Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Cegah Covid-19 Kembali Meluas, Yuk Tertib Patuhi Larangan Mudik!

Pemerintah melarang adanya mudik lebaran tahun ini untuk pencegahan penularan covid-19, masyarakat diimbau tertib.
  • 27 April 2021
  • 0 Komentar

Cegah Covid-19 Kembali Meluas, Yuk Tertib Patuhi Larangan Mudik!

Di tengah tren penurunan kasus aktif covid-19 di Indonesia, masyarakat diharapkan dapat tertib mematuhi aturan larangan terkait mudik 2021 guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 tidak lebih meluas lagi.

Jakarta (27/04/2021) Mudik menjadi tradisi yang lumrah dilakukan masyarakat Indonesia setiap tahunnya menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi pulang ke kampung halaman, berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak saudara tersebut telah berlangsung secara turun temurun sehingga sulit sekali dilewatkan. Namun mengingat pandemi Covid-19 masih melanda di tahun 2021 ini, pemerintah pun untuk kedua kalinya kembali memberlakukan kebijakan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri. Meski berat karena tak dapat bertemu keluarga ataupun sanak saudara, namun kiranya kita tetap harus waspada demi mencegah penyebaran Covid-19 kembali melonjak dengan tertib patuhi larangan mudik. Yuk sobat Revmen, kita pahami lebih jauh mengenai aturan terkait pelarangan mudik berikut ini!

Larangan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah tahun ini akan mulai diberlakukan dari 6 hingga 17 Mei 2021, baik untuk moda transportasi darat, laut, maupun udara. Larangan terkait mudik tersebut pertama kali diumumkan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pada 26 Maret lalu, sebagai hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri dan arahan Presiden RI. Kemudian larangan mudik Lebaran tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, pemerintah dengan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran 2021 demi mencegah penyebaran wabah Covid-19 agar tidak lebih meluas lagi. Presiden RI Joko Widodo pun memberikan penjelasan lebih lanjut terkait alasan pemberlakuan kebijakan tersebut. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus harian dan tingkat kematian Covid-19 mingguan, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2020 lalu setelah empat kali masa libur panjang. Termasuk pada saat libur Idul Fitri 2020 yang terjadi kenaikan kasus harian hingga 93% dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66%. Di mana saat ini Indonesia justru tengah menunjukkan tren penurunan kasus aktif dalam dua bulan terakhir dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021, menjadi 108.032 kasus pada 15 april 2021.

Sobat Revmen, larangan mudik Lebaran ini berlaku untuk seluruh elemen masyarakat, lho! Baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI/Polri, karyawan swasta, maupun masyarakat umum lainnya. Terkait pelarangan mudik tersebut, hanya perjalanan angkutan distribusi logistik dan perjalanan mendesak untuk kepentingan nonmudik saja yang diperbolehkan berpergian antarkota selama 6 hingga 17 Mei 2021. Di antaranya keperluan bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil didampingi 1 orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan didampingi maksimal 2 orang. Perjalanan nonmudik yang mendesak tersebut pun harus dengan menaati sejumlah syarat terlebih dahulu, seperti wajib memiliki surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar masuk (SIKM) dan surat keterangan negatif Covid-19.

Nah sobat Revmen, sebelum dan sesudah tanggal pelarangan mudik juga akan dilakukan pengetatan perjalanan. Pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) akan mulai berlaku selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021) ___ sebagaimana Addendum (tambahan klausul) Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Mengutip CNBC Indonesia, 333 titik penyekatan telah disiapkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, termasuk di jalan-jalan tikus. Setiap kendaraan yang lewat titik penyekatan tersebut akan diperiksa. Jumlah titik penyekatan tersebut bertambah lebih dari dua kali lipat dibandingkan peniadaan mudik Lebaran 2020 lalu, yang hanya 146 titik lokasi pos pengawasan, lho!

Meski Indonesia telah memulai program vaksinasi nasional, bukan berarti protokol kesehatan boleh mengendur. Kiranya kita patut belajar dari negara-negara lain yang kini justru mendapat lonjakan gelombang ketiga (third wave) kasus Covid-19 yang tinggi. Seperti negara India misalnya, yang baru-baru ini mendapat ledakan kasus positif Covid-19 yang amat tinggi. Padahal sebelumnya negara penduduk terbanyak kedua di dunia itu baru saja mengalami tren penurunan kasus positif Covid-19 lho, sobat Revmen! Tsunami Covid-19 yang melanda India tersebut salah satunya terjadi setelah 5 juta warganya mengikuti tradisi mandi massal di Sungai Gangga atau Kumbh Mela, yang merupakan festival keagamaan umat Hindu terbesar di dunia. Di mana dari 5 juta peziarah Hindu yang hadir, 2000 di antaranya dikabarkan positif Covid-19 setelah mengikuti festival keagamaan Kumbh Mela di kota Haridwar pada 10-14 April lalu.

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan menyadari dan memahami esensi diberlakukannya pembatasan pergerakan dengan dikeluarkannya kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 demi kepentingan dan kebaikan bersama. Terlebih belakangan ini varian baru Covid-19 terus bermunculan, seperti varian B.1.1.7 dan B1525 yang teridentifikasi di negara-negara lain ___ bahkan sudah masuk pula ke Indonesia. Yuk sobat Revmen , mari bersama-sama kita atasi pandemi dan cegah penyebaran Covid-19 dengan tertib mematuhi aturan larangan mudik, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta jangan kendor untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M). #AyoBerubah #IndonesiaTertib #Dirumahaja

 

Sumber Foto:

https://www.kompas.com/tren/image/2020/05/24/063000265/memaknai-lebaran-dalam-situasi-pandemi-covid-19-?page=1

 

Referensi:

Setkab.go.id, 26/03/21

Kompas.com, 19/04/21

Kompas.com, 04/03/21

Cnbcindonesia.com, 26/03/21

Cnbcindonesia.com, 22/04/21

Dw.com/id, 16/04/21

YouTube Sekretariat Presiden, 16/04/21

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: