Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Cegah Radikalisme Kala Pandemi dengan Kembali pada Pancasila

Cegah Radikalisme Kala Pandemi dengan Kembali pada Pancasila
  • 23 Maret 2021
  • 1 Komentar

Cegah Radikalisme Kala Pandemi dengan Kembali pada Pancasila

Radikalisme dan terorisme kian bertumbuh di Indonesia, terlebih pandemi yang dimanfaatkan sebagai celah untuk membangun kekuatan yang lebih  besar. Melakoni falsafah bangsa Indonesia yakni Pancasila, menjadi upaya untuk menangkal radikalisme dan terorisme di bumi pertiwi.

 

(Jakarta, 06/03/2021) Fenomena radikalisme kian meningkat di Indonesia. Tak terkecuali saat pandemi Covid-19, yang dimanfaatkan sebagai celah oleh kelompok radikal untuk membangun kekuatan. Kelompok-kelompok radikal dan teroris berupaya menyebarkan paham dan merekrut simpatisan baru melalui medium daring yang kian gencar digunakan masyarakat Indonesia saat pandemi. Bak virus Covid-19, radikalisme pun dapat terus berkembang bila tidak segera dilakukan pencegahan. Radikalisme yang memperparah kemunduran demokrasi dan mengancam keutuhan NKRI, menjadi masalah yang harus kita perangi bersama-sama.

 

Penelitian yang dilakukan oleh The Habibie Center pada Agustus-Desember 2020 menemukan pandemi Covid-19 mendorong munculnya kekuatan radikalisme dan perekrutan simpatisan kelompok teror. Temuan tersebut juga didukung oleh studi yang dilakukan Institute of Development Studies di Inggris pada Mei 2019 yang berupaya mengantisipasi potensi dampak pandemi terhadap radikalisasi. Adapun sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2020, Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88) Polri tercatat telah berhasil menangkap 170 orang. Data dari Densus 88 menunjukkan peningkatan jumlah penangkapan terduga teroris ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia pada bulan Maret 2020.

 

Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan peran kolektif semua elemen masyarakat untuk dapat menangkal radikalisme dan terorisme, mulai dari penguatan kebijakan oleh pemerintah, peran orangtua dan lembaga masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dalam sistem pendidikan. Hal yang paling mendasar untuk menangkal radikalisme dan terorisme ialah dengan kembali kepada Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Di mana setiap sila dalam Pancasila mencerminkan keberagaman Indonesia dalam berbagai latar belakang sebagai bangsa yang majemuk.

 

Sila Pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai bahwa keberadaan manusia di dunia adalah berkat sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, sebagai kristalisasi dari cinta kasih Sang Pencipta, maka sebagai bangsa Indonesia kita pun harus mengembangkan paham ketuhanan yang penuh cinta kasih dan welas asih ___ bukan yang penuh kebencian dan permusuhan. Sila Kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung pengertian bahwa adanya manusia di dunia selalu bersama dengan yang lain. Di mana, hidup bersama dengan yang lain hanya bisa dilakukan jika mengembangkan rasa cinta kasih.

 

Sementara itu sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia, mengandung pengertian bahwa sebagai bangsa Indonesia kita harus bisa bergaul dan hidup dengan keberagaman yang konkrit dan dalam ruang hidup yang nyata yaitu tanah air. Dengan demikian kita juga memiliki relasi cinta kasih dan hutang budi kehormatan untuk mencintai tanah air kita. Sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mengandung pengertian bahwa sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari perlu memecahkan dan memutuskan masalah bersama dengan landasan cinta kasih melalui cara pengambilan keputusan yang membawa kemenangan bagi semua pihak yaitu musyawarah.

 

Adapun sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memiliki esensi bahwa sebagai makhluk rohani yang menjasmani, manusia berbagi kasih kepada manusia lainnya dengan saling berbagi kebutuhan jasmaniah, atau dengan kata lain menerapkan laku saling cinta kasih dalam kehidupan ekonomi. Secara keseluruhan, Pancasila merangkum esensi atau kodrat manusia dari segala keberagaman yakni manusia sebagai makhluk rohani-jasmani, individu-sosial, dan universal-partikular. Di mana, apabila nilai-nilai hidup keluar dari jalan keseimbangan tiga esensi pokok tersebut dapat melahirkan ekstrimisme, eksklusivisme, serta radikalisme.

 

Oleh karena itu mengamalkan Pancasila merupakan suatu upaya memerangi radikalisme dan terorisme yang memecah belah bangsa Indonesia dengan cara menebarkan kebencian. Sudah saatnya, kita rekatkan simpul persatuan sebagai bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika dengan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. #IndonesiaBersatu

 

 

 

Referensi:

Webinar "Radikalisme Di Masa Pandemi: Mendedah Peran Pancasila" yang diselenggarakan FHISIP Universitas Terbuka dengan narasumber Yudi Latief

Habibiecenter.or.id, Laporan Studi: Pandemi, Demokrasi, dan Ekstrimisme Berkekerasan di Indonesia

CNN Indonesia, 22/02/2021

 

 

Penulis: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (1)

  • Profile Picture
    rony safii
    • Dipos pada: 25 April 2021 18:48:14
    • balas

    Semangat

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: