Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

DAMPAK BURUK BUDAYA MENCONTEK

Siswa sedang mencontek saat ujian
  • 06 April 2021
  • 0 Komentar

DAMPAK BURUK BUDAYA MENCONTEK

Mencontek sudah menjadi budaya yang mandarah daging bagi para pelajar di tanah air. Salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan nasional yang lebih berorientasi pada aspek menghafal dibandingkan pemahaman, serta perolehan nilai yang tinggi dalam ujian akhir.

 

Jakarta (10/03/21) Seringkali mencontek dianggap sebagai tindakan yang benar oleh sebagian siswa, karena nilai yang tinggi akan lebih dihargai dibanding kejujuran. Orang tua akan marah jika nilai anaknya buruk, meski nilai itu didapatkan secara jujur. Sebaliknya, orang tua akan bahagia jika nilai anaknya bagus, meski didapat dari hasil mencontek. Maka selain faktor sistem pendidikan, pola pikir bangsa ini juga perlu dikoreksi.

 

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Negeri California dan Universitas Negeri San Francisco menemukan hubungan bahwa kebiasaan siswa mencontek akan terbawa ke dalam karier mereka di kemudian hari. Jika mereka berkarir di pemerintahan, maka potensi melakukan tindak pidana korupsi bisa terjadi. Korupsi bisa terjadi dimana saja, baik di tubuh pemerintahan ataupun swasta. Bedanya, jika terjadi di pemerintahan, korupsi dapat merugikan negara karena berasal dari uang rakyat.


Hal senada juga diungkapkan oleh Wanodyo Sulistyani, dosen Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung. Menurut Wanodyo, mencontek bukan sekedar kenakalan biasa, melainkan juga berpotensi menjadi tindakan koruptif di masa depan. Sikap menghalalkan segala cara akan menjadi mindset dari para pelaku yang menganggap bahwa yang dilakukannya adalah benar. Studi yang dilakukan oleh

 

Selain itu, ada beberapa dampak buruk lain bagi para siswa yang suka mencontek. Pertama, membuat siswa malas belajar, sehingga mereka akan sulit untuk berkembang. Ini artinya, akan lahir generasi-generasi yang berpotensi tidak produktif bagi bangsa dan negara.

 

Kedua, membuat para siswa lebih memilih cara instan dan mengabaikan proses belajar. Belajar yang sebenarnya terletak pada proses, bukan pada hasil. Hasil hanya sebuah ukuran penilaian. Jika hasil bagus, maka itu hanya sebuah bonus.

 

Ketiga, siswa menjadi individu-individu yang tidak percaya diri dan mudah menyerah. Hal ini akan menjadikan para siswa tumbuh sebagai orang-orang yang bermental lemah dan tidak berkarakter.

 

Keempat, mencontek dapat merugikan orang lain yang dicontek. Siswa yang dicontek belajar sungguh-sungguh dengan upayanya sendiri. Namun hasil akhirnya menjadi sama dengan siswa yang tidak belajar sama sekali.

 

Kelima, siswa yang mencontek akan menodai integritas dalam dirinya sendiri. Dia akan menjadi pribadi yang kurang dipercaya oleh orang lain.

 

Sobat Revmen, mencontek adalah cikal bakal tumbuhnya sikap dan tindakan yang dapat melanggar hukum, seperti mencuri, korupsi atau manipulasi. Maka dari itu mari jaga diri dan orang-orang terdekat untuk tidak mencontek demi masa depan yang bersih, mandiri dan berintegritas. SObat Revmen tidak suka mencontek kan? #AyoBerubah #IndonesiaBerintegritas

 

Referensi:

Lifestyle.bisnis.com, 02/12/19

Idntimes.com, 02/05/18

Unpad.ac.id, 23/11/20

 

Reporter: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: