berdasarkan siklus hidup dengan memperhatikan kesinambungan antar generasi sebagai upaya penguatan fungsi dan nilai keluarga. Ketiga, Pewujudan lingkungan yang kondusif melalui penguatan masyarakat, kelembagaan, regulasi, penyediaan sarana dan prasarana, serta partisipasi dunia usaha.

 

Nah, dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juni, mari kita bergotong royong untuk mengentaskan penyalahgunaan narkoba dari bumi nusantara, dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan pertemanan dan kepada masyarakat luas. Ingat ya…jangan pernah mencoba, sebab narkoba itu jahhhat! #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersatu #HariAntiNarkotkaInternasional

 

Referensi:

ADM. (2019). Drug Monitoring Report 2019.

BNN. (2020). Penerapan Cyber Extension dalam Penyuluhan Narkoba di Masa Pandemi Covid 19. https://bnn.go.id/opini-penerapan-cyber-extension-dalam-penyuluhan-narkoba-masa/

Kompas.id. (2020). Asia Tenggara Kewalahan Menghadapi Sindikat Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas. 1–12. https://www.kompas.id/baca/internasional/2020/06/26/asia-tenggara-kewalahan-menghadapi-sindikat-narkoba/

Ralón, L. (2017). From global village to global theater: The late McLuhan as a philosopher of difference, sense, and multiplicities. Review of Communication, 17(4), 303–319. https://doi.org/10.1080/15358593.2017.1367825

UNODC. (2020). Darknet Cybercrime Threats to Southeast Asia. https://www.unodc.org/documents/southeastasiaandpacific//Publications/2021/Darknet_Cybercrime_Threats_to_Southeast_Asia_report.pdf

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: